
Ditengah kelaparan itu, Hendy datang membawa dua buah bungkus roti dan segelas es jeruk mendekati Khansa, dan menyodorkan roti.
"Nih! Buat ganjel dulu!" Hendy seperti mengerti bahwa Khansa sedang kelaparan, ia pun ikut duduk disana, Rafa segera menghampiri kedua orangtuanya itu.
"Delima mana?" tanya Khansa, sambil kepalanya mencari keberadaan Delima
"Lagi ke toilet!"
Khansa segera memakan roti yang dibawa Hendy barusan.
"Kerja dari jam berapa?" tanya Hendy
"Dari jam 6!"
"Rafa ikut?"
"Iyalah, siapa yang jagain kalo ditinggal."
"Aku belum bisa ngasih kalian lebih..." Hanya itu yang sanggup Hendy ucapkan, Khansa hanya diam mengunyah roti yang dimakannya, ia tak berharap apa apa pada Hendy, dikasih ya dia terima nggak pun dia nggak nuntut. Delima tiba dibelakang mereka, Hendy yang menyadari Delima sudah dibelakangnya pun menoleh.
"Udah selesai?"
__ADS_1
Delima hanya mengangguk, Hendy bangkit dari duduknya mempersilakan Delima untuk duduk.
"Aku yang ke toilet lagi!" Hendy pun beranjak dari sana untuk ke toilet, tinggalah Delima dan Khansa disana
"Kamu belum berniat nikah lagi?" tanya Delima, Khansa agak kaget mendapat pertanyaan itu
"Belum sih!?"
"Kenapa? ... belum bisa lupain Hendy!"
"Bukan gitu, sih! Nggak gampang milih pasangan yang bisa nerima aku ... dan Rafa terutama ... jika Hendy bawa anak apa kamu akan semudah ini menerima dia?" Khansa melayangkan pertanyaan pada Delima, wanita itu hanya diam seraya memangku tangan dengan cueknya. Hendy tiba disana mengakhiri percakapan mereka berdua. Dia sudah tak memiliki rasa lagi pada mantan suaminya itu, bahkan jika Hendy meminta rujuk pun dia tak akan mau lagi, dia hanya perlu waktu untuk benar benar bisa menerima orang lain selain Hendy.
"Rafa!"
Bocah itu berlari kecil menghampiri
"Kita cari makan dulu, ya! Rafa mau makan apa?" tanya Hendy begitu ramah
"Mm ... ayam sama mie."
Vasko tampak sering mengurung diri jika sedang berada di rumah, ia begitu menghindar bertemu orang rumah baik itu Beno sekalipun. Kecuali Lidya yang dengan pedenya keluar masuk menemui Vasko, dan Vasko pun tampak hanya berbicara pada Lidya. Dan berhubung itu hari Minggu jadi mereka di rumah sengaja mengadakan acara makan-makan bersama Yura dan suaminya juga yang datang kesana. Bakar bakar daging seperti waktu di Villa dulu, tadinya Vasko malas untuk bergabung tapi berkat bujuk rayuan Lidya dia jadi nurut saja.
__ADS_1
Ibunya mengerti jika sesuatu sedang terjadi pada Vasko sehingga sikapnya berubah drastis, ia pun mendekati Vasko yang hanya duduk di meja makan sambil memainkan hapenya.
"Vasko!" Panggil Ibunya dengan lembut, Vasko reflek melihat kedatangan Ibunya yang juga duduk disampingnya.
"Gimana ... kalau kamu ikut balik ke Seoul?"
"Maksud Mama?" Vasko mengangkat kedua alisnya hingga tampak kerutan didahinya
"Ya, tinggal disana bareng Mama sama Papa. Jangan terlalu mikirin kerjaan, yang ada kamu bakal stress." ucap Mamanya tanpa menyinggung apapun
"Lidya juga wanita yang baik ... ada banyak wanita baik dan cantik di dunia ini." Singgung Ibunya akhirnya, Vasko hanya terdiam matanya melihat ke Lidya Yang sedang sibuk membantu membakar BBQ. Sosok Khansa masih belum bisa hilang dari pelupuk ingatannya.
Sementara mobil Hendy baru saja tiba didepan rumah Khansa sore itu, selang beberapa lama mereka pun pulang.
"Bisa nggak, sih! Kamu tuh nggak sering-sering jenguk Rafa!" Keluh Delima akhirnya selagi dijalan, Hendy hanya diam berusaha fokus ke jalan.
"Aku bukannya nggak seneng sama Rafa, tapi aku nggak suka aja kamu sering-sering ketemu mantan istrimu!" sambungnya lagi penuh kejengkelan karena masih terpancing omongan Khansa tadi.
"Iya, iya!" Sahut Hendy mengiyakan, dia males harus memancing keributan dijalan yang harus berujung dengan minta diturunin.
Khansa memandang layar hapenya, biasanya akan ada notif dari seseorang tapi kali ini tak ada. Sama halnya dengan Vasko memandang chat terakhirnya bersama Khansa, ada niat ingin menghubungi duluan, tapi takutnya ditolak oleh Khansa. Ia menyandarkan diri dikursi kerjanya menghadap komputer yang masih menyala, ia sengaja pergi ke studionya malam itu, ingin mencari suasana yang lebih tenang.
__ADS_1