
Bambang dan yang lainnya selain Achmad, masuk ke dalam kamar Natalia yang menangis menjerit-jerit. Bambang memeluk erat Natalia. Sakit hati Bambang mengingat tubuh putrinya telah ditonton entah berapa ratus orang.
"Siapa yang melakukan ini? Achmad?"
Bambang menanyai Natalia. Achmad masuk dan mengakui dirinya selalu merekam perbuatannya bersama Natalia. Dia beralasan untuk konsumsi pribadinya karena dia tahu bahwa dia tidak akan menikahi Natalia, tetapi dia bersumpah tidak menyebarkannya.
"Kamu mau peras mbak Lia?"
"Astaghfirullah! Saya cinta mbak Lia, Jenderal! Saya tidak mungkin menyakiti mbak Lia. Lagipula, Saya punya Wenny. Menjahati mbak Lia berarti menjahati Wenny, Jenderal!"
Bambang sedikit tergugah dengan kata-kata Achmad. Prinsip Achmad sesuai prinsipnya. Tetapi, Bambang tidak dapat memaafkan Achmad.
"Siapa yang menyebarkan video ini, Mad? Tubuh putri Saya sudah dilihat banyak orang, Mad! Orang-orang Kostrad semua! Ya, Tuhan .... Achmad!!! Siapa penyebarnya? Jangan Saya habisi kamu, Mad!"
Bambang hendak menghajar Achmad lagi, namun Natalia menghentikannya.
"Jawab Achmad!"
Achmad sulit mengatakan pelaku yang dia curigai yaitu Safira. Dia tidak ingin Safira mendapat masalah, meskipun dia sendiri sangat ingin menghancurkan Safira saat ini. Dia tidak menyangka Natalia ternyata adalah korban sebenarnya padahal dia sempat mencurigai Natalia mengingat masalah kejiwaannya selama ini. Bambang yang tidak sabar lagi melihat sikap tutup mulut Achmad hendak menendangnya.
"Jangan, Papa! Lia cinta Achmad! Lia benci Achmad sekarang, tapi Lia tetap cinta dia! Jangan pukul Achmad di depan Lia, Papa!"
Achmad terkesiap mendengar Natalia mencegahnya ditendang Bambang dengan mengakui perasaan cinta Natalia untuknya. Dia tidak ingin melindungi Safira lagi sekarang. Hanya Natalia dan Wenny yang hendak dia jaga dengan sepenuh hatinya mulai sekarang.
"Siap, Jenderal! Saya pun belum tahu siapa pelakunya. Namun, kecurigaan subyektif Saya mengarahkan Saya ke seseorang. Mungkin, orang ini pelakunya, Jenderal!"
Achmad menyerahkan ponselnya kepada Bambang karena dia meminta Bambang membaca semua chat-nya dengan Wenny. Wajah Bambang yang tadinya penuh amarah perlahan berubah. Dia mengerutkan keningnya. Ketika melihat dua foto penyiksaan Natalia dari ponsel Safira yang dikirim Wenny, tetapi belum sempat dilihat Achmad, Bambang tampak terpukul.
"Wenny dimana sekarang? Dia sudah keluar dari rumah Gatot? Kamu telepon dia dan pastikan dia aman!"
__ADS_1
Bambang mengembalikan ponsel Achmad yang langsung diperiksa si pemilik. Achmad tidak mampu berkata lagi.
"Wenny lagi perjalanan ke sini karena tadi Aku telepon dia. Soalnya Aku pikir dia yang menyebarkan semua video dan foto itu! Wenny bersumpah tidak buat!"
Achmad mengangguk sambil menunggu teleponnya dijawab Wenny. Akhirnya, Wenny mengabari kalau posisinya di Mampang. Achmad berjanji terus menelepon Wenny.
"Jemput Wenny di lobi kalau sudah sampai, Mad! Jangan biarkan dia sendiri."
Bambang sibuk menelepon teman-temannya. Beruntung, Achmad hanya berteman dengan sesama tentara sehingga mudah berkordinasi. Bambang sedang berbicara dengan seseorang yang sangat penting tampaknya.
Wenny sudah berada di ruangan. Wenny mengobrol serius dengan Natalia. Bik Yanah mendengarkan sambil melayani makan dan minum kedua gadis itu. Achmad dan Farid terus menatap Natalia dan Wenny.
"Akhirnya, Lia benaran mengaku mencintai Aku kepada papanya. Tetapi, momennya tambah tidak tepat. Tertutup harapanku bersama Lia dan Aku tidak sangka si Safira yang kelihatan waras malah korslet otaknya."
"Kasihan si Lia! Tapi, ternyata dia main belakang sama si Achmad! Enak benar si Achmad! Kenapa dulu Gue kagak nyosor si Lia? Gue juga kece, kok! Duh, Wenny tambah cantik. Jadi kangen sama dik Wenny yang jelita!"
Natalia langsung khawatir mendengar kabar Rocco.
"Aku mau bicara sama bik Minah, Mad!"
Achmad menghampiri Natalia lalu menyerahkan ponselnya. Natalia berbicara di telepon membujuk Rocco. Wenny jadi tersenyum. Dia teringat Rocco. Dia agak merindukan Rocco yang selama di Bandung menjelma sebagai sahabat barunya. Natalia melirik wajah Achmad. Dia menyadari kalau bibir Achmad pecah.
"Kamu sebelumnya sudah dipukul, Mad? Sama papa?"
Wenny jadi tergerak menatap wajah Achmad. Dia baru melihat wajah Achmad. Wenny menangis tertahan tanpa bisa marah kepada Bambang sebab dia menyadari kesalahan Achmad. Natalia menyuruh Farid ke apotik rumah sakit untuk membeli pengompres, antibiotik, dan obat untuk luka terbuka. Achmad menolak, namun Farid melakukannya. Bambang pun mendiamkan pertanda menyetujui tindakan Natalia. Bambang menutup telepon lalu mengajak Achmad, Peter, dan Supardjo ke luar. Saat Achmad hendak keluar, Natalia menggenggam telapak tangan Achmad. Berbunga hati Achmad diperlakukan Natalia seperti itu. Dia membelai kepala Natalia.
"Maafkan Aku, Lia! Aku sudah menyakiti bahkan mencelakai kamu tanpa sengaja."
Natalia kembali menangis. Dia sangat terguncang memikirkan dirinya yang hampir berhasil disakiti Safira. Papanya pun hampir celaka pula. Kali ini, kerakusannya menyelamatkan papanya dan juga Rocco yang waktu itu sebenarnya terus merengek, namun tidak dituruti dengan alasan anjing dilarang makan cokelat berdasarkan keterangan beberapa vetenerian padahal faktanya disebabkan keserakahan Natalia yang tidak mau berbagi makanan.
__ADS_1
Safira tersenyum dingin. Achmad, Bambang, Farid, Natalia, Peter, Supardjo, Tedjo, dan Wenny sudah dikirimi seluruh video dan foto tidak senonoh Natalia dan Achmad.
"Sebentar lagi, si Skizo itu akan masuk rumah sakit jiwa. Dia pasti hancur lebur! Bagian sensitifnya terlihat jelas! Aduh, putri Pangkostrad berakhir jadi pasien abadi rumah sakit jiwa!"
Safira terbahak-bahak membayangkan Natalia dikurung di kamar perawatan rumah sakit jiwa selamanya.
"Si Bambang juga bakal malu bahkan mungkin gila akhirnya. Syukurin! Siapa suruh rebut jabatan ayah Subarkah! Padahal, ayah Subarkah yang harusnya jadi Pangkostrad! Pasti, mas Achmad tetap memaafkan dan menikahi Aku. Mas Gatot juga bakal jadi milik Aku. Aku akan dicintai dua pria. Aku jadi istri mas Achmad yang menggilai Aku, tapi dipaksa menjalin hubungan terlarang dengan mas Gatot yang mencintai Aku!"
Safira berdiri di hadapan cermin. Dia membuka hijabnya dan melepas gelungan rambutnya. Wajah cantik menarik bermata lembut terefleksi di cermin. Kecantikan Safira tidak terpungkiri. Dia berada tiga bahkan empat tingkat di atas Natalia dan mungkin setingkat di atas Wenny. Dia menyadari sepenuhnya hal itu sehingga dia yakin akan mudah menghancurkan Natalia.
KAMUS
Skizo
Skizo kependekan dari Skizofrenia.
Skizofrenia adalah penyakit kejiwaan yang menyebabkan penderitanya berhalusinasi dan seperti mendengar suara-suara yang menuntun ataupun mencegahnya melakukan sesuatu.
Skizofrenia sangat berbahaya karena penderita dapat mencelakai dirinya dan orang lain.
Skizofrenia yang diderita segelintir orang di seluruh dunia mustahil disembuhkan, namun diminimalisir frekuensi kemunculannya dengan pengonsumsian obat-obatan yang diresepkan seorang psikiater. Para penderita yang mampu menguasai diri dan tetap hidup normal bahkan berprestasi di kehidupan nyata di dunia hanya sebesar 0,000%! Contohnya Profesor John Nash.
Jangan pernah menganggap remeh kelainan psikologis tipe apa pun dan seringan apa pun yang ada di sekitar kita. Setiap penderita membutuhkan penanganan profesional para praktisi kesehatan jiwa seperti psikiater!
GANGGUAN PSIKOLOGIS SERINGAN APA PUN MAMPU BERPERAN SEBAGAI PEMICU BENCANA BESAR!!!
__ADS_1