Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 16


__ADS_3

Yura tampak sedang duduk bersama Beno di ruang tengah, melihat kedatangan Vasko ia berdiri dan menjewer telinga lelaki berbadan kekar itu, engga peduli semacho apa, Vasko tetap tidak berkutik dengan kakaknya.


"Kebiasaan, deh! ngilang-ngilang engga ngasih kabar kayak jelangkung aja." gerutu Yura yang sudah sejam menunggunya


"Maaf Kanjeng Ratu!" Sesal Vasko sambil membungkuk dengan nada setengah meledek, Yura kembali duduk.


"Darimana aja, sih?" tanya Yura lagi


"Aku dari Villa, tiba tiba pengen liat laut."


Vasko berlalu masuk ke kamar, ia menghempaskan tubuhnya di atas kasur memejamkan mata seraya tersenyum senyum sendiri, Yura mengetuk pintu kamar dan masuk menemui Vasko, ia melirik sebentar kedatangan Yura.


"Kamu kenapa?" Tanya Yura menduga duga entah sedang bahagia atau sedang galau yang jelas dia ingin tau. Vasko bangkit dari rebahannya


"Apa pendapat kakak tentang single parent?" Yura agak kaget dengan pertanyaan Vasko barusan, Yura berpikir sejenak.


"Apa sih? Maksudnya janda gitu? Itu hanya sebuah label, kan? Nggak ada yang salah!" Yura bertanya balik


"Seandainya adikmu yang tampan ini suka sama janda?"


"Nggak usah ditambah embel-embel tampan napa?! ... ya terserah kamu lah, kamu yang jalanin, tapi ya sedikit masukan aja, nih ya! yang namanya janda kan udah pasti dia punya pengalaman lain tentang pasangannya apalagi kalo udah punya anak otomatis hubungan dia sama si mantan itu akan tetap terjalin, jadi kalo kamu gak sabar kamu akan cemburu."

__ADS_1


Vasko manggut-manggut yang dikatakan kakaknya itu benar sekalipun mereka telah bercerai tapi hubungan mereka tetap akan terjalin karena anak mereka.


"Emang siapa janda yang kamu suka?" tanya Yura lagi


"Ada, nanti aku kenalin dia orangnya baik." Vasko kembali merebahkan diri ia memeluk erat gulingnya.


Jarum jam menunjukkan pukul 6 pagi Khansa masih berbaring ditempat tidur sembil memainkan handphonenya hari ini tak ada jadwal bekerja jadi dia bisa agak santai pagi itu.


Tring! Pesan masuk dari Ratna, Khansa segera membukanya


"Eh ikut ya ntar sore ada reuni kecil di Pondok xxx, semua anak IPS ikut!" ajak Ratna


"Insya Allah, deh! Kalo engga males." jawab Khansa


"Iya ntar gue usahakan, deh! hadir."


Skip saja


Jadi sorenya, Khansa membongkar isi lemarinya mencari pakaian yang cocok untuknya pergi ke acara reunian itu, pake dress panjang atau pake celana Khansa bingung engga ada tempat buat bertukar pendapat ia akhirnya memutuskan memakai dress panjang saja biar engga ribet mamadu padankan warna baju dan celana ia cukup memasang jilbab yang sama dengan warna bajunya. Khansa sudah siap ia tinggal berangkat. Khansa tiba di depan Pondok xxx rumah makan ala tradisional itu tampak ramai sore itu, Khansa sudah bisa mengenali wajah pengunjung yang banyak itu ya beberapa teman sekelasnya dulu. Ratna melambaikan tangan ke arah Khansa yang hanya tersenyum seraya melangkah masuk. Ratna mempersilakan Khansa untuk duduk di sampingnya ada beberapa teman cowok dan cewek yang menyapa kedatangan Khansa, Khansa memandang satu persatu teman seangkatannya itu ada yang datang dengan pasangannya, ada pula yang sendiri. Tampaknya teman-temannya udah pada sukses itu terbukti dari barang-barang yang mereka bawa tapi entah ini acara reuni atau malah acara pamer, barang-barang yang mereka tenteng semuanya terlihat bermerek mulai dari jam, sepatu, pakaian, handphone, tas belum lagi muka cerah glowing perawatan berjuta-juta, Khansa merasa menciut berada disana Ratna pun tak mau kalah fashionnya sore itu. Apa hanya aku yang membawa tas tak bermerek pikir Khansa. Tapi untungnya Rafa sedang tidak ada karena kali ini teman-temennya engga ada yang membawa anak mungkin biar lebih akrab.


"Pesen dulu, kita udah tadi." Ratna memberikan buku menu pada Khansa

__ADS_1


"Anakmu engga ikut Sa?" tanya Dicky pada Khansa


"Ah! Lagi ikut ayahnya."


"Buruan, dong! Sa cari yang baru biar cepat move on!" celutuk Mika yang datang dengan membawa suami tajirnya


"Iya biar cepet nambah prajurit kayak Mika." Raka menunjuk perut besar Mika


"Ih udah nambah aja lu, yang keberapa emang?" Tanya Khansa turut senang


"Yang ketiga." jawab Mika memperlihatkan e jari tanganny


"Udah 3 aja lu, gue malah boro-boro anak, laki aja belum punya." Celoteh Ratna


"Kebanyakan milih, sih! Lu."


"Pilih-pilih apanya, yang naksir aja nggak ada." Ratna memanyunkan bibirnya


"Kalo gitu sama Raka aja, kan! sama masih sendiri?" Usul teman yang lain


"Ya elah males.'

__ADS_1


Mereka tertawa bebarengan, Khansa sudah tenggelam dalam suasana ramenya reuni mereka.


__ADS_2