
Pukul 3 sore akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, Vasko mengantar Beno terlebih dahulu sampai rumah lalu Ratna. Khansa yang tadinya duduk di belakang Vasko menyuruhnya untuk pindah duduk ke depan, kali ini Vasko malah melewati saja gang rumah yang sudah ditunjukan Khansa.
"Kamu barusan melewati gang rumahku loh!" Tegur Khansa, Vasko seolah tak mendengarnya dan hanya fokus melajukan mobilnya. Khansa akhirnya pasrah saja mau dibawa kemana toh dia males bertanya Vasko juga engga mungkin mengajak dia ke tempat aneh, mereka akhirnya tiba disebuah Restoran xxx di tengah kota Vasko memarkirkan mobilnya. Khansa terdiam mengamati dari luar keramaian Restoran itu.
"Ayo turun!" Ajak Vasko yang baru saja melepas safety belt
"Ngapain kesini?" seketika pertanyaan Khansa itu membuat Vasko tersenyum
"Ya makanlah emang mau ngapain lagi." Vasko masih senyum-senyum sendiri melihat ekspresi wajah Khansa yang terkesan bingung itu
"Udah pokoknya turun dulu! Ini Restoran favorit aku disini beef steaknya enak."
Khansa menurut saja, setelah keduanya memilih tempat duduk seorang pelayan laki laki datang menyodorkan buku menu.
"Pak Bos bawa gebetan kesini?!" Ledek si pelayan
__ADS_1
"Udah sana lu!" Vasko mengusir pelayan tadi untuk pergi dulu, Khansa hanya bergantian menatap dua orang itu.
"Siapa itu?" Khansa bertanya sambil pandanganya tak lepas dari si pelayan tadi
"Pelayan sini !" Jawab Vasko sambil membolak balik buku menu
"Maksudku lu kenal dia?" Khansa melayangkan pertanyaan lagi
"Kenal karena gue sering kesini, kamu ini kepo juga ya!" Komentar Vasko akhirnya
"Cuma nanya." Khansa langsung menutupi wajahnya dengan buku menu, Vasko hanya geli melihat tingkah Khansa. Selesai makan keduanya langsung beranjak untuk pulang, diperjalanan mobil terasa sunyi Khansa lebih memilih fokus melihat keluar daripada harus berbasa basi dengan Vasko. Vasko mendehem Khansa langsung menoleh ke arahnya dan bertanya.
"Wah! Cepat juga responnya." ucap Vasko masih fokus ke jalan raya, Khansa mencibirkan bibirnya.
"Engga kenapa-napa, sih! Rasanya sunyi aja." ungkap Vasko Khansa malah menjawab dengan tepat
__ADS_1
"Tinggal puterin lagu, kan!"
Vasko tak bisa menahan tawanya
"Kamu ya! Kalo ngomong itu selalu bener. Aku suka sih yang begini." Vasko mulai menyanjung tapi Khansa itu orangnga pandai menyembunyikan kondisi hatinya mau itu sedih atau bahagia mukanya datar aja kayak papan setrika
"Jangan sampai lewat lagi Loh!" Pesan Khansa pada Vasko
"Ok! Boss aku anterin sampe depan pintu."
Mobil Vasko berhenti tepat di depan rumah Khansa, Khansa pun bergegas hendak turun Vasko malah mencegahnya lebih dulu.
"Ada apa?"
Vasko masih terdiam beberapa saat ia masih ingin berduan dengan Khansa, lagi lagi ia meraih tangan Khansa menggenggamnya pandangannya lurus ke depan segala tingkahnya sudah dapat menjawab pertanyaan Khansa tadi bahwa Vasko tak ingin jauh darinya. Khansa jadi berdebar-debar dan bingung harus merespon bagaimana karenanya keduanya saling diam beberapa saat.
__ADS_1
"Udah masuk sana!" Vasko melepas genggamanya dan mengelus lagi kepala yang dibungkus hijab Khansa dengan lembut, Khansa menurut saja tanpa berkata apa apa lagi saking groginya dia.
"Makasih untuk traktirannya hari ini." Ucap Khansa dari luar mobil, Vasko hanya mengangguk seraya tersenyum manis. Setelah berpamit dengan Khansa, mobil Vasko perlahan meninggalkan rumah Khansa, Khansa masih berdiri terpaku menatap kepergian mobil berwarna silver itu, Khansa menatap tangan yang dipegang Vasko tadi dan menciumnya, aroma dari tangan Vasko masih tercium ditangannya Khansa tersenyum sendiri dan masuk dengan mendekap tanganya tadi.