
...Selamat membaca...
Selesai makan siang bareng sahabat-sahabatnya, Zabina melajukan mobilnya membelah jalan raya menuju perusahaan TripZA Corp, salah satu perusahaan yang cukup diperhitungkan dalam dunia bisnis tanah air. Setelah beberapa menit berada di jalan raya, kini Zabina tiba di parkiran dan segera bergegas menuju lantai tertinggi gedung perusahaan yang cukup mewah.
Zabina kemudian duduk dengan manis dan mulai melakukan tugasnya. Ia ingin menyelesaikan pekerjaannya sebelum berbicara dengan bos sekaligus kakaknya mengingat beberapa hari lagi ia sudah mulai kuliah.
“Dari mana aja, masuk kerja jam segini,,,” entah sejak kapan Zayyan berdiri di depan meja kerja Zabina.
“Pak bos harus cari sekretaris baru, aku akan resign secepatnya,,,” sambil melanjutkan pekerjaannya menyusun jadwal untuk beberapa hari kedepan.
Zayyan melotot tajam mendengar kata-kata Zabina, ia sudah membayangkan repotnya jika Zabina resign. Belum lagi jika ia butuh perencanaan pembangunan beserta gambarnya. Hanya Zabina yang bisa mengatasinya. Salahkan Zayyan yang selalu menolak jika Zabina menyuruhnya mencari karyawan yang mempunyai potensi dibidang itu.
“Kok mendadak, sih, dek,,,kamu mau kerja di perusahaan Oman sesuai dengan permintaan daddy ?”
“Gaklah,,,mending aku ngurus perusahaan Oma,,,” balas Zabina acuh. Entah mengapa setiap mendengar nama Oman, moodnya jadi berantakan.
__ADS_1
“Nana mau melanjutkan sekolah kak, buat persiapan memimpin perusahaan Oma. Sudah waktunya Nana terlibat langsung mengurus perusahaan sesuai harapan Oma,,,” lanjutnya mengingat pesan terakhir Oma Bella.
“Kamu sudah ijin sama Oman ??? Ingat dek, kamu saat ini sudah bersuami, apapun yang ingin kamu lakukan harus dibicarakan dulu dengan suami sebagai orang yang bertanggung jawab atas dirimu,,,” nasihat Zayyan dengan lembut agar Zabina bisa mengerti
“Ketika kalian mengambil keputusan menyangkut kehidupanku, jangankan meminta pendapatku, semua tiba-tiba sudah diputuskan dan aku gak ada kesempatan untuk menolak. Dan ketika aku hanya ingin menata masa depanku, kalian seolah tidak mendukungku. Salah apa aku pada kalian,,,apakah aku dilahirkan kedunia ini hanya untuk menuruti setiap kemauan kalian ??? Tidak adakah kesempatan untukku memilih jalan menuju kebahagiaanku ???” Zabina tidak kuasa membendung kesedihan yang mengisi setiap rongga dadanya
Dengan rasa bersalah, Zayyan memeluk erat adik kesayangannya. Jauh didalam hatinya Zayyan membenarkan setiap kata yang diucapkan oleh Zabina. Seandainya mommy mau mendengarkan saran Zayyan , mungkin kesalahpahaman ini tidak akan terjadi.
“Kakak akan selalu mendukungmu dalam segala hal,,,please jangan salah paham lagi,,,semua ada alasannya suatu saat kamu pasti bisa memahaminya. Kakak yakin Oman akan menjaga dan membahagiakanmu, dek. Buka hatimu dan jalani semuanya dengan ikhlas,,,” pelukan Zayyan membuat Zabina merasa tenang.
“NO !!! Jangan pernah berpikiran seperti itu, dek. Kalau keluarga Alif tau statusmu adalah seorang janda muda apakah mereka masih mau menerimamu ??? Dan lagian Oman dan semua keluarga tidak akan pernah menyetujui perpisahan kalian,,,” tegas Zayyan dengan mata menatap horor Zabina.
Zayyan memikirkan cara untuk menyadarkan adik kesayangannya agar bisa melihat bagaimana besarnya cinta Oman pada Zabina. Meskipun adik kecilnya mewarisi semua sifat minus mommy dan daddynya tapi aura kecantikannya mampu menghipnotis para kaum adam dan jangan lupa kepintarannya pun diatas rata-rata.
“Dek, daripada sekolah lagi kan lebih baik kamu ngurus cabang perusahaan TripZA yang sudah menjadi milikmu,,,” Zayyan masih berusaha menahan Zabina agar tidak semakin jauh dengan mommy dan daddynya
__ADS_1
“Nana sudah berjanji sama Oma akan meneruskan dan lebih mengembangkan perusahaannya,,,” tolak Zabina apa adanya
“Tapi dek, biar bagaimanapun itu juga hakmu sama seperti perusahaan Oma,,,” Zayyan terus berusaha meyakinkan Zabina
“Tapi kak, Nana bener-bener gak bisa. Coba kakak liat hidupku sekarang,,hanya numpang tidur dan makan dirumah mommy dan daddy saja, mereka sudah mengendalikan hidupku apalagi jika Nana ikut mengurus perusahaan mereka. Gak tau lagi apa yang akan Nana hadapi kedepannya. Berbeda dengan perusahaan Oma,,,” ucapan Zabina membuat hati Zayyan mencelos. Jurang yang orang tuanya ciptakan tanpa mereka sadari sudah semakin dalam.
Surat wasiat almarhumah Zalsa semakin membuat Zabina salah paham. Zayyan semakin frustasi melihat rumitnya kisah cinta sahabat dan adiknya yang melibatkan kedua orang tuanya.
Tanpa berkata-kata Zayyan masuk kedalam ruangannya. Begitupun dengan Zabina kembali melanjutkan pekerjaannya setelah menghapus sisa-sisa airmatanya dan emosinya kembali stabil.
🎶🎶🎶🎶
selamat menikmati semoga menghibur jangan lupa mampir dicerita othor yang lain ya 🙏🙏🙏
tolong dukungannya salam hangat dari author
__ADS_1