Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 47


__ADS_3

47


Vasko mengajak Khansa pergi ke Everland Theme Park di Yongin. Di tengah asik menikmati keindahan bunga-bunga dan tempat bermain lainnya handphone Vasko berdering, ia segera mengambil handphone di saku celananya dan terpampang jelas nama Farna disana. Awalnya ia merasa ragu untuk mengangkat nya,


"Halo!"


"Kamu dimana?"


"Lagi di luar!"


"Sama siapa?"


"Khansa!" jawabnya jujur, sekalipun dia tau kalau Farna tak merestui hubungan mereka, tanpa berkata-kata lagi Farna mematikan sambungan telpon dengan ketus.


"Emang harus dikasih tau apa ya!" Gerutu Farna masih duduk diruang tamu, ia pun beranjak masuk ke kamarnya yang Ratna pun tengah tiduran disana. Farna membanting pintu membuat Ratna kaget dan segera bangkit dari duduknya, rona Farna begitu marah saat menatapnya yang hanya kebingungan.


"Lu bilang sama temen lu yang tukang sapu itu, jangan sok genit deketin Vasko nggak cocok tau!" semprot nya dengan begitu kesal, Ratna hanya terdiam bukan karena tak ingin melawan tapi lebih ke menghargai karena gimanapun dia itu artis dan mereka satu kantor ia takutnya Farna malah ngompor-ngomporin Vasko untuk memecatnya, Farna kembali keluar dengan berjalan ketus menuju pintu.


"Emang lu cocok ama Vasko?" Dengus Ratna kesel, ia lantas memencet hapenya mengirim chat ke pada Khansa


"Lu dimana?"


"Lagi jalan-jalan!"


"Kalo selesai buruan balik!" perintah Ratna masih cenat cenut ia tak menyangka Farna akan menyemprotnya dengan marah begitu.


"Oke!"


"Balik aja yuk!" ajak Khansa

__ADS_1


"Balik? Kita belum lama loh disini!"


"Nggak pa-pa aku udah seneng bisa ketemu dan ngobrol langsung sama orangtuamu, kemaren juga kita udah jalan-jalan aku rasa udah cukup aja sih."


"Ya, udah yuk balik!"


Mereka berdua pun cabut dari sana setengah jam berlalu Khansa dan Vasko sudah tiba di parkiran rumah, Farna sudah berada di taman menuggu kedatangan mereka dengan rona kesal. Ia pun langsung menghampiri Vasko dan Khansa yang baru saja keluar dari mobil


"Apa sih istimewanya cewek ini buat kamu Vas?" ungkap Farna tanpa bertele-tele


"Kamu kenapa sih?" tanya Vasko balik dengan tatapan aneh


"Aku nggak suka kamu deket sama dia!" terang Farna blak-blakan


"Aku minta maaf tapi hubungan kita ngga lebih dari artis dan manajemen, aku ngga punya rasa apa apa sama kamu." Ungkap Vasko mengakhiri kesalahpahaman Farna atas perhatiannya selama ini. Khansa hanya tertunduk tak berani menatap kesalahpahaman mereka berdua. Farna tampak syok ia tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun


"Kamu kenapa sih?" tanya Vasko berbasa basi, Farna tak menjawabnya toh dia sudah tau untuk apa dia bertanya lagi batinnya


"Kamu masih jengkel?" tanya Vasko lagi, lagi -lagi Farna tak menjawab hanya memandang kosong entah kemana, Vasko menghela nafas mereka sudah terlanjur menandatangani kontrak dengan beberapa Sponsor dan dengan mogoknya Farna ini tentu saja membuat Sponsor tersebut menanyakan keberadaannya yang tanpa kabar.


"Kamu masih punya kontrak dengan Brand xxx, nggak gini caranya kalau mau balas dendam." ucap Vasko dengan urat muka yang mulai menegang menahan marah karena beberapa sponsor yang tiada henti menghubunginya meminta pertanggung jawaban


"Mau kamu apa?"


"Jauhi cewek itu!" Titahnya menatap Vasko dengan begitu serius, Vasko menelan salivanya ia tertunduk dilema


"Kalau kamu menjauhi dia, aku akan balik kerja lagi." ucapnya setengah mengancam Vasko, ia tahu kalau dirinya adalah sumber keberhasilan Vasko dan jika ia membatalkan kontrak dengan sponsor secara sepihak maka Vasko selaku manajemen harus membayar ganti rugi.


"Oke! Tapi aku nggak mau ada komplain apapun lagi dari sponsor setelah ini." ucap Vasko menyetujuinya, Farna langsung mengukir senyum di bibirnya

__ADS_1


"Oke, asal kamu tepat janji aku nggak akan ngecewain kamu."


Farna mengulurkan tangannya tanda persetujuan mereka. Keesokan harinya Farna dengan semangat menuju kantor, ia seperti biasa dengan ramahnya menyapa para staff kantor kecuali Khansa. Farna memasuki ruangan Vasko dengan senyum yang selalu mengambang dibibirnya.


"Dari mana?" tanya Vasko


"Ya habis ketemu sponsor lah, sesuai janji." Ucapnya seraya duduk manis disofa


"Oh ya! Kamu nggak ... sebaiknya ngeluarin cewek itu dari sini?" pinta Farna membuat Vasko terpaku dikursi kerjanya


"Dia bekerja secara profesional disini, jadi jangan menyangkutpautkan hubungan asmara dengan pekerjaan, aku sudah menurutimu untuk menjauhinya sekarang kamu minta aku menendangnya dari sini!" ucap Vasko dingin, Farna hanya terdiam. Entah kenapa ia masih tak suka dengan kehadiran Khansa di kantor itu.


Khansa cukup kaget saat mendapati Farna masuk ke dapur entah apa niat dan maksudnya.


"Cari apa?" tanya Khansa terbata, Farna tak langsung menjawab ia lantas menyilangkan kedua tangannya didada. Khansa masih berpikir keras menuggu sesuatu diucapkan wanita itu.


"Jangan deketin Vasko! Atau kamu bakalan aku sepak keluar dari kantor ini." Ancamnya tanpa berbasa-basi, Khansa menelan salivanya mendengar ancaman Farna.


"Emang ini kantormu!" Balas Khansa dalam hati, diluar hatinya ia hanya mengangguk polos manut aja lah. Farna dengan sombongnya keluar sambil tangannya masih menempel didada.


"Apa emang yang ngatur Bos itu artisnya atau kebalikannya?! Apa emang dia aja yang kayak gitu." Gumam Khansa merasa heran


Ya tak mau ambil pikir masalah itu. Ada satu pesan masuk dari Vasko yang berbunyi.


"Apapun yang terjadi aku tetap buat kamu." Ketik Vasko cukup singkat dan membuat Khansa senyum-senyum sendiri membaca chat dari Vasko


"Oke!" Balasnya dengan begitu semangat


Sejak saat itu memang keduanya jarang bertegur sapa saat dikantor, tapi setelah pulang ke rumah Vasko akan menyempatkan diri untuk menelpon Khansa, ia tak ingin hubungan mereka kandas hanya gara-gara kecemburuan tak jelas Farna, untungnya Khansa mengerti situasi yang sedang dialami mereka berdua hingga dia dengan santai menjalaninya. Ia paham betul posisi Vasko yang serba salah jika tak menuruti kemauan Farna artisnya yang sedang hits itu salah-salah mereka malah akan berurusan dengan media.

__ADS_1


__ADS_2