Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 22


__ADS_3

Vasko sudah tiba di rumah, Yura, Beno dan kedua orangtuanya masih asyik berbincang-bincang diruang keluarga, mereka serentak menoleh kearah si bintang utama, Vasko duduk di atas sofa dengan mata bertanya-tanya entah kenapa pandangan mereka seolah membuat dirinya merasa terpojok.


"Yura sudah menceritakannya semua..." ucap Ayah Vasko memulai pembicaraan


"Papa dan Mama ingin kamu mencari sendiri pasanganmu ... karena kamu sendiri yang tau apa yang menurut kamu baik untuk kamu ... tapi Papa nggak ngerti alasan kamu memilih dia?"


"Trus ... Papa dan Mama...?" Vasko langsung menanyakan ke intisari pembicaraan


"Kalo Mama, sih pengen kamu untuk mikir lagi, dia udah punya anak juga, kan? banyak konsekuensi yang harus kamu terima saat kami memilih dia, menerima dia, anaknya dan masa lalunya."


"Semua orang punya masa lalu Ma!" Bantah Vasko


"Ya Mama tau, tapi masa lalu orang yang sudah menikah dan orang yang masih pacaran itu beda, sekalipun mereka sudah bercerai, memori selama berumah tangga itu tetap akan terpatri disini..." Ibunya menunjuk kepalanya


"Itu tidak akan bisa terhapus selamanya."


"Mama tidak menolak, Mama hanya meminta kamu untuk lebih teliti lagi ... jika memang jodohmu, ya apa boleh buat ... Mama capek mau istirahat, Yura kamarnya udah kamu rapihin?"


" Udah Ma!" Ibunya bangkit dari duduknya untuk beristirahat di kamar, meninggalkan Vasko yang masih mematung mendengar penuturan Ibunya


"Dengarkan saja apa kata Mamamu! kamu juga sudah dewasa sudah bisa menilai dengan baik." Tambah Ayahnya yang juga ikut bangkit meninggalkan ruang itu.

__ADS_1


SKIP》


Di rumah Khansa tampak murung, ia masih kepikiran dengan pertemuan pertamanya dengan orang tua Vasko, ia makin ragu untuk membuka hatinya untuk Vasko sekalipun dia juga menyadari bahwa dia sudah jatuh cinta dengan pria itu. Ia tak tau seperti apa cikal bakal kelanjutan hubungan mereka yang pasti dia hanya pasrah apapun yang akan terjadi kedepannya, Khansa dikagetkan dengan kedatangan Ratna yang mendadak membuka pintu rumah


"Astaga! Rat lu bikin kaget tau, untung gue nggak punya penyakit jantung!" gerutu Khansa yang seketika jantungnya berdebar debat


"Emang sengaja ngagetin lu ... nih makanan!"


Ratna melempar kantong berisi makanan entah apa isinya, Khansa segera membukanya.


"Rafa belum balik lagi?"


"Belum."


"Jangan gitulah Rat!"


"Gimana, Vasko udah nembak lu?" tanya Ratna sambil ikut menyantap bawaannya tadi


"Nembak sih udah, tapi emang lagi nggak mau bikin dia berharap."


"Lu nolak dia?" seru Ratna dengan mulut yang penuh

__ADS_1


"Bisa dibilang begitu."


"Gila kali nih orang, dikasih daging minta tulang!" sungut Ratna kesel, kalo dia udah tanpa ba bi bu dia terima


"Kalo pun gue single juga gue tetep mikir mikir untuk nerima Vasko, keluarganya orang yang berada, sangat nggak sepadan..."


"Ya ... namanya juga mau merubah nasib Khan, jangan kebanyakan minder ngapa!"


"Pokoknya gue nggak bisa ... gue mau fokus sama kehidupan gue sama Rafa aja, udah capek dengan drama percintaan belibet."


"Mudahan Vasko beneran jodoh ama gue aja!"


Sementara itu di rumah mewah lain, terdengar suara tawa anak kecil yang bukan lain itu suara Rafa di rumah Ayahnya.


"Rafa kayaknya betah disini? dia bahkan nggak nyari-nyari mamanya." ucap Delima istri baru Hendy yang merupakan anak seorang Pengusaha sukses.


"Iya, kadang-kadang ya nanyain sih, tapi belum minta pulang."


"Mantanmu itu nggak nelpon?"


"Nggak."

__ADS_1


"Mungkin dia lagi sibuk pacaran!?" tebak Delima seenaknya, membuat Hendy agak kurang nyaman mendengarnya karena bagaimanapun dia lebih tau Khansa daripada istrinya itu.


__ADS_2