Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 17


__ADS_3

Ditengah asiknya berbincang-bincang Khansa dikejutkan dengan dering hapenya ternyata Vasko menelponnya, Khansa pun menjauh sebentar untuk menerima telpon Vasko.


"Ada apa?" tanya Khansa


"Mau denger suara kamu!"


"Sempet-sempet aja ngegombal ... aku lagi di luar sih lagi ada acara sama temen, kalo mau telpon lama ntar aja."


"Acara dimana? Sama siapa?"


"di Pondok xxx, reuni kecil-kecilan, lah!"


"Aku kesana?!"


"Jangan!"


"Kenapa?"


"Pokoknya jangan kesini!"


"Tapi aku mau ke sana."


"Vasko!"


"Apa? Tunggu aku disana!"


Vasko langsung mematikan sambungan telpon

__ADS_1


"Ish! Anak ini." Khansa kembali ke tempat duduknya dengan raut muka rada jengkel dan gugup


"Ada apa?" Bisik Ratna


"Vasko ... pake acara mau dateng." gerutu Khansa pelan


"Biarin lah biar makin rame."


Setengah jam berlalu mobil Vasko memasuki halaman parkir, Khansa yang melihat kedatangan mobil Vasko pun akhirnya menghampirinya ke parkiran.


"Ini orang nekad bener?!" cibir Khansa menyenderkan diri di mobil Vasko


"Demi kamu, aku selalu nekad."


"Dasar, ayo masuk!"


"Vasko!" terdengar suara perempuan dari ujung sana Vasko melihat ke arah suara ternyata, perempuan itu segera menghampiri Vasko dan ikut duduk disana.


"Wah! Ini beneran lu? Apa kabar? Makin glow up aja."


"Kamu kenal Lidya?" tanya Khansa agak kaget


"Iya." jawab Vasko singkat


"Kita pernah tetanggan dulu waktu SMP, setelah ikut nyokap bokap pindah jadi engga pernah ketemu lagi." tutur Lidya terlihat senang


"Bagi nomor kontak dong Vas!" Lidya memberikan handphonenya pada Vasko, Vasko yang agak malu terpaksa memberikan nomornya pada Lidya, meskipun jadi nggak nyaman sama Khansa

__ADS_1


"Gimana kabar orangtua lu Lid?" tanya Vasko


"Alhamdulillah baik kok mereka, makanya main deh ke rumah aku udah pindah ke xxx mereka bakal kaget liat kamu." tutur Lidya lagi, sepanjang acara makan itu Lidya lebih mendominasikan Vasko di sana sehingga engga ada celah untuk Vasko dekat dengan Khansa. Setelah selesai acara Vasko dan Khansa beriringan menuju parkiran.


"Lidya itu adik kelas aku waktu SMP, karena rumah kita dulu satu komplek jadinya tiap hari berangkat dan pulang sekolah selalu bareng, kadang juga main ke rumah karena dia deket sama kakak aku yang cewek!" cerita Vasko tanpa ditanya oleh Khansa. Khansa masih diam tak berkomentar, dia hanya mengangguk pelan sebagai reaksi terhadap penjelasan Vasko


"Yang akrab sama dia itu kak Yura, aku ya engga akrab-akrab banget." ucapnya lagi serba salah takut Khansa akan marah.


"Kamu nggak pa-pa?" Tanya Vasko akhirnya


"Nggak pa-pa, aku pengen cepet-cepet balik lah, besok udah harus kerja lagi."


"Kamu beneran nggak pa-pa ... aku anterin pulang?" Vasko menawarkan jasa


"Aku bawa motor."


"Ya nggak apa, aku ikutin!"


"Terserahlah!" jawabnya datar lalu mendekati motornya, saat Vasko akan naik ke mobil Lidya lebih dulu menghentikan langkahnya, Khansa yang sudah memakai helm menoleh ke arah sumber suara


"Vasko!" seru Lidya sambil melangkah mendekati Vasko


"Kamu bawa mobil? Boleh numpang engga kebetulan gue tadi diantar supir ... boleh, kan? Khansa gue nebeng Vasko?" Lidya meminta izin pada Khansa, yang sudah siap siap di atas motor


"Iya silakan, aja!" jawab Khansa, Lidya langsung masuk duluan ke mobil. Vasko menatap Khansa, Khansa cukup mengerti arti tatapan mata itu


"Nanti aku telpon!" Pesan Vasko sebelum pergi, Khansa hanya mengangguk seraya mengarahkan motornya untuk meninggalkan parkiran.

__ADS_1


__ADS_2