
40
"Anu ..." ucap Vasko tertahan membuat Ratna yang sudah membuka pintu pun ikut tertahan disana.
"Sori, tapi cleaning service mau? Aku lupa kalo kita belum punya cleaning servis di kantor ini." ucapnya seraya mendekati Ratna, Ratna hampir kehilangan harapan. Ia akhirnya hanya mengangguk seraya berlalu dari sana meninggalkan Vasko yang masih berdiri mematung didepan pintu. Jam istirahat, Ratna yang sedang duduk makan di warung pecel itu menelpon Khansa.
"Gimana?" tanya Khansa bersemangat, Ratna jadi terlihat serba salah
"Cleaning service gimana?" tanya Ratna balik
"Nggak pa-pa! Gue mau, kok!" balas Khansa diluar ekspektasi Ratna, ia mengira Khansa akan menolak, namun ia masih menerima dengan senangnya.
"Serius nggak pa-pa!"
"Iya beneran, kapan aku bisa mulai kerja?"
"Besok udah bisa, sekalian bawa fotocopy KTP sama KK. Ya sekedar buat formalitas!"
"Oke oke, makasih banyak Rat."
Ratna menutup telponnya, ia seperti kehabisan semangat Vasko sekarang sudah berubah batinnya.Khansa sangat senang bisa kerja dikantor sekalipun kerjaanya hanya tukang sapu tapi ia tetap senang, setidaknya ia merasa dirinya naik level.
Khansa sudah tiba dikantor pagi sekali, disusul kedatangan Ratna, keduanya memang sudah janjian datang pagi Khansa malu kalau harus datang disaat staff yang lain pada datang. Khansa tengah duduk didekat pos jaga yang standby 24 jam.
"Lu udah nyampe!" seru Ratna memarkirkan motornya, lantas Khansa menemuinya dengan begitu tegang
"Rat, gue takut!" Khansa tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya
"Takut apa?"
"Ini kali pertama gue kerja di tempat begini!"
"Santai aja, kerjaan disini nggak ribet-ribet amat."
Ratna lalu mengajaknya untuk masuk, ruangan disana masih tampak lengang dan panas Ratna segera menyalakan AC dan mengambil beberapa alat sapu.
__ADS_1
"Lu merangkap jadi tukang sapu juga?" tanya Khansa tak setegang sebelum masuk tadi
"Ya, kemarin-kemarin sekarang ini tugas lu!"
Ratna menyerah terimakan sapu beserta pel lantai kepada Khansa yang menerimanya dengan menampilkan wajah manyun khasnya. Satu persatu para karyawan datang disaat Khansa masih menjalankan pekerjaannya ia bahkan dengan ramah menyapa mereka yang baru datang dengan senyumnya kepada staff lain sekalipun senyumnya tak semanis gula.
"Baru ya Mba?" tanya salah satu staff disana
"Iya, Mas!"
"Ooh!"
Mereka kembali dengan kesibukannya masing-masing, Khansa yang dengan fokusnya mengepel lantai di lobi kantor, ia tersadar setelah pel itu mentok disepatu mahal milik Bosnya Khansa pun reflek menengok dan segera menyingkirkan pel ke belakangnya.
"Ma-maaf!" Ucapnya tertunduk, ia tahu itu Vasko ia tak ingin berkontak mata dengan pria yang pernah naksir padanya itu, lagipula derajat mereka sangatlah berbeda dia merasa Vasko tak akan peduli lagi padanya.
"Khansa!" seru Vasko seperti teman yang lama tak berjumpa, Khansa baru menatap ke arah Vasko dengan agak ragu ia juga tak mau disebut sok kenal dengan Bos besar.
"Hai!" sapanya dengan senyum hambar
"Aku seneng banget, kok. Ini udah sesuai dengan passion aku, tukang sapu!" Khansa dengan cepat menyela ucapan Vasko
"Semoga kamu betah kerja disini!"
"Iya, makasih banyak!"
"Aku lanjut dulu, jangan lupa bawain teh ke ruangan ya!" Pesan Vasko sambil lanjut melewati Khansa yang menengok kepergian Vasko. Dia masih baik tapi sudah tidak pengertian seperti dulu batin Khansa.
Setelah selesai mengepel Khansa membuatkan teh pesanan Vasko, Khansa berdiri didepan pintu ruangan Vasko sambil membawa secangkir teh ditangannya, dengan tangan tertahan ia mengetuk pintu, terdengar suara Vasko yang menyuruhnya untuk masuk, Khansa membuka pintu dengan pelan dan melongokkan kepalanya, Vasko tampak sedang duduk sofa bersama seorang wanita yang bukan lain adalah Farna yang juga sudah tiba disana. Farna melihat sebentar kedatangan Khansa, Khansa bersimpuh seraya menyodorkan secangkir teh tadi ke meja.
"Ini Khansa, anak baru disini untuk sementara dia dibagian cleaning service." ucap Vasko memperkenalkan Khansa pada Farna, Farna hanya merespon dengan anggukan terpaksa baginya tak penting berkenalan dengan seorang tukang bersih-bersih. Khansa cukup terpana dengan Farna untuk pertama kalinya mereka bertatap muka, Farna yang cantik dan modis lalu dia juga seorang artis batin Khansa. Khansa pun berpamitan untuk keluar dari sana.
"Makasih ya!" ucap Vasko padanya seraya menyungging senyum, Khansa hanya mengangguk dengan sopan lalu keluar dari ruangan itu. Di depan pintu Khansa berpapasan dengan Ratna yang akan menuju dapur, melihat Khansa keluar dari sana Ratna lalu meraih lengan Khansa membawanya menjauh dari sana.
"Ngapain lu dari sana?" tanya Ratna penasaran setengah berbisik
__ADS_1
"Nganterin teh!" jawab Khansa dengan polos
"Gue juga baru aja ketemu Farna, dia cantik banget diliat secara langsung." cerita Khansa berkaca-kaca, Ratna membawanya masuk ke dapur.
"Nih! Ya menurut gue, si Farna itu naksir sama Vasko deh!?" Tebak Ratna membuat Khansa mengangkat alis heran
"Ya ... dari mana lu tau?"
"Dari gerak geriknya."
"Ya biarin, lah lagian mereka keliatan cocok-cocok aja."
Ratna dengan serius meraih kedua tangan Khansa
"Lu jangan gitu, lu harus pertahankan Vasko!"
"... gue nggak pantas ama dia." ucapnya tampak murung, ia kembali mengingat gimana cantik dan sempurnanya Farna di banding dirinya.
"Pantas lah emang yang tampan hanya buat yang cantik doang!" Celutuk Ratna memangku tangan
"Lu anggap gue jelek?" Seru Khansa mendepak lengan Ratna
"Gue nggak ngomong, lu ngerasa sendiri." Ledek Ratna tertawa lebar mencubit pipi Khansa yang tidak chubby. Cewek itu hanya menepis cubitan Ratna dari pipinya. Raiden masuk ke dapur dengan membawa segelas pop mie.
"Air panas air panas!" Raiden membelah Ratna dan Khansa menuju termos besar disana.
"Pagi-pagi udah laper lu?" tanya Ratna
"Gue nggak sarapan!" jawabnya sambil menuangkan air panas ke dalam cup mie
"Ngegosip lu berdua ya?" Tebak Raiden saat akan keluar dari sana
"Gosipin lu!" sungut Ratna
Raiden keluar dari sana dengan membawa pop mienh tadi disusul Ratna yang juga kembali kerja, tinggalah Khansa seorang diri di dapur ia terduduk dikursi yang berada dekat meja dapur, menghela nafas sebentar. Ia kembali mengingat wajah Farna dan Vasko bersamaan tak bisa dipungkiri jika mereka cantik dan tampan, dan juga berprestasi ia kembali menelisik dirinya prestasi apa yang sudah dia cetak sejauh ini, yang ada dia kembali terbawa kenangan lamanya saat menikah dan berumah tangga hingga akhirnya berakhir dengan berpisah meninggalkan seorang anak yang tampan yang menjadi penyemangat hidupnya. Selama bekerja disana Khansa terkenal anak yang pemalu namun juga asik hanya saja dia itu tak pandai berbasa basi seperti kebanyakan orang, dan dia selalu memilih menyendiri di dapur keluar jika ada yang meminta kopi atau teh atau sekedar membuatkan pop mie. Hingga pada suatu ketika Khansa mencoba membersihkan kaca kantor pagi itu sekitar jam 8 pagi, daripada cuma diam diam di dapur ia mencoba mencari kesibukan lain mengelap tanaman membersihkan kaca dan banyak hal lain. Sebuah mobil Alphard memasuki halaman parkir, Khansa menduga itu adalah Farna ia hanya melirik sebentar. turunlah sepasang suami istri yang merupakan orangtua Vasko, Khansa melebarkan kedua matanya dengan membatin, tumben mereka kesini? ia bahkan menghentikan aktifitasnya mengelap kaca beberapa menit.
__ADS_1