
32
Hampir dua jam berbincang-bincang, mereka pun menyudahi pertemuan itu dan bareng bareng keluar dari kafe. Khansa dan Ratna diluar ekspektasi keduanya yang bakal diantar berakhir dengan mereka duduk di halte bis menunggu taxi atau angkot.
"Vasko, nggak ngomong sama lu Khan?"
"Nggak!"
"Sebenarnya kalian gimana, sih? Pacaran engga tau tau diem-dieman aja."
"Gue merasa nggak cocok aja sama dia, dia tampan, kaya .Kenapa juga harus milih gue yang janda bekas orang ini!"
"Raiden juga kayaknya demen ama lu Khan!"
"Itukan karena dia nggak tau kalo gue janda."
"Jangan kayak gitu lah Khan, sekali kali terima aja. Siapa tau jodoh?!" saran Ratna begitu percaya diri.
"Eeh! Kan, kata orang jodoh itu sekali seumur hidup? Gue kan udah pernah nikah nih berarti jodoh gue ada banyak, dong!"
__ADS_1
tanya Khansa begitu random sampai membuat Ratna jengkel lagi
"Serah lu, deh!"
Sebuah mobil Mercedes C-Class yang Khansa tau itu adalah mobil Vasko menepi mendekati mereka berdua. Ratna langsing menyenggol tangan Khansa
"Kan! Nggak sia-sia kita naik angkot." bisik Ratna penuh kemenangan karena tebakannya tak meleset.
"Kalian belum pulang?" tanya Raiden menurunkan kaca mobil, ia juga hanya menumpang Vasko kala itu.
"Belum ada angkot yang lewat!" Jawab Ratna
"Bareng aja, gimana?" Raiden menawarkan
"Nggak usah, bentar lagi juga ada angkot yang lewat!" tolak Khansa halus, Ratna memukul pelan lengan Khansa mengingatkan wanita itu.
"Khansa!" serunya setengah berbisik, mata Ratna bahkan melotot melihatnya
"Yang punya mobil aja nggak nawarin, tau diri dikit." Khansa balik mengingatkan, Ratna melirik ke arah Vasko yang terlihat cuek cuek aja.
__ADS_1
"Ayo!" ajak Raiden lagi
"Nggak deh!" jawab Ratna akhirnya mengikuti Khansa
"Ih! Kenapa? Jam segini angkot nggak aman buat cewek-cewek!"
"Emang mobil ini aman buat kami berdua?" Khansa kembali melayangkan pertanyaan yang lumayan random.
"Emang pernah liat begal naik mobil mahal?" Balas Raiden sambil senyum senyum, Khansa dan Ratna saling pandang melempar senyum.
"Buruan naik!" Perintah Vasko akhirnya setelah sekian lama diam mendengar percakapan mereka bertiga, Khansa dan Ratna saling pandang sesaat lalu ikut menurut saja naik ke mobil.
Tak percakapan yang berarti di dalam mobil, terutama Vasko entah kenapa dia jadi pendiam akhir akhir ini terutama kalo terkakhir mereka ngobrol hanya lewat telpon beberapa hari lalu. Khansa sudah merasa kalo Vasko mungkin sudah dapat cewek yang lebih baik darinya. Seperti yang sudah bisa di tebak Vasko mengantar Ratna, menurunkan Raiden di rumahnya lalu tinggalah ia dan Khansa seorang disana. Khansa hanya diam ia tak tau mau ngomong apa.
"Ngapain kamu ikut acara gituan?" tanya Vasko dingin tanpa menoleh ke Khansa
"... aku cuma gantiin sepupunya Ratna yang nggak bisa ikut! ... kamu sendiri?"
"Nyari hiburan!"
__ADS_1
Khansa hanya mangut mangut mendengar jawaban Vasko. Mereka tiba di depan rumah Khansa, keduanya saling diam beberapa menit, seperti menunggu satu sama lain mengutarakan sesuatu baik Khansa ataupun Vasko.
"Aku ... turun dulu! Makasih banyak, udah nganterin!" ucap Khansa akhirnya dan mulai bersiap turun dari mobil. Vasko hanya mengangguk kecil tanpa berkata kata lagi, dan berlalu dari hadapan Khansa yang masih berdiri mematung memandang kepergian mobil Vasko, begitu pula Vasko yang sesekali memperhatikan Khansa dari pantulan kaca spion mobilnya. Setelah mobil Vasko benar benar sudah tak tampak oleh matanya Khansa pun masuk ke dalam rumahnya. Khansa merebahkan diri diatas kasur, apakah Vasko sudah tidak mengharapkan dirinya? sadarlah Khansa lu itu nggak cocok sama Vasko seperti itulah perdebatan kecil dikepala Khansa ia seperti berharap bisa bersama lagi, ia tidak mau kehilangan laki-laki itu, disisi lain ia sadar diri jika dia dan Vasko itu takkan bisa bersama.