Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
Pulang Larut Malam


__ADS_3

yang berada di belakangnya membawakan kertas-kertas desain juga tas milik Viona.


"Non Lea belum pulang, Nyonya! jawab Ningsih sedikit ketakutan


"Apa?" Wajah Viona sudah menunjukkan murka mendengar apa yang dikatakan oleh Ningsih.


Hah, jadi dia mau menghindar dari pekerjaan yang aku berikan dengan pulang larut malam seperti ini? Kamu cukup pintar, Lea! Tapi kamu tentu saja tak sepintar aku! Lihat saja! Aku akan menghabisi mu setelah kamu sampai di rumah!" batin Viona yang sudah sangat kesal karena rencana yang sudah dibuatnya gagal total dan tidak dapat membuat Lea susah hari ini.


Viona sengaja duduk di ruang tamu untuk menunggu kedatangan Lea. Hatinya sudah sangat geram ingin mendapatkan pelampiasan untuk kemarahannya.


Setengah jam Viona menunggu, Lea belum juga tampak kembali ke rumah. Justru Richard yang lebih dulu sampai ke rumah daripada Lea.


"Viona, sedang apa kamu duduk di ruang tamu seperti ini?" Richard mengernyitkan dahi melihat istrinya sedang duduk dan memainkan handphone di ruang tamu yang bukan merupakan kebiasaan Viona. Apalagi saat ini sudah lewat dari pukul dua belas malam.


"Kamu tahu, wanita itu, dia belum pulang sampai jam segini!" seru Viona kesal, sengaja menyulut emosi Richard.


"Wanita itu? Siapa?"


"Siapa lagi kalau bukan Lea." Viona pun tersenyum senang di hatinya. Richard pasti akan marah kalau mengetahui Lea belum pulang.


Dan benar saja, raut wajah Richard pun mulai berubah. Dia pikir Lea sedang bersenang-senang dengan pacarnya, si Dewa itu, karena itu dia belum pulang.

__ADS_1


Seketika tangannya tampak terkepal dengan erat, serta tatapan matanya sudah berubah menjadi gelap dan dalam.


Di tempat lain.


"Dewa kayaknya aku harus pulang sekarang."


Lea melihat jam di handphone-nya lalu merapikan buku-bukunya ke dalam tas dan berkemas untuk segera pulang.. Jam sudah menunjukkan pukul satu malam. Tak terasa sudah hampir dua jam Lea dan Dewa mengerjakan tugas kuliah.


Memang setelah keluar dari kafe tadi Dewa tidak langsung mengantar Lea untuk pulang tetapi mereka berdua pergi dulu ke tukang nasi goreng langganan mereka untuk makan malam.


Saat berada di tukang nasi goreng, mereka juga mengerjakan tugas-tugas kuliah seperti yang biasa mereka sering lakukan setiap kali Lea pulang dari kerja part time. Malam ini karena Lea lembur sampai jam sebelas malam mereka mengerjakan tugasnya juga selesai lebih malam.


"Kalau begitu berikan bukumu kepadaku! Biar aku selesaikan di rumah nanti!"


Dewa tanpa izin dari Lea langsung mengambil kembali tas Lea dan mengambil buku laporan tugas milik Lea dan mengambil laptop Lea, membuka file laporan praktikum Lea yang belum selesai dan mengirim ke email milik Dewa. Dewa berencana untuk meringankan beban Lea dengan memberi bantuan untuk tugas kuliah sebanyak yang Dewa bisa.


"Kamu sudah membantu banyak! Biar aku selesaikan sisanya nanti di rumah!" Lea mencoba bernegosiasi dengan Dewa


"Biar aku saja yang kerjakan Kamu sudah cukup lelah hari ini, sampai rumah istirahat lah!" Dewa tersenyum. dan memasukkan kembali laptop Lea setelah laporan praktikum Lea terkirim ke emailnya.


Lea pun tidak bisa menolak lagi dan mengikuti kemauan Dewa Bagaimanapun, dia tetap berterima kasih pada pria itu.

__ADS_1


Selesai beberes, Dewa pun langsung menyalakan mesin motornya. Mereka segera melaju ke jalanan menuju ke rumah Richard.


Beberapa saat kemudian, motor Dewa sampai di depan rumah Richard.


Lea langsung turun dari motor, lalu melambaikan tangan kepada Dewa sambil tersenyum sebelum masuk ke rumah.


Setelah memastikan Lea sampai di rumah dengan aman, Dewa pun kembali menyalakan mesin motornya dan melaju meninggalkan rumah Richard.


Sementara di dalam rumah, Lea tampak celingak-celinguk sambil menutup pintu ruang tamu perlahan. Suasana di dalam rumah Richard sudah gelap menandakan bahwa semua penghuni rumah sudah tidur. Lalu Lea berjalan perlahan menuju ke kamarnya.


"Untunglah mereka semua sudah pada tidur! Lagian, siapa juga yang mau bangun di jam setengah dua malam seperti ini! Hahaha! Lea, habislah kamu besok! Mereka berdua pasti akan menerjangmu bagaikan harimau kelaparan! Habis mau bagaimana lagi, hari ini aku harus lembur di kafe! Belum lagi aku harus mengerjakan tugas-tugasku! Dewa juga sepertinya sengaja mengendarai motornya sangat pelan tadi. Hah, bodo amat! Kalau mereka berdua besok akan marah kepadaku, aku akan menerimanya dengan lapang dada! Memang ini adalah kesalahanku, oceh Lea dengan berbisik pelan saat dia menaiki tangga ke lantai 2.


Lea yang masih berjalan mengendap-endap perlahan membuka pintu kamarnya lalu menutupnya kembali, dan setelah itu menyalakan lampu kamar.


Klik.


"Sudah puas keluyuran tengah malam? "


siapakah itu?? 🤔🤔


kalau suka novel author jangan lupa klik like dan komen agar author tambah semangat updatenya 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2