Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 41


__ADS_3

41


Kedua pasangan suami istri itu langsung disambut oleh Raiden memasuki kantor yang sudah bertranformasi menjadi kantor besar dan megah. Khansa masih terpaku ditempatnya berdiri, sesekali tangannya mengusap kaca. Raiden segera memberi kode Khansa untuk membuatkan minuman, Khansa pun segera bergerak membereskan sisa pekerjaannya.


"Kantornya bagus, mewah!" Puji Ayah Vasko sambil kepalanya memutar seluruh area kantor dari lobi, hingga ruang staff dan ruang editor, terakhir mereka masuk ke ruang Vasko, pria itu belum tiba di kantor karena sedang ada meeting dengan para sponsor. Khansa masuk dengan membawa dua cangkir teh dan beberapa cemilan dari dapur, Ayah Vasko tampak masih memutari setiap sudut ruang kantor anaknya tersebut, sementara Ibunya memilih duduk di sofa karena sudah berjalan-jalan sedari tadi.


Khansa menaruh teh dan cemilan dimeja tamu.


"Kamu kerja disini!?" seru Ayah Vasko mendekati Khansa, Raiden dan Ibunya Vasko sontak menoleh ke arahnya sementara Khansa tampak kebingungan ia tak menyadari jika Ayah Vasko sedang bertanya padanya. Khansa kembali melirik Raiden dengan wajah kebingungan begitu pula Raiden.


"Kamu ... Khansa, kan?" tanya Ayahnya Vasko sekali lagi meyakinkan tebakannya bahwa wanita itu adalah Khansa.


"Oh! Iya." Khansa baru menyadari bahwa dirinya lah yang sedari tadi ditanyakan oleh pria paruh baya itu.


"Maaf, saya kira Om bukan bertanya pada saya." sesal Khansa


Ayah Vasko mendekatinya


"Kamu juga kerja disini?"


"Iya, baru aja Om."


"Iya iya, nggak pa-pa yang semangat kerjanya!" Pesan Ayahnya Vasko seraya tersenyum lebar, Khansa lantas pamit untuk kembali.


Sementara itu di Meeting Room Hotel xxx, Vasko baru saja selesai meeting dengan salah seorang pengusaha teman lama Ayahnya bersama Farna. Pengusaha kosmetik ternama itu meminta Farna untuk menjadi bintang iklan dari produk baru mereka. Dan tentu saja Farna bersedia hingga akhirnya mereka menandatangani kontrak dengan perusahaan tersebut.


Keluar dari ruang meeting, Farna tiba-tiba merangkul lengan Vasko yang membuat pria itu kaget dan menoleh kearahnya. Farna hanya menyungging senyum tanpa berkata-kata. Vasko pun tak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan Farna senyamannya saja mungkin Farna hanya ingin bermanja-manja dengan Bos-nya itu.


"Kamu mau makan apa?"


tanya Vasko bak seorang kekasih penuh perhatian


"Apa aja! Yang penting bareng kamu."


Mereka pun meluncur ke Restoran xxx, apapun yang diminta oleh Farna, Vasko langsung gercep menuruti kehendak artisnya itu. Mereka makan berempat dengan managernya Farna dan seorang supir pribadi Farna. Sebelum mereka benar-benar selesai makan, Vasko tak lupa memesan take away.


"Buat siapa?" tanya Farna


"Buat orang kantor!" jawabnya kembali menghabiskan makan, Farna mulai berpikir dia pesan cuma satu siapa orang kantor yang? Raiden? Pikir Farna menebak-nebak.


Sesampainya dikantor mobil orangtuanya masih terparkir disana, Vasko yang menyadari kedatangan orangtuanya segera masuk menuju kantor. Sementara Farna baru saja turun dari mobil dan bertanya-tanya apa yang membuat laki-laki itu tampak tergesa-gesa ia melirik ke mobil Alphard yang terparkir disana, selain mobilnya tak ada mobil Alphard lain milik orang kantor ia pun ikut tergesa masuk kantor. Vasko membuka pintu ruangannya dan seketika kedatangannya menjadi pusat perhatian Vasko lantas menaruh bungkus makanan yang ia pesan tadi dimeja kerjanya lalu berjalan menuju meja tamu yang berada didepan meja kerjanya.


"Papah Mamah, nggak ngabarin mau kesini?"

__ADS_1


"Papa mau lihat kantormu."


Langkah Farna tertahan didepan pintu ruangan Vasko yang tak sempat ditutupnya. Ia kaget saat melihat ada sepasang paruh baya ada disana, Vasko yang sudah melihat kedatangannya pun menyuruh Farna untuk masuk.


"Wah! Ini dia artis kita datang!" seru Ayahnya Vasko tampak senang Farna dengan senyum malu-malu mendekati dan menyalami dua orangtua itu secara bergantian dan ikut bergabung disana.


"Om, sudah mendengar lagumu. Suaramu bagus!" Puji Ayahnya Vasko membuat Farna tersipu malu.


"Dilihat dekat begini lebih cantik!" Puji Ibunya Vasko membuat senangnya Farna berlipat ganda.


"Makasih!" jawabnya malu-malu


"Vasko nggak bilang Om dan Tante mau kesini, kalo tau kan aku bisa nyiapin buah tangan untuk Om dan Tante!" ucapnya lagi


"Om, kebetulan saja sedang diluar rumah sama Tante jadi sekalian nyempetin kesini liat-liat kantornya Vasko, tidak terencana mau kesini!"


"Ooh!"


"Minggu depan Mamah Papah udah mau balik ke Korea." Tukas Vasko memberitahu


"Wah! Aku juga pengen banget ke Korea." ucap Farna tampak bersemangat


"Lain kali mainlah kesana! ... Vasko ajaklah artismu jalan-jalan ke Korea, biar nyegerin mata dan pikiran, kamu pasti sangat capek kan?" tutur Ibunya Vasko, Farna hanya mengangguk dengan sisi keimutanya.


"Beneran!?" Farna tampak sumringah sekali mendengar planning Vasko.


"Iya."


"Yeeay!" Farna tak bisa menyembunyikan kegembiraanya.


Akhirnya Orangtua Vasko pamit untuk pulang Vasko dan Farna mengantar mereka sampai menaiki mobil dan menghilang ditengah keramaian jalan. Vasko kembali ke ruangannya mengambil bungkus makanan tadi, ia tak menyadari jika Farna sedang mengamati gerak geriknya Vasko membawa bungkus tadi ke dapur, disana sedang ada Ratna tengah makan mie instan cup ditemani Khansa, keduanya sontak menengok ke arah kedatangan Vasko.


"Nih! Aku bawain makanan!" Vasko menaruh bungkus plastik di atas meja lantas Ratna dan Khansa mengepo isi dari bungkusan tadi.


"Makasih banyak ya!" ucap Khansa


"Ya, udah lanjut aja! Aku ke ruangan dulu."


Vasko tersentak kaget saat keluar dari ruang dapur mendapati Farna yang sedang berdiri didepan pintu.


"Kamu ngapain?" tanya Farna tanpa sempat Vasko menanyakan dirinya


"Nganterin makanan! ... kamu mau ngapain?"

__ADS_1


"Aku ... aku mau ke toilet!" ucapnya kelabakan dan mencari alasan dengan pergi ke toilet yang bersebelahan dengan dapur, ia segera masuk kesana tanpa memberi kesempatan Vasko untuk bertanya lagi.


"Vasko masih perhatian tuh sama lu!" ucap Ratna sambil menyantap makanan yang dibawa Vasko barusan.


"Ini, sih biasa aja."


"Lu dandan kek cantik-cantik!" sungut Ratna yang berapa kali memberi masukan untuk memperbaiki penampilan super cuek itu


"Kalo jelek, ya didandani macem-macem juga tetep jelek." jawabnya merendah, membuat Ratna usil mencolek sambal ke bibir Khansa


"Asseem!" Jerit Khansa mengelap bibirnya


"Pedes kali, asem!" Tawa Ratna, ia memang suka usil melihat kepolosan Khansa, dan Khansa yang selalu sabar meskipun dijahilin.


Ditoilet Farna masih terduduk, ia tak ingin percaya laki-laki sekelas Vasko bisa suka sama cewek macam Khansa yang biasa-biasa aja, ia juga tak dapat memastikan apakah Vasko suka atau hanya sekedar perhatian layaknya Bos kepada bawahan tapi perhatian itu dirasanya kurang wajar, kenapa hanya pada Khansa batinnya. Sore harinya Khansa baru akan bersiap-siap pulang, ia berjalan menuju parkiran dan disaat yang bersamaan Vasko keluar pula menuju parkiran.


"Khansa!" Panggilnya seraya berlari kecil menuju Khansa yang sudah mendekati motornya


"Udah mau balik?"


Khansa hanya mengangguk


"Sori, aku sibuk hampir nggak ada waktu buat ngehubungin kamu!" Sesalnya


"Nggak pa-pa, aku ngerti kalo kamu sibuk." jawab Khansa dengan senyum


"Aku anterin pulang!"


"Vasko!" Seru Farna sambil berjalan menuju keduanya di parkiran


"Anterin aku pulang!" Pintanya dengan manja


"Emang Irwan kemana?" tanya Vasko menanyakan supirnya Farna bernama Irwan itu.


"Aku pengennya sama kamu!" Pintanya lagi sambil bergelut manja dilengan Vasko membuat laki-laki itu salah tingkah, Khansa segera menaiki motornya tanpa mempedulikan mereka berdua.


"Khansa! Sori."


"Nggak pa-pa, aku duluan ya!" Khansa lantas melajukan motornya meninggalkan halaman parkir, Vasko memasang raut jengkel namun juga tak bisa menolak ia pun dengan pasrah berjalan menuju mobilnya diikuti oleh Farna.


Sepanjang jalan Vasko tak ingin mengeluarkan suara sedikitpun, ini pertama kalinya ia merasa dongkol dengan Farna, Farna pun menyadari jika Bos-nya itu sedang kesal dengannya.


"Kamu marah ya?" tanya Farna memasang ekspresi yang tak kalah meluluhkan hati

__ADS_1


"Aku minta maaf ya?!" Farna mengelus lembut lengan Vasko yang tengah fokus menyetir. Vasko menghela nafas tanpa bereaksi apapun.


__ADS_2