Cinta Terakhir

Cinta Terakhir
Episode 13


__ADS_3

Vasko tiba di rumah, Beno menyambut kedatangan si Tuan rumah. Vasko tampak terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya terpancar dari raut wajahnya. Vasko melempar tasnya ke atas sofa ia turut duduk sambil bersender mengusap rambutnya yang sudah mulai menutupi jidat mulusnya. Beno duduk sambil masih memperhatikan gerak gerik Vasko


"Muka lu berseri-seri?!" ucap Beno dengan alis yang mengkerut


"Muka gue emang glowing dari dulu." Vasko tak mau bercerita banyak males kalo harus mendengar Beno meledeknya.


" Aku udah bersihin kamar kamu!"


"Oh ya! Makasih ya, lu emang yang terbaik Ben." puji Vasko


"Vas lu engga sebaiknya sewa pembantu gitu buat ngurus rumah, setidaknya buat masak-masak apa nyuci baju gitu." Usul Beno karena dia orangnya rapih dan disiplin setiap kali masuk kamar Vasko selalu akhirnya dia jadi sukarelawan tukang merapikan baju yang udah jadi sarang nyamuk dia paling engga suka lihat hal-hal yang kumuh dan berantakan.


"Ntar lah kalo gue udah ada bini baru sewa pembantu." jawab Vasko sambil memejamkan matanya


" Ya ampun pacar aja engga punya malah cita-cita punya bini. Kamu nunggu rumah ini jadi sarang nyamuk apa gimana?"


"Lu jangan kaget ntar terima undangan dari gue."

__ADS_1


"Cewek mana yang udah meluluhkan hati lu? " tanya Beno saking antusiasnya


"Udah lah gue mau mandi dulu." Vasko meraih tasnya beranjak pergi ke kamarnya, yang segera dikejar Beno yang masih penasaran dengan ucapan Vasko barusan


Khansa baru saja selesai mandi, ia meraih hapenya ada panggilan video tak terjawab dari Hendy. Khansa segera menelpon balik mantan suaminya itu


"Bundaa!" Teriak Rafa dari seberang sana terlihat wajahnya yang begitu ceria Khansa jadi berkaca kaca saking senangnya melihat Rafa.


"Rafa, lagi ngapain sayang?"


"Lagi makan es krim, bunda udah makan?" Rafa memperlihatkan kotak es krim pada Khansa


"Iya, udah dulu ya, Bunda! Rafa mau ikut ayah ke warung." Biip! Sambungan telpon langsung mati Khansa hanya tersenyum geleng-geleng kepala anak ini setiap kali telponan selalu begitu kalo lagi telpon sama ayahnya dulu juga begitu dia langsung akan mengakhiri panggilan engga peduli ayahnya masih mau bicara atau engga dia langsung pergi aja. Malam ini Khansa memutuskan untuk makan diluar saja, karena kalo engga ada Rafa semuanya jadi terasa enteng terutama masalah perut. Saat akan memasuki rumah makan Khansa berpapasan dengan Rosa temen Kevin dan Defan, Rosa yang kebetulan juga sendiri dan baru akan memesan makan akhirnya memutuskan untuk join makan dengan Khansa.


"Sejak kapan lu kenal Vasko?" tanya Rosa langsung ke poin pembicaraan


"Baru baru aja sih, lu?" Khansa balik nanya

__ADS_1


"Lumayan lama, tapi engga akrab banget, dia engga terlalu suka bergaul sama cewek kayaknya." tutur Rosa dengan anggun. Penampilannya saja sungguh berbanding terbalik dengan Khansa, Rosa cewek fashionable, apa yang dia kenakan sekarang saja adalah model baju yang kekinian. Khansa hanya keluar dengan jilbab yang selalu melekat dikepalanya hoodie dan celana training sudah tanpa menenteng tas kecuali hape yang masuk saku pun sudah beres.


"Sebenarnya gue naksir sama Vasko, tapi kayaknya dia gak, sih!" Khansa agak terkejut mendengar pengakuan Rosa barusan.


"Menurut lu, gue cocok engga sama dia?"


"Mm-iya cocok." jawab Khansa cukup singkat, Khansa baru tersadar bahwa selama ini dia terlalu geer karena Vasko yang perhatian padanya, padahal nyatanya dia dan Vasko bagai langin dan bumi jauh berbeda dari segi kehidupan maupun status. Sepulang dari tempat makan wajah Khansa terlihat murung pesan dari Vasko pun urung dibalasnya bahkan niat untuk membalasnya pun tidak ada sama sekali, Ratna menelpon Khansa.


"Oi ! lu dimana?" Tanya Ratna tak sabaran


"Di depan rumah baru pulang dari warung." jawabnya agak lesu


"Vasko SMS kok engga lu bales, tadi dia nanyain sama gue dikira gue lagi bareng ama lu?"


"Lagi males aja".


"Ya udah aku cuma mau mastiin aja kamu masih hidup bye!"

__ADS_1


Khansa masih terduduk di depan rumah, kenapa harus baper duluan sih sama perlakuan Vasko hari ini tapi ia mana mungkin dia menyalahkan dirinya atas kebaperan ini toh memang tabiat wanita kan begitu di elus-elus kepala aja jadi jatuh hati apalagi di pegang tangan, cewek mana yang nggak baper.


__ADS_2