Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 15


__ADS_3

Seharian itu Vasko menghabiskan waktunya di Villa ditemani sebotol anggur, pikirannya berkelana menjelajah ke belakang sana, waktu sudah menunjukan pukul 4 sore missed call dari Beno sudah tak terhitung bahkan pesan sekalipun, SMS dari Khansa pun hanya dilirik saja tanpa dibaca. Ia sudah menaruh harapan pada Khansa, Vasko tak menyangka akan berujung pada penolakan, apa yang salah dengannya dia memiliki segalanya wajah tampan rupawan ini kenapa harus ditolak oleh seorang janda. Khansa merasa agak risau ia masih memegang hapenya menunggu balasan Vasko, pesan yang ia kirim belum centang biru itu artinya Vasko belum membacanya atau bahkan tidak ingin membacanya.


Selepas Isya tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar Khansa buru-buru membuka pintu saat tahu yang datang adalah Vasko, matanya terlihat sendu. Khansa mempersilakan Vasko untuk duduk


"Apa yang salah dariku Khan?" tanya Vasko lesu tatapan matanya begitu sayu, ia menyenderkan kepalanya dipundak mungil Khansa, Khansa hendak menolaknya tapi...


"Lu dari mana aja? Lu habis minum?" Tanya Khansa tampak cemas


"Cuma minum sedikit, gue bawa mobil." ucapnya dengan 70% kesadarannya


"Gue harus gimana supaya lu bisa Nerima gue?"


"Jadilah diri sendiri!" ucap Khansa pelan


"Kenapa gue yang merasa terluka begini."

__ADS_1


"Itu karena kamu terlalu menaruh harapan."


"Bagaimana denganmu? Apa lu sedang berusaha membohongi diri lu sendiri?" Khansa hanya terdiam, ia akui dia memang menyukai Vasko, tapi sejauh ini hatinya belum bisa menerima orang lain, sekalipun diakhir hubungannya dengan Hendy tidaklah baik baik tapi sosok itu masih melekat dihatinya


"Apa lu sekarang sedang berusaha untuk nggak membenci gue? Apa lu mengikhlaskan gue untuk mencari wanita lain?"


"Vasko! ... gue bukannya nolak lu tapi gue cuma butuh waktu buat meyakinkan perasaan gue..."


"Berapa lama?" Vasko mengangkat kepalanya menghadap wajah Khansa yang dengan cepat menepis pandangan mata Vasko


"Gue nggak bisa janji!"


"Eeh jangan macem-macem!" Vasko hanya tersenyum jahil, seketika wajah lesu nan sendu tadi sudah berubah jadi senyuman. Setidaknya Vasko sudah menemukan titik terang dari hubungannya dengan Khansa, Khansa tidak benar benar menolaknya.


"Udah balik sana! Beno tadi nanyain kamu dimana, kayaknya dia khawatir." cerita Khansa setelah menenangkan suasana hati tuan muda

__ADS_1


"Rasanya males pulang ya?! Kan tadi gue habis minum lho takutnya kenapa napa di jalan." Khansa mencubit pinggang Vasko


"Lu bisa nyetir sampe sini terus lu tiba-tiba nggak bisa balik lagi?!!" Vasko memanyunkan bibirnya


"Oh ya! berapa lama lagi Rafa disana? Gue udah engga sabar mau pedekate sama dia."


"Masih lama ... udah sana balik cepet." Khansa mendorong tubuh Vasko kearah pintu, Vasko akhirnya pasrah saja.


"Gue-eh salah deh, aku sebenarnya ngantuk banget Khan!" Keluh Vasko lagi berharap Khansa akan menahannya untuk pulang


"Mau lu apa, sih? kalo lu nginep disini besok pagi yang ada gue udah diusir dari sini." tukas Khansa dengan nada jengkel


"Kok lu? Kamu dong!" protes Vasko


"Terserahlah!" jawab Khansa rada ketus

__ADS_1


"Iya udah aku balik dulu." ucapnya dengan rona muka cemberut, tapi Khansa bodo amat ngambeknya Vasko tidak ada artinya dibandingkan gosip tetangga tentang dirinya. Menjaga diri demi kehormatan keluarganya dan anaknya Rafa.


jangan lupa like dan komennya biar author makin semangat updatenya 🤓 terima kasih sudah setia dengan novel ala kadarnya ini 😢


__ADS_2