
"Vasko super duper tampan malam ini dia seperti pangeran Khan." Ratna mengguncang bahu Khansa saking ia ingin mengekspresikan kebahagiannya.
"Terus lu jadian sama dia?" Ratna terdiam seketika suara jangkrik tiba-tiba terdengar lebih keras dari dentingan jam
"Belum sih!" Ratna tersenyum hambar sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal
"Dia belum siap kali nembak gue." ujar Ratna lagi
"Udah makan malam di restoran mahal masa engga di tembak, kirain kan kayak di drama-drama korea gitu dia bawa buket bunga terus ada cincinnya di selipin di cake gitu terus kemakan misalnya ama lu."
"Terus gue masuk RS karena perkara nelen cincin ya kali drama Korea...gue tadi makan daging sij engga makan dessert...ya ini kan masih awal mula pdkt masa main tembak-tembakan aja ntar mampus entar."
"Tapi emang beruntung banget sih gue malem ini karena ketampananya itu udah bikin gue kenyang banget liatnya."
"Iya elu emang beruntung banget Rat, coba aja kalo gue juga bisa kayak gitu." Khansa nampak serius Ratna pun terdiam dan mengalihkan pandangannya
"Jadi janda itu emang berat ya, untung aja gue udah punya Rafa, setidaknya anak itu mengalirkan energi supaya aku bisa kuat." ucap Khansa tampak berkaca kaca
"Jangan pesimis begitu Khan, jodoh dan rezeki itu tuhan yang atur siapa tau besok ketemu jodoh ya kan."
"Gue pengen fokus ngurus Rafa aja dulu, masalah pasangan itu urusan belakangan aja, jika Rafa gak nyaman maka gue juga gak nyaman."
"Yang semangat ya, gue balik dulu, udah lu masuk duluan." Ratna mengelus bahu Khansa ia tau selama ini bahu itu sangatlah berat namun tak berdaya karena dia seorang diri. Jalan pintas meringankannya adalah dengan menangis...Ratna menatap kosong ke arah pintu rumah yang sudah tertutup rapat itu.
Anak itu bebannya berat selama ini Hendy meskipun ia memberi uang belanja untuk Khansa tapi itu cukup untuk membeli keperluan Rafa saja tidak dengan keperluan dapur, listrik, dan air semuanya Khansa tanggung sendiri kadang untuk sebulan pun uang gajinya tidak cukup ia bahkan meminjam pada Ratna untuk akhir bulannya. Ratna menghidupkan mesin motor dan beranjak meninggalkn pelataran rumah Khansa. Besoknya Khansa dan Rafa baru saja selesai dengan pekerjaannya menyapu, sebuah mobil putih menepi Hendy keluar dari sana dan menemui Khansa dan Rafa yang lagi duduk istirahat di bangku taman.
"Kok kamu disini?" tanya Khansa terheran-heran
"Izinkan aku membawa Rafa." ucap Hendy tanpa basa basi lagi
"Maksudnya gimana?" Khansa bertanya kembali takutnya salah dengar
"Mama lagi di kota kebetulan sangat merindukan cucunya jadi aku berniat meminjam Rafa selama satu bulan." ungkap Hendy yg tengah memangku Rafa keduanya sedang memadu rindu antara Anak dan Ayah. Khansa menghela nafas panjang ia ingin emosi tapi ini tempat umum
"Apa? Satu bulan? Kenapa harus satu bulan sih? Semalam aja Rafa sama kamu rasanya separuh jiwa aku tu hilang." ucapnya Khansa dengan lirih
__ADS_1
"Ya, kalo kamu mau ikut engga pa-pa juga sih." Hendy menawarkan
" Engga!" Khansa dg tegas menolaknya
"Ya udah Rafa aja sendiri."
"Tapi..."
" Khan orgtuaku sangat merindukan Rafa setidaknya ijinkan mereka berkumpul satu bulan saja bersama aku setelah itu aku kembalikan."
"Aku ngerti Hen...tapi, kamu kan pembohong." ucap Khansa agak pelan
Hendy menghela nafas jika saja tidak di tempat umum mungkin dia udah banting suara. Hendy cukup lama terdiam merenungi kesalahan lama yg memang dirinya tidak bisa menepati janji pada Khansa makanya Khansa terlalu sulit untuk percaya lagi padanya apalagi masalah pinjam meminjam anak, karena dari dulu Hendy sangat ingin Rafa ikut denganya tapi karena Khansa lebih ngotot mempertahankan Rafa akhirnya dia mengalah.
"Bunda ikut sama ayah?" tanya Rafa begitu polos
"Engga bisa Rafa bunda harus kerja."
"Kenapa kerja?" Rafa kembali bertanya karena anak kecil kan emang hobi bertanya
Rafa masih akan melanjutkan bertanya tapi Khansa buru-buru mengalihkan perhatiannya
"Bolehkan?" tanya Hendy lagi setelah sekian lama terdiam, Khansa masih kurang yakin dengan lelaki yang pernah singgah dihatinya itu hingga akhirnya ia hanya mengangguk.
"Ayo Rafa kita pulang kemasi baju kamu." ajak Hendy seraya menggendong Rafa menuju parkiran mobil Khansa mengikuti dengan muka cemberut. Tiba waktunya akhir pekan, Khansa yang baru tiba di rumah di kejutkan dengan kedatangan Ratna ke rumahnya.
"Rafa mana?" Ratna langsung mencari Rafa karena anak itu selalu berada di luar bermain tapi hari ini tak tampak batang hidungnya
"Dipinjam sama Hendy sebulan." ucapnya datar
"Lama bener!"
"Ya mau gimana lagi neneknya lagi pengen ketemu."
"Oh! orangtua Hendy lagi di kota!"
__ADS_1
Ratna terdiam beberapa saat ia tahu kalo Khansa lagi uring uringan karena rumah begitu sepi tanpa ada suara Rafa dan mainan yang terlihat rapi di pojokan sana. Ratna menyenderkan diri di tempat duduk Khansa juga masih terlihat bengong sendiri.
"Kalo engga ada Rafa begini rasanya apa apa jadi males, jadi keinget dia jadi kangen."
"Nginep di rumah gue mau?"
Khansa menggeleng geleng kepalanya layaknya anak kecil yang tidak mau minum obat.
"Sebenernya sore ini ada yang ngajak nginap di puncak lho!" Ratna memancing Khansa
"Siapa?" tanya Khansa tak tertarik
"Ada bbq-an juga kayaknya, makan makan enak."
"Ada acara apa emang?" akhirnya Khansa merespon
"Vasko mau rayain ulang tahunnya di Villa keluarganya, sore ini jalan kalo mau ikut ya ayo!" ajak Ratna
"Males ah paling jadi tukang tangkap nyamuk."
"Dia juga bakalan ngajak temennya kok aku engga mau kalo jadi cewek sendirian...ikut deh ya daripada lu galau di rumah weekend."
"Naik motor kita?"
"Vasko yang jemput...kalo mau ikut beresin pakean trus kita tunggu di rumah gue oke."
Dengan terpaksa Khansa masuk kamar membereskan pakaian seperlunya, jika saja Rafa di rumah dia gak bakalan mau repot repot ngumpul acara begituan tapi gimanapun sendiri di rumah juga hanya membuat dia galau karena kesepian dan selesai mengemas baju keduanya meluncur ke rumah Ratna menunggu di sana biar sekalian di jemput.
Hai readers 🙌 **ini karya pertama aku yang aku publikasikan secara online sebenarnya udah banyak karya sebelumnya tapi aku kurang pede jadi ini adalah yg pertama mohon dukungannya 😗
jangan lupa untuk berteman di
Ig/ @mimaqibt
salam Mirel**
__ADS_1