Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 20


__ADS_3

Vasko mengikuti Khansa sampai ke parkiran dimana dia memarkirkan motornya.


"Ntar sore sibuk engga? Aku mau ngajak kamu jemput orangtuaku di bandara."Ajak Vasko


"Apa? Mereka datang?" Ulang Khansa aga kaget seketika jantungnya berdebar kencang belum ketemu aja udah deg deg ser.


"Gimana ya?! Aku belum siap deh kayaknya." ucapnya lagi


"Plis! lah Khansa, mau?" pinta Vasko setengah memohon, Khansa jadi makin bingung harus gimana mau ketemu takut nggak ketemu rengek terus ntar.


"Ya udahlah!" jawab Khansa akhirnya menurut saja


"Nah gitu, dong! Ya udah sana pulang, ntar aku kabarin kalo mau jemput, oke?"


Khansa hanya mengangguk seraya menaiki motornya dan berlalu dari hadapan Vasko yang memandang kepergian Khansa cukup lama sampai ia sudah tak bisa melihat Khansa di kerumunan kenderaan lainnya. Di rumah Khansa gelisah mau ngomong apa nanti bakal pakai baju apa hah semuany bikin dia deg degan sampai perutnya terasa sakit. Sampai nafsu makan pun hilang saking gugupnya, jam yang dinanti-nanti akhirnya tiba, Vasko datang menjemputnya. Khansa memasuki mobil dengan badan yang terasa kaku, keduanya tiba di bandara, Khansa malah makin gugup perutnya sampai terasa sakit. 30 menit kemudian Vasko melambaikan tangan pada orangtuanya. Vasko langsung memeluk kedua orangtuanya, Khansa hanya berdiri mematung di belakang Vasko melihat pemandangan anak dan orangtua yang sedang memadu rindu itu. Khansa hanya melempar senyum tipis ke arah orang tua Vasko


"Siapa ini?" tanya ibunya Vasko dengan sangat ramah. Khansa dengan sopan mengulurkan tangan mencium tangan ibu dan ayah Vasko.


"Saya Khansa." ucapnya malu-malu


"Nama yang indah seperti orangnya." Puji Ayah Vasko dengan ramah, Khansa nyengir aja kayak kuda bingung harus bereaksi seperti apa. Vasko langsung saja meluncur menuju rumah, Beno mendongakan kepalanya saat mendengar suara mobil Vasko memasuki halaman rumah, Beno langsung menyambut mereka dan bersalaman dengan orangtua Vasko secara bergantian


"Beno apa kabar? Betah aja kan di rumah?" tanya ayah Vasko yang menganggap Beno seperti anaknya sendiri

__ADS_1


"Kalo kamu nggak betah, artinya Vasko ngusir kamu, ngomong aja sama Bapak." ucap pria tua itu melayangkan canda membuat Khansa tertawa kecil


"Betah banget Pak!" Balas Beno senyum malu malu, Beno masuk lebih dulu digandeng oleh ayah Vasko disusul oleh ibunya, Khansa sibuk membantu Vasko mengeluarkan koper dan tas dari mobil


"Udah engga tegang kan?" tanya Vasko


"Ah! Dikit." ucap Khansa sambil berlalu membawa tas masuk ke rumah.


"Astaga Khansa! malah repot-repot bawain tas." Ibu Vasko berniat menyambut tas besar yang dibawa Khansa, tapi keburu disamber Beno


"Sini-sini aku yang bawa Bu!"


"Ah! Engga pa-pa Bu."


"Wah! Ini-Lidya ya? Udah sebesar ini, astaga! dimana kamu sekarang...?"


"Aku baru pindah ke xxx dapat kerjaan disini." "Pak! nih, menantu mu udah sebesar ini." seru Ibu Vasko menggandeng Lidya untuk bertemu ayah Vasko, Khansa seketika terdiam Vasko pun ikut diam. Karena dulu waktu SMP Lidya kadang main ke rumah Ayah Vasko sering meledek Lidya dengan sebutan menantunya karena mereka yang seumuran.


"Wah! Apa kabar Lidya?" Lidya menyalami tangan Ayah Vasko dengan sopan


"Baik Om!"


"Udah sebesar ini, masih jomblo ya?" Goda Ayah Vasko seraya tertawa

__ADS_1


"Ahaaha gitu lah belum dapat yang pas!" ucap Lidya malu-malu


"Jangan jangan kamu emang beneran jadi mantu Om ini?" Lagi Ayah Vasko meledek begitu membuat Vasko risih mendengarnya


"Pa!" seru Vasko menghentikkan perbincangan Ayahnya denga Lidya seolah memberi kode keras, Khansa segera menyenggol lengan Vasko menyuruhnya untuk berhenti bertingkah


"Udahlah!" Bisik Khansa yang berada di belakang Vasko, Ayah Vasko mengajak Lidya untuk duduk sambil menikmati oleh-oleh khas dari negeri gingseng itu. Khansa ke dapur bersama Vasko untuk membuat air ternyata sudah ada Yura yang menyediakan air minum.


Khansa tersenyum kecil ke arah Yura,


"Kamu...?"


"Namaku Khansa kak!"


"Khansa! ... ni tolong bawain keluar." Perintah Yura dengan senyum manisnya, Khansa langsung menuruti perintah Yura.


"Itu...? Janda yang kamu maksud itu?!" tanya Yura setengah berbisik pada Vasko yang hanya menjawab dengan anggukan kepala


"Kalem ya orangnya, keliatan dari raut mukanya." komentar Yura lagi mereka berdua pun bergabung ke ruang keluarga untuk berbincang bincang. Khansa tampak duduk memisah dari yang lain ia menyadari ada dinding pembatas diantara mereka.


Vasko duduk didekat Khansa, Lidya sedari tadi memperhatikan gerak gerik Khansa dengan raut wajah yang agak kesal ia tak menyangka kalo rivalnya adalah teman sekelasnya juga.


jangan lupa likenya

__ADS_1


Thank you semua 😘


__ADS_2