Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
Tamu tidak di harapkan


__ADS_3

"Ah, bukan suatu yang penting, sayang! *Viona tersenyum sambil menaruh handphone-nya dan menghampiri Richard. Mau sarapan sekarang?" Tanya Viona sambil memberikan kecupan dibibir Richard


TOK TOK TOK


Belum sempat Richard menjawab pertanyaan dari Viona, pintu kamar mereka telah diketuk oleh seseorang


Klek


"Ada apa, Ningsih?" Tanya Richard kepada Bi Ningsih


"Tuan, tuan besar Alexander ada di bawah! Jawab Ningsih sambil sedikit ketakutan Baiklah aku akan jawab Ningsih sambil sedikit ketakutan


"Baiklah aku akan segera turun. Suruh Alea untuk bersiap untuk makan pagi perintah Richard kepada Ningsih


"Anu Tuan.. Non Lea sudah berangkat kuliah dari jam enam kurang, tadi pagi." Jawab Ningsih lagi sambil menunduk

__ADS_1


"Apa? Kenapa dia berangkat pagi sekali?" Tanya Richard lagi tapi sebenarnya pertanyaan ini diajukannya untuk dirinya sendiri, Hanya saja karena keceplosan diucapkan oleh Richard, Ningsih menjawabnya.


"Saya juga tidak tahu, tuan. Non Lea cuma bilang mau pergi ke kampus gitu aja Jawab Ningsih lagi menjelaskan


"Baiklah tidak apa-apa, siapkan sarapan sekarang, Aku dan Viona akan segera turun." Jawab Richard lalu menutup pintunya kembali


"Tak perlu kau jelaskan, aku sudah tahu. Sebentar, aku ganti baju dulu ya!" Jawab Viona yang langsung pergi mengambil pakaian lebih pantas karena ada Eyang Bagas di bawah.


"Apa dia berusaha menghindari ku karena perbuatan ku tadi malam? Fuuuh, Aku juga merasa tak enak padanya, Aku berharap Takan lagi terjadi seperti itu di antara kami. Maafkan aku Alea. Yang terjadi tadi malam itu Sungguh diluar batas kesadaran ku Gumam Richard dalam hatinya untuk menenangkan dirinya sendiri dari rasa bersalah terhadap Lea


Setelah Viona berganti pakaian,keduanya turun ke ruang makan untuk menemui Eyang Bagas, yang sudah berada di sana bersama ajudan yang berdiri di belakangnya Pak Warsono.


"Selamat pagi, eyang. Gimana kesehatannya eyang?" Sapa Richard sambil tersenyum dan membungkuk untuk Salim pada Eyang Bagas


"Mana istrimu, Ric?" Tanya Bagas sambil tersenyum kepada Richard

__ADS_1


"Ini istriku, Eyang. Viona sehat-sehat saja. Jawab Richard sambil menggeser kursi untuk Viona duduk


"Maksudku Istrimu yang satunya Ric Jawab Eyang Bagas yang tahu bahwa cucunya berpura-pura tak mengerti pertanyaannya.


"Ningsih bilang dia sudah berangkat tadi pagi pagi ke kampusnya jawab Richard sambil duduk di kursinya sendiri.


"Naik apa istrimu ke kampus?" Eyang Bagas mengernyitkan dahinya


"Kemarin, adiknya Didi yang menjemputnya untuk berangkat ke kampus" Richard menjelaskan setelah menyesap kopinya


"Lah kok naik motor? Bagaimana nanti dengan program anak mu? itu kan bahaya, Ric? Eyang Bagas menunjukkan wajah sangat tidak suka dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Richard


"Baiklah eyang, aku akan menyiapkan supir untuk antar jemput nya ke kampus jawab Richard berusaha untuk menenangkan hati Eyang Bagas


"Han ini menginaplah di rumah besar perintah Eyang bagas sebelum menyantap makanannya

__ADS_1


"Mohon maaf eyang, Kalau boleh tahu ada masalah apa kami harus menginap ke rumah eyang?" Richard masih berusaha bicara dengan sesopan mungkin.


__ADS_2