Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 33


__ADS_3

Vasko tiba dirumahnya, ia merebahkan diri dikasur, membuka hape dan ada beberapa notif dari grup chat, yang mana mereka sedang membahas tentang kencan buta tadi.


Raiden: "Gue dapet nomer cewek baru nih?"


Willy: "Yang mana?"


Raiden: "Yang pake sweeter pink!"


Willy: "Khansa?"


Raiden: "Iya! ... keliatannya, sih polos!"


Willy: "Deketin gih! Ntar kita bisa sharing!"


Vasko menscroll lagi pesan ada sekitar 5 orang yang semuanya laki laki yang menanggapi pesan Raiden tadi, ada pula yang meminta Raiden untuk men-share nomer tersebut digrup supaya mereka juga bisa main bareng cewek yang mana itu nomer Khansa. Isinya lebih ke sesuatu yang negatif,


"Bangs*t!" Caci Vasko seraya menelpon Raiden detik itu juga. Raiden segera mengangkat panggilan Vasko


"Halo Bro!"


"Lu hapus nomer Khansa sekarang!" Gertak Vasko masih dengan nada rendah namun tegas


"Maksud lu?"


"Hapus sekarang atau gue ke rumah lu sekarang buat hapus tu nomor!" Gertak Vasko lagi dengan nada lebih tinggi

__ADS_1


"I-iya, gue hapus!"


Raiden mematikan sambungan telpon dengan keadaan takut dan bingung, gimanapun dia itu baru aja kerja sama Vasko, ia tak ingin kehilangan pekerjaan yang sesuai dengan minatnya itu. Keesokan harinya Vasko memasang tampang garang memasuki studio, Raiden yang sudah tiba disana terkejut saat Vasko membuka pintu studio dengan keras.


"Udah lu hapus?" tanya Vasko tanpa ba bi bu pada intinya


"Udah!" Raiden masih tampak penasaran salah apa dia sampai membuat bosnya itu marah padanya. Perkara nomer cewek yang baru mereka kenal.


"Lu minta nomernya emang sengaja buat dipamerin doang?" tanya Vasko menginterogasi Raiden.


"Nggak gitu juga, sih! Emang niatnya pengen pedekate sama dia, dia keliatannya baik apa adanya!" Puji Raiden


"Nggak usah lu pedekate ama dia, Khansa udah jadian sama gue!"


"Se-serius lu, gue minta maaf sekali lagi gue nggak tau! ... ngomong-ngomong kapan jadianya?"


"Rasain lu!" batin Vasko kegirangan melihat reaksi cemas Raiden. Siang itu menjelang makan siang, Vasko tiba tiba mendapat pesan dari Ayahnya untuk makan siang di Restoran xxx, Vasko pun oke oke saja dan langsung menuju restoran yang sudah disebutkan Ayahnya tadi, pria dengan uban hampir 60%, yang tersisir dengan rapi itu sudah menunggu Vasko disana.


"Udah lama Pah?" tanya Vasko seraya duduk menghadap Ayahnya.


"Beberapa menit yang lalu." tambah pria itu.


"Tumben Papah?... Mama nggak ikut!"


"Papah dari kantor, ngecek keadaan kantor. Sekalian ngajak kamu makan siang!"

__ADS_1


"Kamu inget kan waktu kemaren Papah pergi survei ke Desa xxx!"


Vasko mengangguk sambil sibuk mengunyah makanannya


"Dijalan kamu tau Papah ketemu siapa?"


Vasko mengerutkan dahinya tanpa bertanya Siapa?


"Papah ketemu sama ... siapa? Cewek yang kamu bawa ke rumah dulu itu, Loh? Yang pake jilbab?"


"Khansa!" seru Vasko tampak penasaran


"Nah! Iya itu namanya, Khansa ... Papah ketemu dia pas lagi naik motor sama anak kecil, katanya itu anaknya."


"Anak kecil?" Ulang Vasko begitu penasaran, ia sampai menghentikan makannya.


"Iya, anak kecil cowok. Katanya mau ke rumah orangtuanya, naik motor tiba tiba ban motornya pecah jadi Papah bantuin anter dia sampai rumahnya!"


"Papah ketemu orangtuanya?"


"Ketemu sebentar, tapi Papah nggak mampir karena emang udah ada janji."


Vasko berpikir sebentar.


"Padahal jarak dari sini kesana itu jauh, loh! Hampir dua jam, Papah yang naik mobil aja capek, apalagi itu ... anak kecil yang dia bawa."

__ADS_1


"Menurut Papah, Khansa itu gimana?" tanya Vasko dengan wajah serius, Ayahnya tak langsung berkomentar.


__ADS_2