
Arvina berkonsentrasi melakukan pemeriksaan ulang seluruh transaksi perusahaan.
Dia menghitung setiap nominal dengan teliti, tetapi dia kembali salah hitung.
Dia membanting pelan pulpennya. Dia meregangkan tubuhnya sejenak. Perbuatan Bambang terbayang lagi.
Pintu ruang kerja Arvina diketuk.
"Ya ...?!"
"Gabby, Bu!"
Sekretaris Arvina meminta ijin bertemu Arvina. Gabriella dipersilakan masuk.
"Bu, I would like to remind you. You are going to have an important meeting with Mr. Director tonight!"
"Yes, Gabby. I have prepared all of the documents which he asked me to be shown! You will be coming with me, won't you, Gabby?"
"Yes, I will, Bu! At what time are we leaving for the hotel?"
"We shall arrive before him. At 6 P.M. is the best. Both of us made the deal that the meeting would be started at 7.30 P.M.!"
"It sounds perfect, Bu!"
"Is there anything else, Gabby?"
"So far, everything is fine, Bu!"
"You may go now! Let me know soon if there is any changing situation!"
"Sure. As soon as possible, Bu."
Ponsel Arvina berbunyi. Hans menelepon.
"Halo, Bang!"
....
"Dang pola dialap ahu, Bang! Ikkon pajumpang ahu dohot direkturku borngin on!"
("Tidak perlu dijemput Aku, Bang! Aku harus bertemu direkturku malam ini.")
....
__ADS_1
"Ai nunga hu paboa to Abang tikki i, kan?!"
("Sudah Aku beritahu ke Abang waktu itu, kan?!")
....
"Di hotel Shangrila. Gabby dohot!"
("Di hotel Shangrila. Gabby ikut, kok!")
....
"Alai, anggo boi Abang mangalap ahu anon, ro ma Abang da!"
("Tapi, kalau Abang bisa jemput Aku selesai pertemuan, datanglah, Bang!")
....
"Boi hita taruhon Gabby anon?"
("Bisa kita antar Gabby pulang juga, Bang?")
....
"Olo. Asa hu gokkon to Gabby!"
....
Suami Arvina, Hans Hatorangan Hutagaol adalah pariban Arvida dan Arvina. Hans merupakan anak sulung mendiang namboru Arvina dan Arvida. Kedua adik Hans tinggal di Sumatera Utara. Adik pertama Hans, Haris, menjadi anggota DPRD provinsi. Adik bungsu Hans, Hafis, terkenal sebagai distributor alat-alat pertanian. Sebelum meninggal, namboru mereka melamar kedua wanita itu. Salah satu dari mereka diharapkan menjadi istri Hans, Arvina ataupun Arvida. Hans tampan. Dia lulusan STAN yang disekolahkan Pemerintah Indonesia ke Amerika Serikat.
Hans akhirnya menikahi Arvina sebab telepon Arvina yang menerima lamaran Hans lebih dulu diterima papanya Arvina. Waktu itu, papanya Arvina mengancam mogok makan jika tidak ada anak gadisnya bersedia dinikahi berenya. Mamanya Arvina terpaksa menghubungi Arvina dan Arvida yang kuliah di dua kota berlainan. Arvida sesungguhnya tidak rela menikah muda, namun rasa sayang terhadap amangudanya menguatkan hatinya untuk menerima Hans apabila Arvina menolak.
Arvina masih harus menyelesaikan kuliahnya setelah dinikahi Hans. Mereka berpisah selama dua tahun karena lokasi kampus Arvina di luar Jakarta. Sebelum menikah, Arvina meminta Hans mengijinkan dirinya boleh berkarir. Hans menyetujui dengan syarat Arvina mendahulukan kepentingan keluarga. Arvina berhasil menepatinya. Meskipun telah memiliki Havi Hamonangan Hutagaol sebagai buah cintanya dan Hans, Arvina tidak pernah melalaikan kebutuhan Havi yang hampir berusia empat tahun sekarang.
Arvina lebih tua dua tahun daripada Arvida, meskipun mendiang papanya Arvida adalah abang papanya Arvina. Hubungan Arvina dan Arvida selayaknya hubungan bersaudara kandung. Didikan Maraden dan istrinya yang selalu memberi kasih sayang dan hukuman yang adil mengajarkan Arvina dan Arvida bahwa mereka sama-sama istimewa dan berharga bagi Maraden dan istrinya. Arvina dan Arvida hanya terpisah selama masa kuliah. Arvida diterima di Ilmu Komunikasi Undip sedangkan Arvina berhasil tembus Akuntansi UGM. Berkaitan perihal pendidikan kedua putri mereka, Maraden dan istrinya menerapkan sejumlah peraturan yang lumayan keras. Mereka mengharuskan Arvina lulus SPMB 2006 dan Arvida lulus SNMPTN 2008.
Arvina lebih pemalu. Satu-satunya pria yang dekat dengan dia dan juga Arvida hanyalah Hans. Arvida lebih dinamis. Dia aktif mengikuti beberapa kegiatan yang menjadikannya memiliki lingkup pergaulan luas. Begitu pula mengenai hubungan asmara Arvida. Arvida beberapa kali menjalin hubungan romantis sejak SMA, namun baru Bambanglah yang mampu membuat Arvida rela hidup menanti.
Arvina berjalan ke arah jendela. Dia menatap langit biru bersih. Tenang hatinya. Lalu, dia melihat ke pelataran parkir yang dipenuhi berbagai mobil. Mendadak, matanya tertuju ke sebuah mobil Avanza warna biru. Seseorang bersender di kaca belakang mobil. Pria itu mengenakan jaket, celana jeans, dan topi baseball serba hitam ditambah kacamata hitam. Gerak-geriknya mencurigakan. Arvina langsung waspada. Papanya Arvina selalu mengingatkan seluruh orang rumah untuk mempedulikan keadaan sekitar terutama jika melihat hal-hal yang ganjil.
"Keselamatan nyawa kita dan bahkan nyawa orang lain bisa jadi tergantung kepada kita saat itu!"
Papanya Arvina tidak pernah letih mengingatkan hal itu di setiap kesempatan.
__ADS_1
Arvina mengamati lebih teliti pria itu.
"Penjahat??? Penculik??? Siapa yang lagi diintainya? *******???"
Dia ke meja mengambil ponsel kemudian kembali berdiri di jendela. Dia akan memberitahu pihak keamanan gedung. Sambil menekan rangkaian angka nomor telepon pihak keamanan gedung, Arvina terus mengawasi pria itu.
"Oh My God!!! Mas Bambang!!!"
Arvina terpekik menyadari sosok orang itu.
KAMUS
Bere
Sebutan di suku Batak yang harus digunakan seorang laki-laki untuk memanggil setiap anak dari saudara perempuannya.
Namboru
Sebutan di suku Batak untuk memanggil saudara perempuannya bapak.
Pariban
Sebutan di suku Batak yang ditujukan untuk menyebut hubungan bersepupu seorang laki-laki dan seorang wanita dimana ibu si laki-laki bersaudara dengan bapak si perempuan. Hubungan berpariban diijinkan untuk menikah, meskipun ada tipe berpariban yang tidak boleh menikah.
SNMPTN
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri.
SPMB
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru.
STAN
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
UGM
Universitas Gajah Mada. Perguruan tinggi negeri yang berlokasi di kota Jogyakarta, provinsi D.I Jogyakarta.
Undip
__ADS_1
Universitas Diponegoro. Perguruan tinggi negeri yang berlokasi di kota Semarang, provinsi Jawa Tengah.