Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 26


__ADS_3

"Mama...?" tanya Vasko setelah beberapa menit terdiam


"Kamu tau? Alasanku nggak bisa nerima kamu, itu ... karena aku belum bisa menggantikan posisi Hendy sepenuhnya..." ungkap Khansa tertahan, Vasko hanya menelan ludah, pandanganya fokus ke depan.


"Aku memang sudah bercerai, tapi hubungan kami baik baik saja demi Rafa, apa kamu bisa menerima situasi itu..."


Khansa terperanjat kaget saat Vasko menginjak rem mendadak, ia langsung memeluk Rafa erat.


"Kita udah sampai!" ucapnya berubah dingin, Khansa segera menyadari hal itu, mungkin saja Vasko kesal dengan ucapannya barusan, yang memang sengaja dia lontarkan agar Vasko melupakan dirinya.


"Makasih traktirannya, makasih juga untuk selama ini!" ucap Khansa sebelum akhirnya turun dari mobil sambil membopong tubuh Rafa. Khansa berdiri menghadap mobil Vasko yang menutup pintu mobil kembali tanpa berucap satu kata pun, lalu pergi dari hadapan Khansa. Di dalam mobil Vasko meluapkan kekesalan hatinya mengguncang dan menampar setir mobil, sampai dia benar benar merasa lega.


pagi-pagi sebelum berangkat kerja, Khansa mendapati handphonenya berdering sedari tadi, ia segera mengambil hape ada 2 missed call dari Ratna, sebelum dia menekan tombol panggilan untuk menelpon balik, Ratna sudah duluan menelpon lagi untuk ketiga kalinya.


"Apa?"


"Lu bareng Vasko?" tanya Ratna


"Nggak!" jawab Khansa singkat


"beneran? Beno nanya soalnya."

__ADS_1


"Beneran gue nggak tau!"


"Kemana, deh tuh orang?"


"Udahlah Rat, nggak usah ngurusin mereka."


"Khansa, lu...?"


"Udah ya gue mau berangkat kerja." potong Khansa segera mematikan sambungan telpon, bodo amatlah mau hilang mau diculik bodo amat batin Khansa hatinya tiba tiba mengeras setelah pertemuannya kemaren.


Khansa pergi kerja mengajak Rafa seperti rutinitasnya setiap hari, dan berusaha baik baik saja seperti tak terjadi apa apa.


siang harinya Beno lumayan kaget mendapati Vasko datang ke kantor bersama Lidya, bahkan cewek itu menggandeng mesra lengan kekar Vasko. Beno yang khawatir segera menghampiri Vasko dan Lidya di ruangannya.


"Dari tempatnya Lidya!"


jawabnya singkat dan padat, Beno menatap ke Lidya, wanita itu hanya tersenyum penuh kemenangan, Beno tiba tiba merasa khawatir dengan hubungan Vasko dan Khansa.


"Khansa gimana?" tanya Beno yang sudah berusaha mendukung hubungan mereka


"Untuk apa aku mengejar-ngejar orang yang belum bisa move on dari mantan suaminya?!" tutur Vasko dingin, Beno tak percaya kata kata itu barusan keluar dari mulutnya Vasko, baru aja beberapa hari yang lalu dia begitu gigih ingin tetap memperjuangkan hubungannya dengan Khansa. Beno mengajak Ratna untuk menemui Khansa pas jam makan siang, Ratna dan Beno pergi ke rumah Khansa tapi rumahnya masih kosong, Ratna memutari area yang biasanya di singgahi Khansa untuk kerja. ia menemukan Khansa di taman xxx, Rafa lagi asik bermain pancuran air sementara Khansa hanya terduduk dipinggir mengawasi Rafa bermain. Khansa tak menyangka akan kedatangan Ratna dan Beno menemuinya.

__ADS_1


"Khansa!"


Reflek Khansa menoleh ke arah suara


"Ratna, Beno!"


"Didatengin ke rumah juga!" gerutu Ratna


"Lu lihatlah Rafa lagi asik main, jadi ntar-ntar aja pulangnya!"


"Ada kabar buruk!"


"Buruk apa?" tanya Khansa tak tertarik


"Vasko bareng Lidya ke kantor!" seru Beno


"Ya nggak apalah, emang kenapa?" Reaksi Khansa membuat Ratna dan Beno terbelalak saling pandang


"Ada masalah apa? sih Khan?" tanya Ratna serius, Khansa tak langsung menjawab ia menelan ludahnya seolah menelan segala kepahitan hidupnya


"Kemaren ... Ibunya datang sama Lidya ... haah! ... kami memang nggak pantas bersama!" Khansa menghela nafas lagi

__ADS_1


"Aku nggak pantas bersama Vasko!" ulang Khansa menatap kosong ke arah Rafa yang lagi bermain. Beno dan Ratna turut membisu tak dapat memberi saran apapun


__ADS_2