CINTA SUAMI WARISAN

CINTA SUAMI WARISAN
CSW # 29


__ADS_3

...Happy reading beloved readers...


Waktu menunjukkan pukul 16.00,  Oman kini telah berada ditengah kemacetan jalanan ibukota seperti biasa ia mengemudikan mobilnya sendirian,  sudah menjadi kebiasaan Oman hanya memakai jasa supir jika akan menemui kliennya.


Kurang lebih satu jam Oman terjebak macet  dan kini ia telah memasuki pintu gerbang rumahnya dengan dahi berkerut melihat sebuah mobil pajero sport terparkir.  Setengah berlari Oman memasuki rumah, berbagai pikiran tentang Alif berkelebat sempurna di dalam kepala cerdasnya.


Hati dan perasaannya semakin tak menentu ketika mendapati ruang tamu kosong. Bagaikan orang gila,  Oman memeriksa semua kamar yang berada dilantai satu dan lagi-lagi tak menemukan tanda-tanda keberadaan Zabina maupun Alif. Tak seorang pun yang bisa Oman tanya karena para ART kembali kerumah belakang setelah pekerjaan mereka selesai dan akan kembali saat akan menyiapkan makan malam untuk mereka. Oman duduk menenangkan diri sambil bersandar di sofa memejamkan matanya,  sesaat ia melupakan peristiwa di kafe.


Karena rasa hausnya Zabina kemudian keluar kamar dan menuruni anak tangga satu per satu. Langkahnya memelan melihat Oman yang tertidur di sofa.  Mungkin kak Oman kelelahan seharian menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Pikirnya kemudian melanjutkan langkahnya kearah dapur untuk mengambil minuman. Setelah itu Zabina mengambil laptop  yang tadinya ia letakkan diruang keluarga,  lalu duduk di depan Oman seraya menyalakan laptopnya untuk memeriksa laporan perusahaan PT.  Adhira,  perusahaan warisan oma Bella.  Zabina memutuskan untuk ikut terlibat dalam perusahaan meskipun belum totalitas karena tugas kuliahnya juga tak bisa ia abaikan begitu saja. Beruntung orang kepercayaan Oma Bella mengerti dan mau menunda pensiunnya hingga Zabina menyelesaikan kuliahnya.


Pak Sapto adalah kepercayaan Oma Bella dan Opa Sony yang selama ini mengurus perusahaan PT. Adhira milik keluarga Oma Bella dan kini diwariskan pada Zabina. Karena amanah dari sang oma dan rasa sayangnya pada Zabina hingga meskipun Pak Sapto sudah cukup berumur namun beliau tetap mengurus perusahaan dan secara perlahan mulai memberikan tanggung jawab pada Zabina.


Merasakan kehadiran seseorang didepannya,  perlahan Oman membuka matanya dan menatap Zabina yang sedang serius dengan laptopnya bersamaan dengan Zabina mengangkat kepalanya sehingga tatapan mereka saling mengunci dengan jantung keduanya berdebar. Zabina bahkan tanpa sadar memegang d**anya. Zabina terlebih dahulu memutuskan tatapannya dan kembali menekuni laptop dihadapannya.


“Kak Oman kalau capek,  tidur di kamar. “ tanpa mengalihkan pandangannya benda persegi berlogo apel digigit.


“Mobil siapa yang terparkir didepan ?” Oman tak dapat lagi membendung rasa penasarannya

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Oman,  mendadak Zabina kesal entah karena cara bicara Oman membuatnya tersinggung atau karena bayangan wanita cantik yang bergelayut manja pada Oman siang tadi di kafe.


“Mobilku. “ singkat, padat,  jelas dan datar


“Lalu Mobil lamanya  ??? Tukar atau dijual  ??? Padahal mobil yang dulu masih baru dan lebih mahal, kan mubadzir, sayang,,,”


“Ada gak notifikasi diponsel kak Oman pembayaran tagihan ???” dengan menahan rasa kesalnya, Zabina berbicara dengan penekanan pada akhir kalimatnya.


“Gak ada. “ dengan polosnya Oman menjawab Zabina yang menatapnya kesal


“Kenapa gak disini aja,  garasi kita kan luas dan jika Sewaktu-waktu ingin memakainya gak repot harus ke apartemen dulu. “


Oman benar-benar melupakan niat awalnya untuk memberikan penjelasan pada Zabina tentang sahabatnya Lena.  Perhatian Oman teralihkan. Zabina pun tak ingin meminta penjelasan apalagi bertanya tentang wanita yang bersama Oman.


“Kak,  rumah ini bukan punyaku.  Entah sampai kapan aku akan berada di rumah ini, jadi biarlah semua berjalan sebagaimana mestinya, kita hanya perlu saling menghormati agar jika saatnya tiba hubungan kita tetap akan baik-baik saja. “


Ucapan Zabina sukses membuat darah Oman mendidih,  ia lalu menghampiri Zabina dan langsung memeluk serta me****t bibir Zabina secara kasar dan menuntut.  Untuk sesaat Zabina terdiam kaget dengan perlakuan Oman yang tiba-tiba menyerang bibirnya tanpa ampun. Dengan jantung yang kembali bekerja keras kemudian Zabina segera mendorong tubuh Oman dengan mata melotot tajam.  Aura dingin seketika dirasakan oleh Oman.

__ADS_1


“Aku harap kedepannya kak Oman jangan pernah melakukan hal itu lagi jika tidak ingin berakhir tragis. “ kemudian meninggalkan Oman yang masih termangu mencerna kata-kata Zabina. Aura dingin masih dirasakan Oman membuatnya bergidik ngeri


‘Maafkan aku kak, tidak salah jika menciumku bahkan melakukan lebih dari itupun adalah hakmu akan tetapi aku tidak ingin berakhir seperti kak Zalsa. Mencintai orang yang bahkan tidak pernah sedikitpun melihat diri kita ‘. Batin Zabina menahan airmatanya.


Zabina selalu berusaha membentengi hatinya agar tidak terjebak dalam pesona seorang Oman Fathan yang terkenal didunia bisnis dan diminati oleh kaum hawa.  Walaupun begitu detak jantungnya yang selalu bekerja keras setiap berdekatan dengan Oman namun selalu ditekan oleh Zabina dengan menggunakan pikirannya.  Rupanya didikan opa Sony tidak sia-sia karena Zabina selalu mengedepankan pikiran dan logikanya sebelum menggunakan hati.


Pesan opa Sony yang melekat sempurna pada diri Zabina adalah lakukan yang terbaik,  jangan pernah menyerah, selaraskan hati, pikiran dan perasaan sebelum melakukan sesuatu agar tidak merugikan orang lain serta kuasai amarah sebisamu dan jangan biarkan amarah mengalahkan logika jika tidak ingin merugikan diri sendiri.


🌈🌈🌈🌈🌈


Alhamdulillah up_nya selesai, selamat menikmati dan jangan lupa dukungannya dengan komen,  like (👍), favorit (❤) dan boom like.


WARNING  !!!!


DUKUNGANNYA PAKAI POINT AJA, YA.  JANGAN PAKAI KOIN MAHALLL


Salam hangat dari author yang masih stay didunia halu

__ADS_1


__ADS_2