
Vasko dan Khansa saling membisu, Khansa seperti tak mau menjawab pertanyaan barusan, dia berusaha menghindar baper terlalu dini hanya karena Vasko bertanya begitu.
"Khan itu dagingnya, gosong!"
Khansa yang tersadar segera membalik dagingnya, tanpa sadar dia telah melamun
"Astaga! Vasko maaf ya, astaga!" sesal Khansa, buru mengangkat daging yang sudah setengah gosong itu.
"Pertanyaan gue tadi gak perlu di pikirin." Vasko segera membantu Khansa menaruh daging di piring
"Oh e-engga aku-aku kaget aja maaf." Khansa terlihat grogi Vasko hanya tersenyum, Rosa datang menghampiri mereka mendengar keributan perihal daging yang gosong tadi
"Vasko disini, pantesan engga keliatan di luar." Rosa mendekat kompor dan melihat ke piring yang berisi daging
"Dagingmu agak gosong kayaknya." komentar Rosa membuat Khansa agak malu mengiyakannya, Rosa mengambil spatula dari tangan Khansa dan mengangkat daging yang hanya gosong sebelah itu lalu menaruhnya di piring
"Ini engga usah di makan buang aja, biar aku panggang yang baru buat Vasko. Yang gosong begini engga bagus buat tubuh." Rosa memberikan piring berisi daging setengah gosong itu pada Khansa untuk segera membuangnya Vasko segera merebut piring tadi sebelum Khansa sempat membuangnya.
__ADS_1
"Jangan dibuang! Aku suka yang gosong!" seru Vasko seraya pergi keluar membawa piring tadi dengan muka agak jengkel, Khansa menatap Rosa sebentar lalu pergi meninggalkan Rosa sendiri, Rosa menghela nafas menggeleng kepala baru saja dia akan cari muka, Vasko malah sudah mengabaikannya. Ratna dan Beno cukup penasaran saat melihat Vasko berjalan dengan langkah besar menuju meja makan
"Ada apa Khan? kok gue denger lu tadi teriak?" bisik Ratna
"Nggak apa-apa sedikit gosong aja, jadi kaget!" cerita Khansa ia melirik ke arah Vasko yang dengan cueknya memakan daging yang rada gosong itu tanpa menoleh ke arahnya Khansa jadi merasa canggung belum lagi pas Rosa datang ke dapur bukannya menetralkan suasana malah membuatnya makin panas.
Acara makan malam itu berjalan lancar Vasko tampak sudah melupakan kejadian di dapur tadi ia sudah tampak tenggelam dalam Senda guraunya bersama teman-temannya tinggal acara menyalakan kembang api di halaman belakang Beno dan Ratna pun udah terlihat lebih akrab terbukti dengan kedekatan keduanya dari awal acara hingga sekarang, Khansa hanya duduk manis di bangku ayunan sambil sesekali mengecek notif handphonenya yang kosong seperti hatinya Vasko menghampirinya Khansa reflek bergeser dari duduknya seolah memberi ruang untuk pria itu duduk disana.
"Ini ulang tahun yang ke berapa?"
"28, lu?" Vasko nanya balik
"Udah tua gak sih? tapi masih jomblo." ledek Vasko pada dirinya sendiri
"Engga juga mukamu masih belum kerutan." ucap Khansa membuat Vasko tertawa kecil
"Bisa juga becandaan ya."
__ADS_1
"Iyalah kan gue juga punya selera humor ... lalu kapan rencana buat nyari pasangan dari usia sekarang kan lu udah mapan lho! secara finansial juga kan udah mapan, nunggu apa lagi?"
"Justru karena udah mapan ini engga bisa sembarangan pilih pasangan, ya mungkin kedengerannya gue seperti yang pemilih tapi ya sebenarnya aku nyari cewek itu yang nggak memandang gue ini siapa ..." Khansa hanya angguk angguk
"Gue terlalu royal sih sama cewek apalagi kalo udah sayang segalanya akan Gue kasih." cerita Vasko panjang kali lebar
"Kamu tenang aja Ratna itu bukan yang gitu kok orangnya aku tau banget dia gimana."
"Oh ya kalo kamu gimana? apa kamu engga bercita-cita mencari lelaki mapan buat lu?"
"Gue? Ya semua cewek pasti memimpikan itu, sih! tapi dengan statusku yang sekarang kayaknya sulit untuk mencari yang mau nerima ... apalagi aku udah punya anak juga."
"Gue kayaknya masih mau tuh sama lu."
Kali ini kode lebih jelas tapi Khansa selalu berusaha untuk tidak terpengaruh dengan ujaran manis Vasko dirinya selalu membantah kalo Vasko hanya berusaha menyanjungnya, bukan berarti Vasko naksir padanya.
"Udahlah toh kamu udah engga salah pilih, kok. Ratna dia masih sendiri."
__ADS_1
Suara ledakan petasan menghentikan percakapan mereka berdua, Khansa terlalu hanyut dengan indahnya kembang api yang tengah menyala, Khansa tidak menyadari kalo Vasko lebih memilih memperhatikan wajahnya daripada melihat keindahan kembang api. Perasaan apa ini kenapa waktu seperti terhenti saat kamu berada di dekatku. Vasko menyentuh tangan Khansa, Khansa kaget dan segera menarik tangannya Vasko menggenggamnya lebih erat dan memaling pandangannya menikmati indahnya kembang api, Khansa berbalik menatap wajah Vasko ia tampak terlihat bahagia karena sudah meraih tangan Khansa, ia pun akhirnya membiarkan Vasko menggenggam tangannya untuk waktu yang lebih lama.