Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 37


__ADS_3

"Kamu, kalo mau beli baju emang gini? Muter-muter dulu nyampe pusing!" tanya Vasko saat mereka menuju parkiran, begitu takjub, ia tak mengerti ada cewek begini di dunia ini.


"Aku nggak pernah beli baju disini, paling masuk cuma liat-liat!" jawab Khansa fokus berjalan sambil menenteng kantong baju


"Style mu tanah Abang ya?" Celutuk Vasko


"Aku jarang beli baju, aku bukan tipe yang konsumtif, kalo lagi butuh ya dibeli kalo nggak ya nggak!"


"Ya, sekali kali beli yang mahal, kan nggak pa-pa!"


"Makasih banget loh! Aku jadi nggak enak deh, kapan-kapan aku bayarin ya?"


"Bayarin apa?"


"Makan mie ayam!"


"Sekarang?"


"Jangan sekarang, belum gajian!"


"Laper juga ya, habis muter-muter sama kamu, cari makan dulu, deh!"


Yura tiba dirumah orangtuanya dengan membawa sekotak cake favorit Ibunya, Ibunya tampak sedang duduk ngeteh di halaman belakang bersama Ayahnya.


"Teh Mama kurang lengkap tanpa ini!" Yura menyodorkan kotak cake tadi dimeja.


"Waktu yang pas!" ucap wanita itu


"Yura, kamu tau agen pembantu yang bagus dan telaten?"


"Mama mau bayar pembantu?"


"Satu atau dua orang!" Tambahnya sambil menikmati cake yang dibawa Yura tadi


"Mama mau bayar pembantu? ... Mama tinggal disini lagi!" tanya Yura lagi dengan mata berbinar-binar


"Ya sampai musim dingin berakhir, setelah itu Mama balik lagi! ... Mama butuh hanya untuk satu atau dua bulan saja, selama Mama disini."


"Oh! Oke nanti aku carikan!"

__ADS_1


Khansa dan Vasko baru saja tiba dirumah, diwaktu yang bersamaan Ratna juga datang bersama ojol.


"Tumben, naik ojek!?" ucap Khansa sambil membuka pintu. Sementara Vasko memilih duduk di teras.


"Motor gue mogok, lagi di bengkel." jawab Ratna


"Dari mana kalian, kencan ya?" tanya Ratna menebak-nebak


"Kencan apaan sih!"


"Kencan siang bolong!" jawab Vasko tersenyum hingga tampak lengkungan dibawah mata Asianya.


"Cie, belanja baju baru nih!?" Ledek Ratna saat melihat Khansa menenteng tas dari mall.


"Dibayarin!" jawabnya singkat


"Ya iyalah kalo lu mah pelit, beli baju kalo mahal dikit aja langsung nggak jadi beli ... nggak tau mode emang nih orang!" tukas Ratna didepan Vasko secara blak-blakan. Pria itu hanya tersenyum manis memperlihatkan jejeran giginya yang putih. Khansa tampak malu-malu


"Beli baju ini aja, harus dicolong duluan kalo keburu dia lihat tag harganya malah nggak jadi beli." tambah Vasko


"Nih ya Vas, kalo mau ngajak dia belanja itu jangan ke mall. Cari aja itu toko serba 35 ribuan cepet dia!"


"Udah! Gibahin gue depan gue ... nyari perkara emang, deh!" Khansa menyudahi percakapan tentang dirinya itu. Vasko pun pamit langsung pergi sementara Ratna ikut masuk kedalam.


tanya Ratna, sambil membuka baju yang dibeli Khansa tadi


"Dia ngajak ke toko perhiasan awalnya baru beli baju."


"Ngapain? Jangan-jangan lu dibeliin cincin mahal!"


"Mahal tau!"


"Mana cincinnya?"


"Ya, nggak beli lah. Perhiasan semahal itu?!"


"Ya Allah, anak ini nggak tau caranya morotin cowok!" Gerutu Ratna lagi


"Kayak lu tau morotin cowok Rat!"

__ADS_1


"Ya, seenggaknya gue pernah dapat barang bagus dari mereka."


"Tapi itu beneran mahal Rat, bisa buat umrah sekeluarga tau."


"Bersyukur lu dia naksir ama lu, kalo ama gue udah bangkrut dia."


Vasko baru saja memasuki halaman parkir rumah mereka, ia berpapasan dengan Yura didepan pintu.


"Mau kemana?" tanya Vasko


"Ya, balik lah!"


"Cepet banget?!"


"Kamu aja yang baru pulang, aku udah dari tadi! ... oh ya, Mama minta dicariin pembantu dua orang buat bantu bantu dia selama dua bulan ke depan."


"Cuma dua bulan?"


"Iya, Mama akan tinggal disini sampai dua bulan."


"Aku kurang paham masalah itu."


"Siapa tau kamu punya kenalan, atau temen kamu!"


"Oke oke!" Vasko segera berlalu dari hadapan Yura masuk ke rumah. Yura hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Vasko. Sesampainya dikamar Vasko mendapat notif dari Raiden, bahwa dia sudah mendapatkan selebgram cantik yang bakal mereka rekrut untuk menjadi artis pertama yang bernaung di perusahaan kecil mereka.


"Lu atur jadwal kita buat ketemuan sama dia." Perintah Vasko lewat telpon


"Oke, ntar gue SMS kalo udah deal!"


Vasko terdiam sebentar, lalu meraih lagi kunci mobilnya yang baru saja dia letakkan diatas meja, ia buru-buru pergi ke studionya.


"Gimana Rai?" tanya Vasko saat memasuki ruang studionya.


"Dia bebas kapan aja!"


"Kalo gitu, atur ketemuan nanti malam jam 7."


Raiden langsung mengirim pesan kepada si cewek tadi untuk bertemu di Kafe xxx jam 7 malam. Vasko sudah lama menyiapkan sebuah lagu yang dia ciptakan sendiri, ia sudah tak sabar ingin cepat-cepat memproduksi lagunya itu. Raiden dan Vasko sudah standby ditempat 30 menit sebelumnya hingga datangnya cewek berperawakan mungil, rambut hitam ikal dibiarkan tergerai terhembus angin, wajahnya mungil dengan make up ala ala artis Korea. Tak dipungkiri dia seorang selebgram dan yout*ber yang sering meng-upload konten dirinya sedang lipsync lagu artis-artis kenamaan. Itulah alasan Vasko dan Raiden untuk merekrutnya karena selain cantik cewek ini juga bersuara merdu.

__ADS_1


"Maaf! Udah lama?" tanya Cewek itu sopan dengan nada suara yang indah seindah suaranya waktu menyanyi.


"Nggak! Silakan duduk!" Vasko segera mempersilakan calon artisnya itu untuk duduk.


__ADS_2