Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 09


__ADS_3

Mobil Mercedes C-Class berhenti tepat di depan Villa sederhana milik ayah Vasko, Villa dengan nuansa rumah pedesaan semua bangunan terbuat dari kayu kecuali lantai Ratna dan Khansa terkagum-kagum halamannya pun sangat adem ada beberapa batang pohon menyejukan depan rumah sehingga udara jadi terasa makin sejuk. Beno yang tau keduanya sedang mengagumi Villa itu lalu berbisik


"Dibelakang sana ada yg lebih indah!"


ucap Beno seraya melangkah masuk


"Apaan?" Khansa dan Ratna mengekor Beno masuk.


Beno membuka tirai pintu kaca di dalam rumah tampaklah halaman yang luas dengan hamparan rumput hijau menghiasinya ada bangku ayunan dan yang lebih membuat silir ternyata Villa itu berada di bibir pantai sehingga dari dalam rumah pun sudah bisa menikmati semilir angin laut.


"Wah wah! kayak surga." puji Ratna


"Gue udah melupakan Rafa kayaknya deh." Canda Khansa yang di iringi tawanya


Jam sudah menunjukan pukul 6 petang mereka sibuk membereskan pakaian di kamar masing-masing mandi dan merapikan diri karena masih ada beberapa lagi teman Vasko yang masih belum datang karena terjebak macet.


"Nih orang udah kayak tuan muda ya?" Puji Khansa yang sedari tadi masih belum bisa percaya bahwa akan merasakan keindahan tempat itu ia duduk di pinggir jendela menikmati semilir angin laut menerpa wajahnya


"Orang kaya!" balas Ratna yang masih sibuk mengoles lotion ke tubuhnya


"Kalo kamu bisa jadian sama Vasko kamu bakal jadi nyonya dong ya Rat?!"


Ratna terpaksa tertawa renyah


"Haahaa engga juga sih."


Keduanya keluar dari kamar setelah berdandan cantik sehabis mandi Vasko dan Beno tampak sedang mempersiapkan alat panggang di pelataran yang menghadap langsung ke bibir pantai dan menaruh beberapa sayur di atas meja


"Lagi siap-siap ya?!" sapa Ratna

__ADS_1


"Nyonya nyonya sudah siap ya, mari sini potong bawang!" Beno yang tengah mengeluarkan sayur dari kresek melempar bawang merah kepada Ratna yg juga langsung menangkapnya


"Gue cengeng kalo masalah bawang!"


"Apalagi Beno dia bakalan meraung raung kalo disuruh motong bawang." ledek Vasko sambil menyalakan api di atas panggangan, Khansa duduk dan mulai mengupas bawang


"Engga ada kue ni? " tanya Ratna yang dari tadi mencari kekurangan pada meja hidangan


"Kue apa?" Vasko balik nanya


"Ni acara ulang tahun kan? Engga pake kue?"


"Lu harus tau Rat dia itu tiap kali ulang tahun engga pake kue engga pake lilin dia pakenya kembang api." Beno menjelaskan dengan nada mengejek kocaknya membuat Ratna dan Vasko tertawa.


"Lilin terlalu kecil jadi kita pakenya kembang api." Vasko menambahi Khansa tertawa kecil, Khansa merajang dan menusuk beberapa daging ditusukkan lalu menaruhnya di atas pemanggang Vasko yang sedari tadi memegang kipas elektrik kecil lalu mengarahkan kipas ke wajah Khansa. Khansa tersenyum lalu mengarahkan tangan Vasko ke arah bara api. Ratna yg memperhatikan pemandangan itu hanya senyum-senyum


"Biar matamu engga perih kena asap." ujar Vasko bernada lembut padahal dia memiliki nada suara yang besar tapi ketika berbicara pada Khansa nada suaranya jadi turun bak malaikat, Khansa sampai tertegun mendengar nada suara Vasko yang terdengar lebih pelan dan halus.


"Udah siap ternyata... ni aku bawain sate kambing favoritnya Vasko." Dio menaruh kantong kresek besar Ratna langsung membukanya


"Ini udah mateng?" Tanya Ratna Dio mengangguk. Mereka saling berkenalan satu sama lain Rosa nama cewek yang di bawa oleh Dio cs ia langsung duduk di samping Ratna sedari tadi ia sibuk memperhatikan Vasko yang tengah berbincang dengan Kevin dan Defan. Angin pantai berhembus makin kencang Khansa yang sedang memanggang pun kewalahan menghalau angin supaya tidak menerpa pemanggang dg tubuhnya karena apinya selalu menyala terkena terpaan angin membuat daging jadi cepat gosong. Daun daun mulai berjatuhan menimpa makanan yang ada di meja


"Kayaknya angin makin kencang kita pindah ke dalam aja gimana?" Vasko memberi ide dan langsung diiyakan yang lain. Mereka sudah masuk ke dalam rumah daging yang tadi belum matang Khansa pun memutuskan untung memanggangnya di kompor. Vasko dengan sigap membantunya di dapur


"Beda ya ibu-ibi di dapurnya cekatan banget!" Komentar Vasko karena Khansa tidak beralih dari mengurus daging


"Eh iya maaf jadi nyelonong aja ke dapur." Khansa baru sadar kalo dia asal masuk ke dapur tanpa bertanya-tanya soalah-olah dapur sudah jadi keahliannya


"Engga pa-pa silakan aja, kayaknya kamu udah tau aja letak dapur dimana tanpa aku beritahu, apa ini salah satu instingnya ibu ibu?" Vasko tersenyum manis ke arah Khansa

__ADS_1


"Bisa jadi sih begitu." Khansa tertawa kecil tanpa menoleh ke arah Vasko yang masih berdiri di sampingnya


"Kamu mau masakin dagingnya?" Tanya Khansa agak pelan dan ragu


"Oh engga sih! cuma mau bantuin aja terserah mau dimasakin apa, aku kurang tau bumbu-bumbu dapur mungkin kamu lebih ahli." ungkap Vasko malu-malu


"Oh gitu...aku jarang masak daging sih, paling kalo lagi hari raya Qurban." Khansa tertawa kecil atas kejujurannya


"Aku biasanya daging cuma di panggang terus kasih lada udah aja sih simple ala ala beef steak gitu lah."


"Vasko suka makan beef steak?" tanya Khansa yang langsung di iyakan Vasko, Khansa mengambil lada dan membubuhinya sedikit di atas daging yang sedang di panggang mengikuti resep ala Vasko


"Ya udah ikutin resep lu aja." Khansa lagi-lagi melempar senyum ke arah Vasko, Vasko membalas senyum Khansa, dari percakapannya barusan pun Vasko sudah dapat memahami karakter Khansa yang kalem dan sederhana banget.


"Oh iya gimana kamu sama Ratna, dia anaknya baik kok" cerita Khansa


"Mm...iya dia baik anaknya mudah bergaul juga." jawab Vasko agak kikuk


"Dia lagi jomblo juga." Ucap Khansa agak berbisik


"Oh ya?!" Khansa mengangguk mantap


"Kalo kamu gimana?" Vasko memberanikan diri bertanya perihal status Khansa


"Aku..? Aku belum kepikiran buat gituan sih! Masih fokus sama anak aja dulu." Khansa tersenyum lebar


"Oh ya! Anakmu sama siapa sekarang, biasanya kamu selalu membawa dia kemana mana?"


"Dia lagi sama Neneknya, biasa lah orang tua kangen sama cucunya."

__ADS_1


"Ohh!...menurut lu aneh gak kalo gue tiba tiba naksir sama lu?"


__ADS_2