CINTA UNTUK EMPAT TENTARA

CINTA UNTUK EMPAT TENTARA
RINAI HUJAN


__ADS_3

Safina dan Safira sesekali berpelukan sambil menangis.


"Mbak, tolong turuti perkataan dokter. Jangan arogan membangkang, Mbak! Kami ingin Mbak hidup. Dokter yang akan menangani Mbak memang mengerti tentang penyakit Mbak. Berpikir secara medis sesuai kapasitas Mbak Fina sebagai dokter terlepas dokter yang menangani Mbak bukan seagama kita. Aku yakin kalau mereka pun bekerja menurut metode medis. "


"Insya Allah, Fir. Aku mengerti maksud kamu. Aku titip Galuh dan Gayatri, ya."


"Aku pasti mengurus mereka dengan baik. Mereka juga anak-anak Aku, Mbak!"


"Itulah yang sebenarnya ingin Aku bahas. Fir. Aku tahu kamu sangat mencintai Achmad. Tapi, kalau Aku meninggal, Aku tidak rela membiarkan Galuh dan Gayatri memiliki ibu tiri yang mereka tidak kenal. Apa mungkin kamu putuskan Achmad supaya mas Gatot menikahimu?"


"Cukup, Mbak! Aku enggan membahas masalah ini. Aku mohon turuti semua kata dokter, Mbak!"


Safina dan Safira kembali berpelukan. Gatot berdiri di hadapan mereka.


"Aku titip Galuh dan Gayatri, Fir!"


Safira menganggukkan kepala ke Gatot.


"Pertimbangkan permintaan Mbakmu, Fir!"


Gatot dan Safina berjalan seraya berangkulan meninggalkan Safira yang air matanya tidak berhenti turun. Subarkah dan Wiwik melambaikan tangan kepada Safira dari kejauhan. Safira keluar dari bandara ditemani ajudan Gatot. Ajudan Safina ikut ke Singapura.

__ADS_1


"Ya, Allah ... Hamba memohon agar Engkau sudi melindungi mbak Fina sebab hamba tidak sanggup kehilangannya walaupun hal itu merupakan takdir-Mu!"


Wenny menelepon Safira. Dia mengabari Safira jika dia akan sampai di rumah Gatot sekitar pukul 01.00 siang. Safira menyetujui tawaran Wenny untuk menjemput Galuh sehingga pengasuh bisa mengurus Gayatri. Pembantu keluarga Gatot masih membersihkan rumah.


Bambang, Achmad, dan Farid tidak ke kantor hari ini. Mereka masih tidur. Arvida dan Indah pun tertidur di apartemen Arvida karena Arvida menolak tidur di rumah Bambang. Jadi, Peter mengantar Arvida dan Indah sebelum memulangkan Bambang dan Achmad. Farid dan bik Ninis sudah diantar Tedjo sekalian mengembalikan mobil pribadi Bambang yang bermalam di parkir rumah sakit. Peter dan Tedjo sampai di rumah sakit saat Natalia masih tidur.


"Kasihan, Lia! Anak sok tegar kesayangan tante Madelaine. Seberapa serius hubunganmu dengan Achmad? Aku tidak akan membiarkanmu disakiti Achmad atau siapa pun, Lia! Tante Madelaine sudah memintaku menjagamu."


Peter membelai sayang kepala Natalia. Mamanya Madelaine Lumintang dan papanya Leonard Lopulisa bersaudara kandung. Madelaine Lumintang dinikahi Bambang Marino, kedua orangtua Natalia, sedangkan Leonard Lopulisa menikahi Clara Hutabarat, kedua orangtua Peter. Madelaine masih kuliah di fakultas hukum UI ketika dia dijodohkan dengan Bambang oleh salah satu sahabatnya yang aktif di kerohanian Islam fakultas teknik.


"Si Bambang ganteng sekali, Maddy. Banyak teman gerejanya yang naksir dia. Aku, sih, tidak tahu seberapa banyak. Soalnya, Aku tidak aktif di gereja! Aku aktifnya di masjid."


Madelaine tertawa keras mendengar lelucon Nuraini.


"Aku mau, Nur! Jarang bisa kenal pria ganteng bermasa depan bagus dan seagama pula!"


"Betul sekali! Makanya Aku wanti-wanti ke pak de dan buk de untuk menjaga si Bambang."


"Memangnya, hubungan apa kamu dan si Bambang?"


"Ingat pak de Roso yang ngurus pesantren mbah Aku di Kediri?"

__ADS_1


"Ingat."


"Nah, pak de Roso menikah dengan buk de Laras yang jadi mualaf. Buk de Laras itu adalah buk lik-nya Bambang. Mereka orang Jogya!"


"Oh, hitungannya si Bambang itu keponakannya pak de Roso!"


"Betul! Jadi, kalau kalian menikah, hubungan kita makin mesra, Maddy!"


Nuraini mengerjap-ngerjapkan kedua matanya yang memancing tawa Madelaine lagi.


"Pokoknya, Aku mau kalau dia mau! Aku tidak akan jual mahal! Soalnya, kalau dapat si Bambang, pasti papi dan mami setuju!"


Bambang langsung mengiyakan saat hendak dikenalkan kepada Madelaine setelah melihat foto wajah Madelaine.


Madelaine menyayangi Peter dan Natalia. Dia memaksa Peter melanjutkan sekolah, tetapi Peter menolak. Peter kerap memberontak sejak kecil. Di tangan Madelainelah, Peter membaik perangainya. Dia pun tidak membenci Bambang lagi yang dianggapnya menyebalkan karena mendisiplinnya selama tiga bulan pertama tinggal dengan Bambang dan Madelaine.


Pukul 04.00 sore. Detak kehidupan kembali terlihat di kediaman Bambang. Di tempat lain, Arvida dan Indah membuka mata sejam lebih awal. Natalia mulai menggeliatkan tubuhnya di saat rata-rata pegawai kantor bergerak pulang. Natalia bertanya kepada perawat apakah dia sudah bisa mandi sendiri. Dia merasa tidak nyaman karena sudah dua hari tidak keramas. Perawat menyetujui permintaan Natalia, namun dia diminta mandi sambil duduk. Peter menyiapkan kursi untuk Natalia. Bik Yanah menanyakan Natalia apakah mau dikeramas olehnya. Perawat menganggap ide bik Yanah bagus. Natalia juga menyetujui. Perawat dipersilakan Natalia untuk melakukan pekerjaan lain. Snack siang dan sore Natalia masih berada di meja. Dia melarang semuanya dipindahkan karena dia harus menikmatinya. Mulai pagi tadi, Natalia diijinkan makan tanpa lewat infus lagi. Namun, karena tertidur sejak pukul 09.00 pagi, dia jadi tidak bisa menikmati makanan normal pertamanya yaitu snack di pukul 10.00 pagi. Natalia keluar dalam keadaan rapi dari kamar mandi sejam kemudian. Peter tersenyum meledek si "bebek," sebutan untuk Natalia yang selalu menyukai air dan senang berlama-lama di air. Tidak beberapa lama kemudian, Bambang beserta kedua ajudannya telah berada di ruang rawat inap Natalia. Todjo menyampaikan kepada Bambang jika Natalia bisa pulang paling lama tiga hari mendatang.


Arvida memutuskan tidak pergi ke rumah sakit hari ini. Temannya menggantikan dia membawakan acara berita siang. Rico dan Maruap melarang Arvida sering bertemu dengan Arvina selama beberapa waktu. Jika ingin bertelepon, lebih baik mereka memakai ponsel dan nomor baru. Jadi, Arvida memutuskan menjalankan misi penting lain. Dia harus membujuk Indah mengambil keputusan untuk menceraikan Krisna. Tentu saja, agama Arvida melarang perceraian berdasarkan alasan egois seperti tiada kecococokan lagi. Namun, jika terjadi KDRT, perselingkuhan, atau pasangannya melarang beribadah maka perintah menghindari perceraian tidak berlaku. Bahkan, jika salah satu pasangan terancam keselamatannya, dia diperkenankan melapor kepada pihak berwajib. Arvida berdoa memohon diberikan hikmat agar bijaksana saat berbicara dengan Indah yang terkadang plin plan.


Ardi tampak di sebuah pusat perbelanjaan. Dia membeli lima ponsel dan nomor pra bayar buat Maraden, Koes Andrina, Arvida, Arvina, dan Hans. Ardi langsung menuju apartemen Arvida yang lokasinya di seberang pusat perbelanjaan itu. Indah menunggu di luar lobi untuk menerima ponsel plus kartu pra bayar dari Ardi dan Ardi langsung pulang setelahnya. Bawahan Christian Fernando yang mengamati dari kejauhan penasaran dengan isi tas kertas biru muda berpita pemberian Ardi.

__ADS_1


"Apa itu pacar si asisten pribadi?"


__ADS_2