
Malam itu Vasko tampak sedang berdiri menghadap cermin ia memutar-mutar bahu bidangnya melihat apakah baju yanh ia kenakan itu cocok untuk di bawa keluar rumah, Beno mengetuk pintu kamar seraya masuk. Vasko menoleh sebentar kedatangan sohibnya itu
"Gaya Lu, udah kayak bos aja mau kemana emang?" tanya Beno seraya rebahan memangku kepala di kasur Vasko, Vasko yang tinggal sendirian di rumah sengaja mengajak Beno untuk tinggal di rumahnya secara gratis ya mereka sudah berteman sejak SMP jadi udah saling mengerti latar belakang keluarga masing masing. Daripada buang-buang duit bayar kos di ajaklah Beno tinggal di rumahnya yang besar bak istana kosong itu. Kadang sebulan sekali ayah Vasko akan mengunjunginya untuk sekedar menjenguk Vasko ataupun kalo lagi merindukan masakan Indonesia.
"Mau ketemu sama Ratna gue, lu mau ikut?" Beno tampak berpikir sebentar
"Kalo aku ikut aku ngapain?" tanya Beno lagi
"Tukang tangkap nyamuk." jawab Vasko sambil meledek Beno
"Males ah, mending main game apa bikin konten ".
"Ish gaya lu subcriber lu kan baru 50 orang." Vasko masih ngeledek
"Giveaway lah akun gue biar banyak yang ngikut lu yang modalin."
"Giveaway ****** lu apa?"
"Sumpah jorok lu." cibir Beno membuat Bakso terkekeh
"Gue berangkat dulu jaga rumah lu ya awas lu macem-macem." pesan Vasko dengan muka serius
"Macem-macem ngapa sih gue?"
"Yah siapa tau lu berbuat dosa di kamar habis lah rumah gue kena azab."
Beno melempar bantal ke muka Vasko
__ADS_1
"Lu kata gue sejahat itu!" Vasko tertawa sambil menutup mulutnya
Vasko naik ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan pelataran parkir rumahnya.
Khansa masih terbaring di depan tivi sambil sesekali memainkan hapenya Rafa tengah asik menonton sambil bermain mainan baru pembelian Ayahnya. BIIP! Hape Khansa berbunyi satu pesan masuk dari Ratna
"Gue mau ketemuan nih!" pesan Ratna
"Sama Vasko ya?" ketik Khansa membalas
Tak beberapa lama Ratna menelpon Khansa
"Ketemuan dimana lu?" tanya Khansa tanpa berbasa basi
"Dia ngajak makan sih tapi di hotel Khan."
"Kenapa?" tanya Ratna
"Kok lu mau sih? udah bosen banget apa lu jadi jomblo Rat!"
"Emang kenapa? Kan cuma makan Khansa engga nginep lu mah gitu, mikirnya jelek."
"Ya siapa tau aja lu di kasih minum obat."
"Vasko bukan tampang bejat kayak gitu tau, lagian mana mau dia tidur ama cewek burik kayak gue dianya putih mulus gitu." bela Ratna
"Iya iya sana deh hati-hati lu terus SMS gue kalo ada apa-apa." pesan Khansa
__ADS_1
"Ya udah bye!" Ratna memutuskan hubungan telpon.
Vasko dan Ratna tenggelam dalam suasana romantis restoran Grand H?otel makan romantis dengan bunga mawar merah di atas meja Ratna sangat beruntung bisa merasakan makan enak dan suasana yang super nyaman itu belum lagi bersama dengan seorang pria mapan yang sangat tampan Vasko yang terlihat sangat gagah dengan kemeja leher terbuka dipadu dengan jas dan celana putih rambutnya tersisir rapi wajahnya mulus bagai porselen bibirnya merah alami Ratna benar-bener sudah tak bisa membedakan mana mimpi mana kenyataan hanyut mengagumi Vasko kenapa pria tampan seperti ini malah memilih dirinya padahal kalo dia mau seorang artis pun mampu dia pacari.
"Oh ya Vasko umur berapa?" tanya Ratna yg sedari tadi memandang Vasko, Vasko terlihat serba salah
"Aku? 27!" jawabnya santai sambil menyenderkan diri disandaran kursi
"Usia mapan kok masih jomblo?" ucap Ratna geleng-geleng
"Aku pilih-pilih sama cewek, cantik saja nggak bisa jadi patokan seorang wanita itu baik ya kan?"
"Iya sih...pantesan jomblo." ucap Ratna cuek
"Emang mau nyari cewek yang gimana sih?" tanya Ratna memulai inti pembicaraan. Vasko tampak terdiam beberapa saat
"Kamu tau kan cinta itu adalah masalah kenyamanan mau seperti apa orang menilai pasangan kita kalo kita merasa nyaman sama dia kita engga mau tau kata orang, kriteria itu hanya terucap kalo kamu sedang tidak mabuk cinta...asalkan mau nerima aku bukan karena apa yang aku miliki." Vasko melempar senyum manisnya
"Oh pantesan kamu mau..."
"Ssut!" Vasko lebih dulu menyela dengan jari telunjuknya
"Cukup kamu dan Tuhan yang tau ya readers jangan di kasih tau biar mereka mikir sendiri." Ratna langsung merapatkan mulutnya pesona Vasko sudah membuatnya menjadi bucin budak cinta.
Sepulang dari tempat kencannya Ratna menyempatkan diri mampir ke rumah Khansa.
"Ya ampun Khansa lu tempe?"
__ADS_1
"Engga suka tempe gue!" celutuk Khansa seraya duduk di teras depan rumah karena kalo di dalam dia tau seberapa panjang getaran suara Ratna dia engga mau berurusan dengan Rafa yang rewel karena terganggu tidurnya.