
Malampun tiba, Khansa berdiri menghadap kulkas ia sedang kebingungan mau masak apa, Rafa pasti menunya telur mata sapi, lalu dia kalo malam paling cuma makan mie instan jarang-jarang berniat untuk masak. Akhirnya ia memutuskan untuk beli makan di luar saja hitung-hitung sambil ngajak Rafa jalan berdua setelah sekian minggu tak bersama
"Ayo! Rafa siap siap kita jalan jalan!"
"Kemana?"
"Beli makan! Rafa mau makan apa?"
"Rafa mau makan mie pake bakso pake ayam ya Bunda!"
"Mie ayam dong!" Khansa mencubit pipi Rafa karena gemes dengan ucapan panjang lebar bocah 3 tahun itu. Rafa meringis kesakitan. Tengah sibuk mengganti baju Rafa, Khansa di kejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar keduanya saling pandang beberapa saat, Khansa tau kalau Rafa itu penakut jadi dia sengaja melotot kaget biar bisa melihat reaksi polos Rafa yang juga menganga kaget.
"Vasko!" seru Khansa saat tau yang datang adalah Vasko, Rafa melongokan kepalanya dari balik tubuh Khansa.
"Hai!" raut wajah Vasko langsung berubah seperti malaikat saat melihat Rafa, ia memberi lambaian kecil pada Rafa, Rafa hanya tersenyum malu memeluk kaki Khansa.
"Lama nggak jumpa sobat kecil!" ujar Vasko seraya membungkuk mengajak salaman Rafa
"Rafa, salim!" bujuk Khansa yang segera disambut Rafa dengan wajah masih penasaran siapa pria gagah ini
"Mau kemana?" tanya Vasko pada Khansa yang keduanya udah siap dengan jaket.
"Mau jalan-jalan cari makan!" sahut Khansa dingin, ia pun tampak menghindar bertatapan lansung dengan Vasko
"Kebetulan,dong! Boleh ikut?" tanya Vasko berkaca kaca, Khansa menghela nafas tampaknya orang ini belum tau pertemuan Khansa dan Ibunya tadi pagi, atau dia pura-pura nggak tau batin Khansa
__ADS_1
"Mm!" jawab Khansa singkat
"Ya udah, kita pake mobil aja ya? ... Ayo Rafa naik mobil." Vasko meraih tangan Rafa yang dengan senangnya di ajak naik mobil
"Aku di depan ya Om!" pinta Rafa
"Oke!"
Vasko lalu menggendong bocah itu masuk ke mobil disusul Khansa yang terlihat ogah-ogahan, ia memilih duduk di jok belakang.
Sampai mobil melaju di jalan suasana mobil masih senyap kecuali Rafa yang sibuk bercerita sendiri.
"Kita mau makan apa?"
"Ayam goreng!" sahut Rafa
"Ayam goreng." ulang Vasko
"Eh-bukan, ayam bakso sama mie!" tambah Rafa membuat Vasko melirik ke arah Khansa yang masih diam di belakang seperti meminta terjemahan.
"Dia mau makan mie ayam pake bakso!" terang Khansa masih dingin
"Ooh! Oke meluncur!"
Selang beberapa menit mereka tiba di Warung mie ayam bakso favorit Khansa, Rafa tampak kegirangan memasuki tempat itu, suasananya cukup sepi jadi bisa leluasa si Rafa lari sana lari sini, Khansa harus beberapa kali memanggilnya untuk duduk dengan tenang.
__ADS_1
Vasko akhirnya menyadari perubahan sikap Khansa padanya.
"Kamu kenapa?"
"Aku nggak pa-pa." Khansa berusaha tampak tenang tapi tetap terlihat dingin
"Yakin?"
Khansa hanya mengangguk dengan polos, sampai pesanan mereka datang, betapa ribetnya Khansa mengawasi Rafa saat makan, bukan karena dia pecicilan tapi karena makannya masih berantakan dan ya namanya anak kecil makan sambil main, acara makan yang seharunya setengah jam selesai jadi sejam baru benar benar selesai. Karena kenyang Rafa duduk di depan di pangkuan Khansa, lambat laun matanya mulai meredup, menciptakan keheningan di dalam mobil.
"Kamu kenapa?" Lagi lagi Vasko bertanya
"Aku harap kamu nggak datang lagi ke rumah atau menghubungi aku!" Kata kata yang sangat ingin Khansa ucapkan akhirnya terlontar juga, Vasko yang mendengarnya hampir saja menginjak pedal rem secara mendadak
"Maksud kamu gimana?"
"Jangan datang-datang lagi ... aku nggak mau lagi berurusan dengan keluargamu."
"Aku nggak ngerti maksud kamu...?"
"Kamu hanya pura pura nggak ngerti!" potong Khansa
"Apa Lidya...?"
"Bukan Lidya!" Lagi lagi Khansa memotong ucapan Vasko
__ADS_1