Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 21


__ADS_3

"Oh ya! Vasko belum memperkenalkan Khansa loh!" seru Ayahnya Vasko mengingatkan


"Papa engga peka, deh!" celutuk Yura yang langsung ditanggapi Ayahnya.


"Papa tau ... Khansa umur berapa?" Ayah Vasko tertawa ke arah Yura lalu melayangkan pertanyaan pada Khansa


"25 Om!" jawab Khansa malu-malu


"Lebih muda 2 tahun ya dari Vasko?!" Ujar Ibunya Vasko ramah, Khansa hanya mengangguk malu.


"Kami satu kelas dulu waktu SMA." Tambah Lidya lagi


"Oh ya! Jadi kalian udah saling kenal dong?!" Seru Yura rada kaget, Lidya mengangguk, Khansa hanya terdiam ia termasuk yang sangat jarang bicara bila ada acara kumpul keluarga begini kecuali reunian sekolah.


"Kalian akrab?" tanya Ayah Vasko lagi


"Oh engga terlalu, aku dulu banyak ikut kegiatan ekskul, Khansa dia orangnya agak pendiem ya kan Sa?" ungkap Lidya, Khansa hanya menjawab dengan anggukan kepala


Cukup lama perbincangan mereka Khansa membawa beberapa gelas dan bekas piring ke dapur lalu langsung mencucinya. Yura menghampiri Khansa


" Hei!"


Khansa menoleh sesaat kedatangan Yura lalu melempar senyum malu malu


"Kerja dimana?" tanya Yura mewakili pertanyaan kedua orangtua Vasko


"Aku cuma petugas kebersihan kak!" jawab Khansa sopan

__ADS_1


"Oh! ... yang pagi pagi nyapu di taman atau di jalan? Udah berapa lama?"


"Udah hampir setahun, sih kayaknya sejak aku cerai setahun lalu."


"Udah punya anak?" tanya Yura yang masih penasaran akan latar belakang Khansa, bagaimanapun juga ia ingin yang terbaik untuk adiknya.


"Ada, umurnya 3 tahun!"


"Trus sekarang dimana anakmu, ikut kamu apa Ayahnya?"


"Dia sama aku tapi sekarang sedang sama Ayahnhya, kebetulan ada Neneknya lagi kangen."


"Berarti kamu sekarang cuma tinggal berdua sama anak kamu?"


"Iya berdua sama Rafa orangtuaku jauh di xxx ... sebenarnya mau pulang ke sana tapi buat sehari-hari aja susah belum lagi orangtuaku juga banyak tanggungan engga nyaman kalo aku juga harus menambah beban mereka jadinya aku tetap memutuskan tinggal disini pelan pelan." cerita Khansa penuh penghayatan bukan demi pencitraan tapi tiap kali menceritakan kehidupannya ia pasti merasa kasihan sendiri dengan hidupanya jauh dari orangtua di tinggal suami lengkaplah sudah.


"Ya kalau bukan diri sendiri siapa lagi kak, yang bisa menguatkan!" tuturnya lagi, Yura menjadi mengerti perasaan Khansa bagaimanapun ia juga disini hanya ikut suami, orangtuanya sudah pindah sewaktu waktu bisa saja hal mengerikan terjadi padanya tanpa diketahui keluarganya. Lidya datang menghampiri Khansa dan Yura didapur, keduanya menghentikan percakapannya.


"Sering-sering aja main lagi kesini, sekarang kan udah tau alamatnya." pesan Yura yang sudah merasa cukup dekat dengan Khansa


Lidya mendelik ke arah Khansa, Khansa menyadarinya dan pamit keluar menemui Vasko. Khansa mencolek lengan Vasko


"Aku kayaknya mau pulang aja deh!" bisik Khansa


"Buru-buru amat sih?"


"Aku lupa tadi ninggalin cucian basah belum dijemur." ucapnya berdalih padahal dia belum mencuci baju sekalipun, Vasko akhirnya pamit sebentar untuk mengantar Khansa pulang, saat akan memasuki mobil Lidya dengan cepat menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Kamu mau ngantar Khansa? Aku boleh numpang juga, kan mau pulang?" anya Lidya, Khansa dan Vasko salin tatap akhirnya Vasko mengijinkan saja Lidya ikut.


"Aku antar Lidya dulu ya?" Ucap Vasko pada Khansa saat mereka bertiga sudah naik ke mobil


"Engga usah buru-buru santai aja, lagian aku engga pengen cepet-cepet pulang juga sih?" Ucap Lidya membuat Vasko kesal


"Kalau engga mau buru-buru pulang, tunggu aja di sini!" ucap Vasko dengan nada jengkel


"Ya udah antar pulang!" Jawab Lidya manyun ia lagi lagi mendelik ke arah Khansa. Ia menghela nafas sambil memangku tangannya. Sepanjang perjalanan pulang mereka bertiga tidak berbicara apa-apa, Vasko pun malas harus berbicara kalo ada Lidya. Lidya turun dengan judes dari mobil ia menutup daun pintu mobil dengan keras tanpa berterima kasih pada Vasko.


"Anak itu kenapa sih?" Gerutu Vasko heran dengan sikap Lidya barusan, tapi toh dia tak terlalu memperdulikannya. Skip


Khansa dan Vasko tiba di depan rumah Khansa, Vasko menggenggam tangan Khansa ia tahu kalo Vasko engga mau dia cepat-cepat masuk ke rumah. Khansa menarik tangannya dari genggaman Vasko


"Seandainya mereka nggak suka sama aku, kamu nggak perlu marah, kamu nggak bisa memaksa mereka untuk bisa nerima aku." Khansa akhirnya bersuara, Vasko menatapnya penuh harapan


"Aku engga berharap mereka menolak kamu."


"Aku boleh turun nih?" Tanya Khansa


"Bentar lagi."


Vasko mencoba mendekatkan wajahnya ke wajah Khansa


"Jangan macem macem!" seru Khansa membuat Bakso memundurkan kembali dirinya dan meraih tangan Khansa


"Geer, kan cuma mau salim." Vasko lalu mencium punggung tangan Khansa, sementara wanita itu menatapnya dengan tatapan sinis

__ADS_1


"Makasih udah nganter!" ucapnya dari depan rumah Vasko hanya mengangguk lalu pergi melajukan mobilnya.


__ADS_2