
Vasko tiba di taman xxx pagi itu, ia turun dari mobil dengan membawa dua gelas cup minuman, ia berhenti sejenak mencari keberadaan seseorang, Khansa menepuk kedua tangannya hingga Vasko reflek mengarahkan pandangannya ke arah suara, ia tampak duduk dibangku taman yang dibuat melingkari pohon Ketapang yang rimbun, Vasko segera menghampirinya. Vasko memberikan kantong kresek tadi pada Khansa
"Nih! Chococheese kesukaanmu!"
"Wah! Makasih." Khansa dengan senang menerimanya. Jam masih menunjukkan pukul 8 pagi, karena mereka cuma melakukan perawatan jadinya tak terlalu menyita banyak waktu. Suasana taman sudah sepi ia tentu sepi itu kan masih hari kerja tak banyak orang main ke sana, karena memang mereka janjian bertemu selesai kerja jadi hanya tinggal Khansa disana, ia melirik sebentar ke bajunya yaitu training seragam dari tempat kerjanya dan Hoodie s*preme yang Vasko kenakan, topi dan tak lupa aksesoris penunjang, jam mahal R*lex.
"Kamu berdandan sekeren ini cuma buat ketemu tukang sapu jalan?" ungkap Khansa dengan nada setengah meledek.
"Aku kan sekalian mau ngajak kamu jalan, nanti!"
"Kemana?"
"Ada sesuatu yang mau aku beli!"
Khansa tak melanjutkan bertanya, ia tak mau terlalu kepo urusan Vasko.
"Rafa masih belum balik?"
"Belum! ... dia tuh kalo dikampung, dia lupa sama aku, karena terlalu asik banyak temennya."
"Kamu ... udah jadian sama Lidya?" tanya Khansa lagi
"Jadian? Suka aja nggak, nanya jadian!"
"Kirain! kamu lama ngga ada kabar. Mungkin aja udah punya gebetan baru."
"Nungguin kamu malah!"
"Tukang sapu ditungguin!"
"Biarin."
Jalanan kota pagi tampak masih ramai, namun tak seramai dan semacet jam pulang kerja, tampaklah juga Ratna yang tengah mengendarai motornya ditengah keramaian jalanan, ia yang namanya motor sudah butut tak bisa ditebak tib-tiba aja tuh motor berhenti ditengah jalan, Ratna tampak kebingungan ini motor kenapa mesinnya tiba tiba mati, ia bersusah payah turun untuk menuntun motorny ke sisi jalan.
"Ya Allah! Motor kok rese!" Gerutu
Ratna mencoba memencet start motor, hanya suara derik mesin, sekali duakali dan tigakali masih saja. Ratna mencoba menginjak standar dua motor namun ia tak cukup kuat menarik motor hingga benar benar berdiri diatas standar dua, apalagi itu motor matic berbadan besar seperti V*rio. Ratna terduduk di trotoar jalan setelah sekian kali mencoba menyetandarkan motornya. Sebuah mobil Brio silver menepi dan keluarlah Beno dari sana.
"Ratna!" panggil Beno memastikan bahwa dia tak salah orang, Ratna menoleh ke sumber suara. Beno dengan senyum lebar menghampirinya.
"Ngapain lu disini?"tanya Beno
"Motor gue mogok!" jawabnya rada manyun
Beno mencoba menghidupkan start motor dan mesin hanya berdesik. Ia mencoba menaikkan motor dengan standar dua dengan mudahnya, dan menginjak pedal start, sekali duakali akhirnya motor hidup.
__ADS_1
"Kayaknya kamu perlu ganti aki!" ucap Beno
"Kayaknya, udah lama juga emang nggak pernah di servis nih motor."
"Emang lu mau kemana?" tanya Beno melihat kemeja putih dan rok hitam Ratna.
"Mau ngelamar kerja, di xxx".
"Di kantor gue juga bisa!" Beno menawarkan
"Emang ada lowongan?"
"Ya, kali aja ada."
"Tuh kan, gue lagi serius."
"Gue juga serius nawarin siapa tau ada, sini gue bawa CV lu."
"Nggak lah, gue cuma bawa satu ,nih. Yang terakhir pula."
"Ya justru yang terakhir ini kasih aja ke gue, ntar gue kasih sama atasan gue siapa tau keterima lu, gue lumayan deket sama atasan gue." Ratna tampak ragu, ia beberapa kali melirik ke Beno.
"Nih! Serius ya, lu awas aja kalo gue nggak dipanggil."
"Ya Allah, ngancem segala lu jadi takut gue!"
"Serius lah, Lu tunggu aja ntar... ini gue bawa dulu ya." Beno membawa berkas CV Ratna yang tampak gelisah dan ragu.
Khansa dan Vasko tiba di parkiran Mall xxx, Keduanya lalu turun dan berbaur ditengah ramainya mall.
"Kamu pagi-pagi ngajak kesini emang nggak kerja! Kamu kerja apa sih?" Khansa baru kali ini menanyakan perihal kerjaan Vasko, meskipun dia tau Vasko berduit tapi ia tak tau dari mana sumber kekayaan Vasko.
"Aku, aku kerja di kantor biasa".
"Kantor dimana? Aku nggak pernah deh liat kamu pake baju kantor..."
"Ayo masuk sini!" Vasko segera memotong pertanyaan Khansa dengan membawanya masuk ke toko perhiasan. Khansa di buat membisu masuk kesana emas berlian dan segala macam perhiasan ada disana, ia baru pertama kali melihat yang meling-meling. Khansa benar-benar takjub dibuatnya.
Vasko mendekati meja dan berbincang bincang dengan pelayan tempat itu sementara Khansa berkeliling melihat-lihat, betapa indahnya mereka batinnya. Pelayan wanita mendekati Khansa
"Selamat pagi, Mba!" Sapa pelayan itu dengan ramah
"Pagi!"
"Mau cari model yang seperti apa Mba? ... ini ada beberapa model terbaru kami." Si pelayan tadi mengeluarkan beberapa model kalung berlian seri terbaru, Khansa mulai kelabakan karena niatnya cuma mau liat malah ditawarin. Ia dengan senyum hambar melihat-lihat kalung tadi.
__ADS_1
"Berapa kira-kira Mba harganya?" tanya Khansa memberanikan diri
"Ada yang 250 juta, yang 180 juta juga ada."
Mental Khansa langsung terpental jauh mendengar harga yang sebutkan Mba tadi. Vasko segera menghampiri Khansa yang tengah melihat kalung itu.
"Kamu mau beli kalung?" tanya Vasko dengan tersenyum nakal
"Nggak ... liat aja."
"Kalo suka pilih aja!" Vasko menawarkan sambil menanyakan harga pada Mba pelayan tadi.
"Nggak aku cuma liat." Khansa segera menghindar dari sana disusul pula oleh Vasko
"Di tawarin malah nggak mau!" Bisik Vasko keduanya berjalan keluar dari toko
"Apaan sih, bayarnya pake apa?"
"Pake duitlah, Mba Kunti lah pake daon!" Jawab Vasko membuat Khansa mendelik
"Harganya nggak masuk akal."
"Orang berduit ya, segitu normal."
Khansa mencibirkan bibirnya, ia bagi orang macam dia harga segitu ya diluar nalar.
"Kamu nggak mau beli baju atau apa?" tanya Vasko, karena daritadi mereka hanya muter-muter nggak jelas.
"Nggak!"
"Aku beliin deh!" Vasko kembali menawarkan
"Beneran?"
Vasko langsung membawa tangan Khansa memasuki toko pakaian wanita, beberapa saat kemudian berakhir dengan Khansa yang membawa tangan Vasko keluar dari sana.
"Nggak jadi beli?" tanya Vasko heran
"Nggak lah, mahal ... cari yang murah aja!"
"Di mall itu ngga ada baju yang murah!"
Seketika Khansa menghentikan langkahnya
"Disini nggak ada baju yang murah, paling murah itu ya harganya di atas seratus ribu ... kita cari yang lain lagi." Vasko kembali menuntun Khansa masuk ke beberapa toko baju yang lagi lagi harus berakhir dengan Khansa keluar dari toko. Sampai akhirnya disalah satu toko Khansa melihat baju yang sedari dulu ingin sekali ia beli, ia sampai beberapa kali mendekati baju itu meyakinkan dirinya dan saat akan melihat tag harga, Vasko yang berada disebelahnya dengan cepat menyambar baju tadi tanpa sempat Khansa melihat tag harganya.
__ADS_1
"Kamu mau ini? ... Mba!" Panggil Vasko pada Mba-mba yang jaga disana
"Tolong yang ini ya Mba!" Vasko memberikan baju tadi pada Mba disana untuk dinote terlebih dahulu, Khansa hanya pasrah saja kali ini, dia udah capek kucing-kucingan dengan Vasko.