CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 14


__ADS_3

Selamat membaca


Zabina menyeret kakinya dengan paksa mengikuti langkah kaki Zayyan yang menarik tangannya menuju ruang kerja daddy mereka dengan rasa penasaran dan bingung jadi satu. Zayyan tak sekali pun memberikan penjelasan ketika ditanya oleh Zabina.


“Ada apa mom, dad,,,” dengan suara dan wajah datar Zabina bertanya ketika berada didepan mommy dan daddynya.


“Duduk dekat mommy,  sayang,,,” dengan suara lembut Devania menggeser posisi duduknya agar Zabina bisa duduk di antara dirinya dan sang suami


Zabina terhenyak mendengar suara lembut mommynya bukan karena sang mommy sering berkata kasar tapi entah mengapa  perasaan tidak enak menyeruak didalam dadanya, namun Zabina menepis semua itu dan tetap berprasangka baik.  Kemudian Zabina duduk disamping mommy dan daddynya dengan sedikit ragu.  Zayyan memberikan senyum terbaiknya agar Zabina merasa tenang.


“Sayang,  nak Oman menemukan surat almarhumah Zalsa yang ditujukan kepada mommy dan daddy, isinya sebuah permintaan . Kamu mengerti kan sayang,  jika permintaan orang yang sudah meninggal harus segera dilaksanakan agar dia bisa tenang dialamnya,,” Devania berbicara panjang lebar pada Zabina yang masih belum mengerti


Zabina terdiam mencerna setiap kata yang diucapkan oleh mommynya dan menatap datar pada mommy dan daddynya.  Selanjutnya Zabina menatap Zayyan meminta penjelasan namun yang ditatap hanya mengangkat bahu kemudian menatap kesembarang arah.  Zabina tahu gelagat kakaknya yang menyembunyikan sesuatu.


“Maksud mommy apa,  Nana gak ngerti,,,” Zabina tetap tak mengerti arah pembicaraan mommynya

__ADS_1


“Kamu mau kan agar arwah kakakmu tenang  di alamnya,,,” mommy belum menjelaskan maksudnya


“ Tentu saja,  mom,,,Nana selalu berharap yang terbaik buat kak Zalsa,,,” dengan datar Zabina menjawab.


“Mom,  Nana semakin bingung. Jangan berbelit-belit deh,,,” Zabina melanjutkan dengan menahan kesal


“Kakakmu Zalsa meminta dalam suratnya agar kamu menikah dengan nak Oman,,,” belum selesai ucapan Devania,  namun Zabina sudah berdiri dan menolak


“TIDAAAAKKK  !!! aku gak mau mom,,, !!!” teriak Zabina sambil menangis


“Udah dek,  jangan teriak-teriak,,,malu sama keluarga Oman,,,” Zayyan buru-buru berdiri memeluk adiknya dengan rasa sayang sambil menepuk-nepuk punggungnya agar bisa lebih tenang.


“Mom,  dad,,,dosa apa Nana pada kak Zalsa sehingga meskipun kami berbeda alam tetap saja dia selalu merenggut kebahagiaanku.  Tidak cukup dengan mengambil semua kasih sayang dan perhatian kalian  ???? Sekarang harapanku untuk hidup dan menua bersama orang yang aku cintai pun kini dipertaruhkan,,,hiks hiks hiks “. Zabina menangis pilu dalam pelukan dada bidang kakaknya.


Hati Devania dan Arya seketika mencelos mendengar penuturan putri bungsunya untuk pertama kalinya. Rasa bersalah memenuhi rongga dada mereka. Dalam hati keduanya membenarkan ucapan putrinya,  selama ini mereka terlalu fokus pada pengobatan Zalsa sehingga melupakan gadis kecil yang kini tumbuh dewasa dengan segudang keluhan.

__ADS_1


Tidak sepantasnya mereka meminta hal yang lebih pada putri bungsunya yang bahkan sampai sekarang pun putrinya itu belum pernah menggunakan uang dari pendapatan perusahaan yang mereka berikan. Tapi mereka bisa apa,  wasiat itu harus segera dilaksanakan.


“Kak, gimana nih,  Nana gak mungkin menikah dengan seorang duda apalagi duda dari kak Zalsa,  memalukan,,,” Zabina meminta solusi dari kakaknya yang terkenal pintar


“Mau gak mau,  wasiat almarhumah harus segera dilaksanakan,,,,beginilah jalannya takdir untuk mempersatukan kalian,,,” sambil mengelus lembut pucuk kepala adiknya yang sangat ia sayangi.


“Gimana masa depanku yang harus hidup dengan seorang suami warisan,  kak.  Kami tidak saling cinta dan rasanya Nana gak akan mungkin mencintai suami kakakku sendiri,,” gumam Zabina frustasi


“Jalani aja,  dek,,,semua akan terjawab seiring dengan waktu. Sekarang kamu bersiap-siap besok pagi kalian akan menikah dan kakak harap adik kesayangan kakak tersenyum meskipun itu sulit,,,” senyum Zayyan menenangkan hati Zabina yang galau.


Melihat putri mereka tidak menentang perkataan Zayyan,  membuat hati Devania dan Arya merasa lega dan berdoa agar putri bungsu mereka yang terkadang tak dapat ditebak agar tidak melakukan hal-hal yang aneh.


“Mom, dad,,,Yan antar Nana ke kamarnya.  Mom dan dad bicara sama Oman dan orang tuanya,,” seraya merangkul pundak adiknya menuju kamarnya.


🎶🎶🎶🎶🎶

__ADS_1


maafkan othor baru up. Review bab sebelumnya lama


jangan lupa dukungannya


__ADS_2