
Hari itu Khansa berniat kembali ke kota setelah dua malam di rumah orangtuanya, bagaimanapun dia harus masuk kerja lagi setelah dua hari mengambil libur, ternyata diluar dugaannya Rafa malah menolak untuk pulang, ia masih betah disana karena banyak teman dan orang orang rumah yang juga masih kangen dengannya.
"Tinggal aja Rafa disini ... kamu disana kan juga kerja, kasian kalo dia harus ikut bangun pagi kerja sama kamu!" bujuk Ibunya yang sedari dulu meminta Rafa untuk diasuh olehnya karena tak tega melihat cucunya ikut kerja, Khansa terdiam sesaat, ia lebih memercayakan Rafa disana daripada harus diasuh oleh Hendy.
"Kalo dia nyariin, gimana?"
"Insya Allah, nggak. Kamu liat sendiri kan dia bahkan lupa balik ke rumah main sama adikmu!"
Akhirnya dengan berat hati Khansa meninggalkan Rafa disana, ia memang kadang kadang kasian juga membawa Rafa kerja bangun pagi ikut kerja, tapi memang mau gimana lagi. Dengan ditinggalkannya Rafa disana dia bisa lebih bisa lapang dalam mengerjakan pekerjaannya tak harus sambil repot mengawasi Rafa bermain, Ibunya orang yang telaten dalam mengurus anak kecil dia yakin itu daripada mertuanya.
Ditengah jalan, tiba tiba handphone Khansa berdering, ia pun menepikan motornya dan mengangkat telpon.
"Ada apa?" Tanya Khansa pada si penelpon yang merupakan Ratna
"Lu dimana?"
"Lagi dijalan!"
"Jalan mana?"
"Dari rumah di kampung ada apa, sih?"
"Oh! Mudik lu, gue lagi depan rumah malah."
"Setengah jam lagi nyampe!"
"Ya, kali gue nungguin lu setengah jam lagi, ya udah hati-hati lu!"
"Yo!"
Khansa mematikan sambungan telpon, dan kembali berbaur pada padatnya jalan.
Khansa tiba di rumah jam 12 siang, Ratna pun langsung otw ke rumah Khansa.
"Nggak ngomong-ngomong balik kampung? ... Rafa kemana?"
tanya Ratna
"Dadakan tau, nggak sempet ngabarin. Rafa gue tinggal disana dulu, kasian ikut kerja terus!"
"Emang seharusnya begitu, sih!"
__ADS_1
"Heh!" Ratna menjentikkan kedua jarinya didepan wajah Khansa membuat wanita itu mendelik manyun ke Ratna
"Gue ikut kencan buta!"
"Terus?"
"Terus, gue tadinya diajak sepupu gue tapi dia tiba tiba batalin nggak bisa ikut ... lu mau nggak gantiin?! soalnya udah janjinya tiga orang, gue sepupu gue terus temennya dia!"
"Kencan buta sih gimana?"
"Ya ... ketemuan bincang bincang gitu, kali?"
"Nggak apa-apa, sih. Nggak macem-macem, kan?"
"Macem-macem gimana,sih?"
"Ketemunya dimana?"
"Di St*rb*ck."
"Duh kantong gue menjerit!" Keluh Khansa
"Oke!"
"Dandan yang cantik, sapa tau ada yang kesemsem." Saran Ratna sebelum benar benar pergi dari sana. Khansa hanya menjawab dengan memberikan jempolnya.
Selepas sholat Isya Ratna datang ke rumah Khansa tapi kali itu di sengaja nggak bawa motor.
"Lu nggak bawa motor?" tanya Khansa
"Nggak!" jawabnya santai sambil ngaca membenarkan posisi hijabnya
"Kita naik angkot aja!" ucap si Ratna
"Gaya cantik-cantik gini naik angkot." Khansa menunjuk baju waah Ratna, bahkan kali ini dia pakai sepatu tinggi untuk menunjang gayanya itu, Khansa tak suka gaya yang ribet cukup celana Jeans cut bray dan sweeter berwarna pink favoritnya.
Mukanya juga diolesi bedak seikhlasnya dan kasih pewarna bibir tipis hingga kesannya natural-natural saja.
"Ini tuh salah satu trik kita menggaet cowok, tau!"
"Iyalah, ngerti gue nggak usah lu jelasin ... kalo tiba-tiba mereka nggak nawarin nganter gimana?"
__ADS_1
Khansa terlalu pesimis akan hal begituan
"Lu kayak nggak pernah kencan aja, emang lu dulu dijodohin apa gimana?" Sungut Ratna kesal, Khansa hanya tertawa lepas melihat ekspresi wajah kesal Ratna.
"Yuh, kita otw nih si Niken juga udah mau berangkat!" ucapnya sambil membaca chat dari Niken teman sepupunya Ratna.
Mereka berdua tiba disana, ada Niken juga yang sedang menunggu keduanya di parkiran. Mereka lalu jalan beriringan memasuki kafe tersebut, dari kejauhan Khansa menyadari ada Vasko disana, ia pun berusaha untuk menutupi wajahnya saat melewati meja itu, namun sialnya ternyata pria yang mereka temui itu adalah meja yang ada Vasko duduk disana bersama dua temannya Raiden dan Willy teman si Raiden.
"Vasko! Ngapain lu disini?" tanya Ratna kaget, Vasko pun tak kalah kaget saat melihat kedatangan Ratna sementara Khansa menyembunyikan dirinya di belakang Ratna.
"Lu sendiri ngapain kesini?" Vasko bangkit dari duduknya dan menggeser tubuh Ratna hingga tampaklah Khansa disana, Khansa hanya tersenyum kecut seperti anak kecil ketahuan nyuri duit emak.
"Kalian udah saling kenal?" Tanya Raiden bingung
"Ah! ... kenal lewat grup chat aja biasa!" Dalih Vasko seraya duduk lagi dan mempersilakan ketiga wanita berhijab itu untuk duduk seraya matanya sibuk melototi Khansa yang berusaha menghindari tatapannya. Mereka pun saling berkenalan dan saling memperkenalkan diri, sementara Khansa merasa agak kikuk berada disana jadi dia hanya diam saja tak banyak bicara, jika ditanya baru dia jawab. Vasko pun tampak asik saja berbincang bersama Niken dan dua teman cowoknya tadi, seperti tak pernah mengenal Khansa sebelumnya.
"Lu nggak pesen minum?" tanya Raiden saat yang lain sibuk memesan dessert atau cemilan lainnya Khansa bahkan tak membeli apapun, ia takut duit yang dia bawa malah tak cukup untuk membayar segelas kopi atau jus disana.
"Nggak usah! Nggak apa-apa." Khansa menolak dengan halus, Raiden bangkit sebentar dari duduknya lalu kembali dengan dengan membawa segelas minuman dan sepotong cheesecake untuk Khansa, yang membuat pandangan Vasko dan Ratna langsing mengarah ke keduanya.
"Nggak, usah repot-repot, Mas!"
"Nggak pa-pa ... nih cheescake, lu cobain. Ini dessert favorit gue disini!"
"Oh ya?! Kamu suka keju?" tanya Khansa yang dengan antusias sambil mencoba memakan dessert yang dibawa Raiden tadi
"Iya, suka!" jawab Raiden
"Sama dong, aku juga suka banget semua olahan berbahan keju." tutur Khansa
"Oh ya, sama dong kita!"
Perbincangan keduanya tampak asik, Vasko hanya terdiam sambil memikirkan sesuatu.
"Enak?" tanya Raiden lagi
"Iya, enak banget malah!"
"Gue ... boleh minta nomor lu nggak?" tanya Raiden yang membuat Vasko seketika mendehem, Khansa pun reflek menoleh ke arah suara tadi. Raiden memberikan hapenya pada Khansa yang menerimanya dengan ragu, akhirnya ia mengetik saja nomornya di hape itu, Raiden pun langsung memiskol nomor yang diberi Khansa barusan.
"Ini udah masuk!" ucapnya sambil memperlihatkan hapenya yang berdering.
__ADS_1