Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 48


__ADS_3

Minggu pagi, Khansa yang berniatnya bangun siang malah nggak bisa tidur lagi karena mendengar notif dari adiknya, bahwa Ibunya dan Rafa kan berkunjung ke kota karena Rafa yang kangen ingin bertemu dengan Khansa, saking bahagianya akan dijenguk Rafa Khansa malah tak bisa balik tidur lagi. Ia pun memutuskan untuk bangun awal membereskan rumah memasak enak untuk menyambut kedatangan orangtuanya karena memang sejak dia bekerja di kantor Vasko ia hampir tak ada waktu untuk menjenguk Rafa terakhir ia datang sewaktu pulang dari Korea kemaren itupun dia bolak balik nggak sempet menginap. Jam 10 pagi, Ibu dan Rafa tiba dirumah diantar oleh Bagas adik Khansa yang. Rafa yang kala itu tertidur di atas motor terbangun saat Khansa mencoba membopong tubuhnya masuk ke rumah, Khansa langsung melayangkan ciumannya kepada Rafa yang pasrah membiarkan dirinya dicium Ibunya.


"Ibu nginep?" tanya Khansa begitu cerah secerah mentari pagi itu


"Iya!"


"Yeeay!" Seru Khansa bak anak kecil yang begitu merindukan Ibunya, hubungannya dengan Ibunya memang cukup dekat, bahkan Khansa jika pulang ke rumah akan bercerita panjang kali lebar sampai Ibunya ngantuk mendengar ceritanya. Khansa sempat-sempatnya ber-selfie bersama Rafa dan Ibunya lalu meng-upload di story Whatsaapnya. Tak beberapa lama Vasko langsung membalas story Khansa melalui chat


"Itu Ibu kamu?" tanya Vasko lewat pesan


"Iya, baru datang sama Rafa."


"Kalo gitu boleh main ke rumah nggak?"


"Ya boleh!"


"Ntar, sore aku ke sana."


Khansa hanya tersenyum sambil membalas chat Vasko,


"Temen aku ada yang mau main Bu." ucap Khansa memberi tahu


"Ratna?" tebak Ibunya


"Bukan, cowok."


"Jangan-jangan kamu pernah ngundang temen cowokmu main kesini?" tanya Ibunya dengan raut wajah menegang membuat Khansa salah tingkah


"Ya, nggak lah Bu. Ibu kok nuduhnya gitu!"


"Ya, takutnya kamu khilaf!" ucapnya kembali dengan nada rendah


"Insya Allah engga Bu, Khansa berusaha jaga diri." Seketika Khansa teringat kejadian sewaktu di Korea, nggak apa itu hanya ciuman bukan apa-apa Khansa mencoba menenangkan dirinya sendiri. Benar saja sore setelah Ashar Vasko tiba berkunjung ke rumah dengan pakaian sopan tak lupa ia juga membawa buah tangan untuk Khansa dan Ibunya.

__ADS_1


"Ya ampun kayak mau ketemu tamu negera." Komen Khansa saat melihat kedatangan Vasko dengan pakaian rapi bahkan ia mencukur sedikit rambut bawahnya sehingga terkesan lebih rapi, sedangkan Khansa yang menerima dirinya hanya mengenakan daster lusuh favoritnya


"Iya dong! Kesan pertama harus bagus lah biar seterusnya dapat restu."


Vasko menyerahkan buket buah dan beberapa kantong plastik berisi jajanan untuk Rafa


"Yuk, masuk!"


Vasko mengikuti Khansa masuk ke dalam rumah, Rafa langsung menatapnya begitu lekat antara ingat dan lupa dengan wajah pria itu. Vasko lantas mengucapkan halo pada Rafa yang masih kebingungan


"Kamu udah lupa sama Om ini? ... Om Vasko!" tanya Khansa ditengah kebingungan Rafa, Ibunya lantas keluar dari kamar menghampiri Vasko yang sudah duduk diruang tamu, Vasko reflek bangkit berdiri dan menyalami Ibunya Khansa.


"Ini Vasko, temenku yang ku bilang tadi mau kesini!" ucap Khansa memperkenalkan Vasko pada Ibunya.


"Ooh! Duduk lagi, begini adanya Vasko rumah Khansa kecil dan berantakan." ucap Ibunya sambil ikut duduk disana, Rafa lantas mendekati Neneknya, tiba-tiba Vasko terasa asing baginya.


"Darimana?" tanya Ibunya Khansa lagi


"Dari rumah langsung kesini!"


"Kapan nyampe kesini Bu?" tanya Vasko mulai mengakrabkan diri


"Tadi pagi jam 10, dianter adiknya Khansa naik motor. Udah lama nggak ketemu Rafa, lagi sibuk kerja makanya Ibu ngalah ngajak Rafa kesini biar nggak perlu ambil libur kerja Ibunya."


"Ooh, iya sih."


"Gini lah Mas, kalo udah punya anak mau kerja aja nggak tenang pasti kepikiran anak." Keluh Ibunya


"Mas ini masih bujangan?" tanya Ibunya mulai kepo


"Iya Bu."


"Ya, nggak usah buru-buru nikah lah Mas. Ibu juga selalu ngomongin gitu ke Khansa sekarang biar dia pikirkan aja lagi, enak menikah apa enak sendiri lagi, toh yang ngerasain ya dia sendiri, seandainya mau nikah lagi ya sana cari calon yang emang benar-bener bisa nerima apa adanya karena sekarang dia kan nggak sendiri ada anaknya." curhat Ibunya Khansa bak memberi lampu hijau untuk Vasko.

__ADS_1


Vasko dan Khansa saling tatap


"Emang Khansa pernah deket sama cowok Bu?" tanya Vasko memberanikan diri


"Ya ada temen Bapaknya mau saya jodohin sama dia masih muda, anaknya baek tapi Khansa yang nggak mau katanya masih enak sendiri."


"Kalo sekarang?"


"Sekarang kesepian!" Khansa lebih dulu menjawab sebelum sempat Ibunya menjawab


"Maksudnya kesepian nggak ada temen ngobrol Bu." Ucapnya kembali menerangkan ia nggak mau dicap genit oleh Ibunya hanya karena berkata demikian. Emang menurut Author ya kunci suatu hubungan pernikahan itu ya komunikasi, pasangan itu juga partner kita tempat kita berkeluh kesah ngeluarin unek-unek tentang si anu ya sama pasangan ya nggak? Yang jomblo jangan berkecil hati ini hanya secuil kisah indahnya pernikahan sisanya bukan maen mumetnya.


"Khansa ya begini lah penampakannya Mas, nggak bisa bergaya kayak orang-orang, karena emang lahir dari keluarga biasa." Cerita Ibunya cukup merendah, Vasko hanya tersenyum tipis menanggapi cerita Ibunya Vasko, selepas itu Vasko pun pamit untuk pulang.


"Kayaknya Ibumu kasih lampu hijau tuh!?" ucapnya menebak saat Khansa mengantarnya sampai depan rumah


"Kayaknya!"


"Aku balik, dulu!"


"Hati-hati."


Khansa kembali masuk menemui Ibunya didalam


"Itu siapa? Kamu lagi deket sama dia?"


"Temenlah Bu." ucapnya berusaha berdalih


"Ibu nggak masalah kamu mau deket sama siapapun, tapi kamu jangan terlalu dimabuk rupa karena dia tampan."


"Iya Bu." jawab Khansa patuh


"Dia juga tampaknya anak orang berduit, kan? Ibu bukannya nggak setuju kamu dekat dengan orang seperti itu. Tapi kebanyakan orang begitu punya tipe ideal dari orangtuanya kalo nggak sesuai kamu akan berakhir sakit hati, jadi Ibu harap kamu hati-hati saja memilah orang yang akan kamu dekati." Petuah wanita tua itu yang segera dia angguk oleh Khansa.

__ADS_1


Jadi udah disimpulkan bahwa orangtua Khansa itu bukan melarang tapi hanya untuk berhati-hati jangan terlalu berharap pada orang kaya karena biasanya orangtuanya belibet minta yang begini minta yang begitu, kecuali emang udah jodoh titik. Sejauh ini Khansa dan Vasko memang lagi hangat-hangatnya hanya saja mereka masih sembunyi-sembunyi karena tak mau berurusan dengan Farna. Khansa masih duduk didepan tivi sementara Ibunya menidurkan Rafa dikamar. Khansa merasa hubungan yang tak semulus jalan aspal, selalu ada berbagai halangan yang membuatnya lagi-lagi harus bersabar. Meskipun petuah Ibunya itu tak lain hanya berhati-hati tapi ia tau betul apa yang ada dibenaknya seorang Ibu, ia tak rela anaknya harus tersakiti dua kali, dan sejak awal dia menikah dengan Hendy pun Ibunya selalu mewanti wanti dirinya untuk berhati-hati jangan terlalu berlebihan dalam mencintai orang terutama pasangan karena hubungan pernikahan itu tipis seperti benang tak bisa saling tarik menarik harus ada yang ngalah kalau sama-sama kenceng putus benangnya, kok kayak layangan putus ya? 😁. Intinya Ibunya tuh pengen dia berhati-hati dalam mencintai pasangan jangan sampe istilahnya cinta mati gitu lah ya. Dan dibalik kata-kata Ibunya yang hati-hati itu ada penolakan secara samar yang hanya bisa dimengerti oleh perasaan saja, karena nggak enak kan kalau langsung bilang 'Ibu nggak setuju' kan nggak menghargai perasaan anak banget kan jadinya apalagi kan dia udah dewasa juga kalo masih dikekang ya gimana gitu rasanya.


__ADS_2