
Khansa termangu ditempat duduknya, isi kepalanya lantas menerawang jauh ia melangkah dengan gontai menuju parkiran motor, Vasko bahkan akhir-akhir ini hampir tak pernah men-chat dirinya, Khansa akhirnya menyadari alasan pria itu tidak menghubunginya, tentu saja alasan kesibukan menggarap projek bersama artis barunya, ia tak tahu-menahu jika Vasko memiliki misi mendirikan sebuah agensi yang dia tau Vasko hanya memiliki studio tempatnya mencari kesibukan. Khansa berusaha fokus dan mulai menjalankannya motornya. Vasko pun lebih banyak menghabiskan waktunya distudio, untuk sekedar pulang ke rumah pun hanya sebentar untuk mandi saja, setelah itu dia kembali lagi ke studionya, projek mereka sudah mulai jalan, Farna sudah melakukan sesi pemotretan untuk profil dan akan melakukan rekaman dalam waktu dekat. Khansa tak ingin terbebani dengan harapan bisa bersama dengan Vasko, ia berusaha membuang bayangan Vasko dari kepalanya, dengan pergi mengunjungi Rafa di kampung walau cuma sehari. Sementara itu Farna baru saja selesai rekaman, tepuk tangan meriah dari mereka yang menanti dirinya dibelakang layar, Vasko adalah yang paling semangat dalam men-support Farna karena ini adalah mimpinya sejak lama membangun agensinya sendiri. Ratna pun turut ikut senang bertepuk tangan menyambut Farna keluar dari dapur rekaman. Vasko bahkan dengan reflek memeluk Farna saking senangnya membuat Ratna dan Raiden saling pandang bertanya-tanya, Farna pun dengan hangat membalas pelukan dari Bosnya itu.
"Aku suka kerja kerasmu itu!" Puji Vasko tersenyum lebar
"Makasih!" jawab Farna malu-malu
Sehabis dari rekaman beberapa hari yang lalu, Vasko benar-benar memanjakan Farna bak seorang Ratu, makan enak, fasilitas mewah seperti mobil bahkan Vasko tak segan membeli sebuah unit apartemen mewah untuk Farna demi menjaga privasinya sebagai artis pendatang. Benar saja satu bulan pasca dirilis, baik offline maupun via platform online lagu Farna langsung melejit, bahkan kafe-kafe, mall dan tempat-tempat umum lainnya terdengar memutar lagu berjudul "Rindu" itu. Khansa yang tadinya bodo amat dengan lagu-lagu bertema romansa gara-gara keseringan mendengarnya secara tidak langsung dan terngiang-ngiang dikepalanya.
Ratna yang sejatinya hampir setiap hari mengunjunginya pun jadi tak tampak Batang hidungnya, hanya chatnya yang tak pernah absen mengabari Khansa.
Vasko memasuki ruang staff.
"Sore ini kalian semua jangan pada langsung pulang, kita ada acara makan malam di Rumah Makan xxx!" Pesan Vasko seraya berlalu, para staff langsung bersorak kegirangan mendapat kabar makan besar itu. Sekitar jam 7 malam rombongan dari studio Vasko tiba di Rumah Makan xxx begitu pula Farna sebagai tokoh utama malam itu. Vasko sudah konservasi sehari sebelumnya, jadi Rumah Makan yang mereka kunjungi ini adalah rumah makan lesehan perpetak, Vasko sengaja memilih tempat yang agak luas sehingga semua staffnya bisa kumpul di satu tempat.
"Oke, jadi acara makan malam kita ini adalah merayakan keberhasilan penjualan album yang ke dua juta copy selama satu bulan ini!" Sontak ucapan pembuka dari Raiden itu langsung disambut tepuk tangan meriah para staff yang kira-kira berjumlah 30 orang lebih itu.
"Farna kamu memang yang terbaik!" Raiden memberikan jempolnya untuk Farna, yang disambut senyum manis cewek itu sambil membungkuk berterima kasih pada staff dan specially Vasko. Acara makan malam berjalan lancar, bahkan Vasko dan Farna asik bergurau hingga membuat Ratna sibuk melirik ke arah mereka berdua menggali benih benih cinta yang bisa saja tumbuh dari salah seorang dari mereka berdua, Ratna seperti ambil hati demi Khansa sahabatnya. Sebelum acara makan benar-benar selesai Ratna memilih pamit duluan pada Vasko dan yang lainnya, sebelum dia pulang, ia singgah dulu ke rumah Khansa, tampak cewek itu lagi asik nonton TV sambil rebahan main hape, entah sejak kapan janda ini menjadi lapang, tentu saja sejak Rafa ikut Ibunya dikampung.
"Enak banget! Hidup lu nggak bareng Rafa."
Khansa yang sudah tau kedatangan Ratna sejak mendengar suara motor yang tak asing berhenti didepan rumah, ia tetap memilih rebahan.
"Lu mah, nggak ngerasain aja. Lu, kan belum punya anak!" jawab Khansa seraya bangkit duduk
"Iyalah, gue jomblo!" sahut Ratna ikut terduduk.
"Baru pulang?" tanya Khansa, baju dan wajah Ratna hampir sama kusutnya
"Iya, habis ada acara!"
__ADS_1
"Acara apa?"
"Makan malam, merayakan keberhasilan penjualan album bulan ini."
"Ooh! Sukses besar ya."
Ratna hanya menjawab dengan merapatkan bibirnya hingga membentuk lengkungan.
"Asisten manajer!" seru Khansa agak ngeledek
"Nggak, gue jadi Staff yang ngurus sosial media sekarang. Tadinya iya, tapi rasanya gue kurang mampu ngikutin jadwalnya artis yang padat nggak sanggup raga ini!" jawab Ratna penuh perasaan
"Nggak apalah yang penting gajinya gede!"
"Lu nggak niat cari kerjaan lain apa? Yang gajinya lebih gedean dikit?" tanya Ratna balik, melenceng dari topik perbincangan mereka
"Ya, kepengen tapi belum tau mau kerja apa lagi?"
"Aku nggak pengalaman soal musik Rat."
"Emangnya kerja di studio harus bisa musik, gue aja kerjaannya cuma mentengin sosmed ngeliatin perkembangan lagunya."
"Ya udah, deh! Gue coba."
"Gitu dong, besok gue coba tanyain."
Keesokan harinya, Ratna seperti bisa masuk kerja jam 8 pagi, ia menjenguk sebentar ke ruangan Vasko tapi pria itu belum tampak disana. Hanya ada Raiden di ruang editor bersama beberapa editor lainnya.
"Vasko belum datang?" tanya Ratna pada Raiden
__ADS_1
"Belum, ada apa?"
"Ah! Ada keperluan dikit." sahut Ratna
"Mau minjem duit? Nih, sama gue aja." Tebak Raiden menawarkan
"Ngaco lu!" semprot Ratna seraya keluar dari sana. Entah kenapa Ratna menjadi gugup ingin menanyakan perihal kerja itu, padahal biasanya dia engga sekaku ini berhadapan dengan Vasko mungkin karena Vasko yang rada cuek akhir-akhir ini membuat Ratna merasa agak segan meminta padanya karena sekarang kan dia sudah menjadi seorang Bos besar, dan lagi agensinya mulai di kenal banyak orang sejak rilisnya album mereka, bahkan setiap hari ada ada saja para sponsor atau wartawan yang nangkring didepan studio demi mendapatkan berita terkini, sehingga Ratna merasa jarak mereka mulai merenggang tak seakrab dulu. Ratna berpapasan dengan Vasko sesaat baru keluar dari ruang editor, Ratna yang kaget reflek memanggilnya
"Vasko!" seru Ratna membuat Vasko menghentikan langkahnya
"Ratna, ada apa?" tanya Vasko tampak serius membuat Ratna jadi ragu untuk mengutarakan niatnya
"Anu ... ada yang mau gue tanyain?" ucap Ratna akhirnya, Vasko lalu mengajaknya masuk ke ruangannya, biar bisa lebih santai ngobrolnya.
"Ada apa?" tanya Vasko mempersilakan Ratna untuk duduk disofa ruang kantornya
"Gini ... lu ada lowongan lagi nggak, sih kira-kira?" tanya Ratna terkesan
"Lowongan? Buat siapa?"
"Buat temen, gue."
"Untuk sekarang, sih belum ada!"
"Oo! gitu." Ratna tampak pasrah tanpa menyela
"Temen lu siapa?" tanya Vasko berulang
"Ng ... Khansa!" jawab Ratna sepersekian detik terdiam, Vasko tampak menghela nafas Ratna menatap lekat ke arah Vasko, pria itu bahkan tak bereaksi saat mendengar nama Khansa disebut.
__ADS_1
"Ya, udah gue balik kerja dulu!" Ratna pun bangkit dari duduknya dengan langkah gontai menuju pintu.