Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 27


__ADS_3

Hari Minggu pun tiba, hari itu Khansa tetap bekerja, karena jadwal kerja Minggu dan hari yang lain itu berbeda jika Minggu akan berangkat lebih pagi sekitar jam 6 pagi sampai jam 8, jika hari biasa berangkat jam 7 sampai jam 9. Kadang jika semua masih tertata rapi, baik taman atau daun daun kering dipinggir jalan masih kosong mereka memilih libur. Baru saja Khansa tiba di rumah bersama Rafa, selang beberapa menit mobil Hendy memasuki halaman rumah Khansa, ia tak menyangka akan kedatangan Hendy pagi itu, namun kali ini Hendy tak sendiri dia mengajak serta Delima istri. Khansa tampak kaget saat melihat Delima turun dari mobil


"Kalian? Kapan datang?" tanya Khansa berusaha akrab, Rafa langsung menghambur memeluk Hendy.


"Kemaren sore! Tadi malem nginep di hotel ... mau ngajak Rafa jalan jalan." ucap Hendy sambil membawa Rafa masuk ke rumah diikuti Delima


"Oh!"


"Baru balik kerja?" tanya Delima sok akrab


"Iya."

__ADS_1


Khansa pun segera memandikan Rafa untuk segera diajak jalan jalan.


"Bunda ikut?" tanya Rafa saat sedang dikamar berganti baju


"Nggak sayang!"


"Kenapa? Ikutlah Bunda!" Pinta Rafa setengah merengek


"Nggak bisa Rafa, Rafa sama Ayah sama Bunda Delima aja, Bunda belum mandi!" ucap Khansa menyisir rambut Rafa, anak itu langsung cemberut sampai dia sudah keluar menemui Ayahnya.


"Biasa lah, ngajak!" Bisik Khansa

__ADS_1


"Ayo! Jalan jalan lagi naik mobil!" Ajak Hendy berusaha membujuk Rafa


"Bunda ikut!" Teriak Rafa, Khansa bisa mengerti sekalipun Hendy dekat dengan Rafa, dia tak terlalu suka memanjakan Rafa, atau melihat anak itu merengek, Hendy itu tegas, jadi Rafa tak betah lama lama bareng dia kecuali sama Nenek, Ibunya Hendy.


"Bunda ikut!" Rafa memelas sambil menarik tangan Khansa yang berupaya menolak sekalipun dia tak tega melihat Rafa merengek begitu.


"Ya udah, Bunda ikut!" Hendy akhirnya memutuskan


"Sana kamu ganti baju dulu!" Perintah Hendy pada Khansa yang dengan segera menuju kamar.


"Nggak pa-pa kan?" tanya Hendy pada Delima yang hanya diam memangku tangan tanpa berkomentar

__ADS_1


"Terserah!" jawabnya penuh makna, mau bagaimana lagi hanya Khansa kuncinya supaya Rafa mau ikut.


Akhirnya mereka berempat meluncur pergi, Rafa tentu saja sangat antusias setelah Khansa ikut bersama mereka sepanjang jalan dia bercerita banyak pada Khansa, jalan jalan mereka kali ini ke Wisata xxx yang mana itu tempatnya ramah anak anak banyak tempat bermain disana, dan Khansa tentu saja lebih ekstra dalam mengawasi Rafa yang memang lagi aktifnya, dan untung saja Hendy yang mengajak kesana kalo hanya dia dengan tiket masuk segitu dan jajanan, belum lagi memasuki wahana lain tentu beda lagi bayarnya udah bangkrut dia. Rafa sedang asik bermain di trampolin bersama anak anak yang lain, karena Minggu jadi lumayan rame. Khansa duduk menunggu dimana banyak pula Ibu-Ibu duduk menunggu anaknya disana. Jam Sudah menunjukkan pukul 11 siang, Khansa merasakan gejolak lapar yang membuat lambungnya tiba tiba perih, ia ingat jika tadi pagi hanya minum segelas air putih sebelum berangkat, Rafa juga hanya sarapan roti waktu di taman tapi anak itu seperti tak kehabisan energi. Karena jadwal pagi dan singkat jadi dia males untuk sarapan, tau tau sampai rumah malah sudah sibuk mandiin Rafa tak sempat makan lalu pergi, Khansa memutar kepala ke kiri dan ke kanan, mencari keberadaan Hendy dan Delima. Jarak warung dari tempat itu lumayan jauh, Khansa jadi bingung antara menahan lapar atau pergi sebentar mencari makan setidaknya sebungkus roti untuk mengganjal perutnya.


__ADS_2