
"Haaaah?" Lea berteriak agak kaget mendengar perintah Richard
"Kamu mendengar atau hanya Ingin aku mengulangi kalimatku tadi?" Tanya Richard sambil telak pinggang dan mengernyitkan keningnya di hadapan Lea
Lea menggeleng cepat
"Tidak perlu di ulang, tuan!" Lea langsung berbalik mengunci pintu kamar dan berlari kecil ke arah kamar mandi untuk menyalakan air keran di bathtub
Huuufh hanya dia yang mau mandi kan? gumam Lea Sambil mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa kejadian kemarin tidak akan terjadi lagi
Tolong sikatkan punggungku!"
Perintah Richard yang tentu saja membuat Lea kaget karena Richard ternyata sudah polos dan langsung masuk ke dalam Bathtub dengan air yang masih setengah penuh
__ADS_1
"Ah, apa-apaan dia mencoba mengotori mataku seperti ini! Lagian ke mana sih istrinya, kenapa mereka berdua menyiksaku seperti ini? Atau jangan-jangan mereka memang sengaja membuatku stres dan gila?" Lea protes di dalam hatinya melihat tingkah laku Richard saat ini
"Kamu sudah mendengar perintahku, kan? Tanya Richard yang sudah duduk di dalam Bathtub
"Dengar Tuan! sebentar!" Lea lalu mengambil sponge untuk badan dan menggosokkan punggung Richard dengan posisi Lea masih berada di luar Bathtub
"Apakah sudah cek kehamilanmu? Tanya Richard ketika Lea sedang menggosokkan punggungnya
"Aku belum mengecek tuan Tapi satu minggu lagi aku akan cek" Jawab Lea cepat
"Sepertinya belum, Tuan" jawab Lea masih sambil menggosokkan punggung Richard
"Fuuuh!" Richard menghela napas dalam-dalam dan tentu saja di dengar oleh Lea
__ADS_1
"Buka pakaianmu, Alea! Kita lakukan di sini saja untuk hari ini!"
"Ehmmm.. tapi tuan..." tangan Lea bergetar, hingga sponge yang di pegangnya sempat terjatuh dan detak jantungnya pun meningkat, berdetak sangat kencang
"Apa perlu aku yang membukakannya? Kamu dengar sendiri apa kata-kata Eyang tadi, kan? Dan kamu juga sudah berjanji untuk memberikannya cucu ya! Apa kamu sudah melupakan janjimu sendiri?" Richard bicara sambil berbalik, menengok menatap ke mata Lea.
"Haaaah habislah aku.. apa dia akan lakukan seperti kemarin lagi? Gila! Apa dia ingin aku jadi simpanannya dan melayaninya seperti istrinya? Lea sangat bingung dan banyak sekali pikiran di kepalanya
"Tuan tapi kata Anda, hanya akan memasukkan benih saja tanpa menyentuh bagian tubuh saya yang lainnya"Jawab Lea ada yang sudah menundukkan kepalanya lagi mencoba mengingatkan Richard, apa janji yang telah di ucapkannya di malam pertama pernikahan mereka
"Huuuufffh ya ya.. aku memang sudah berjanji padanya seperti itu. tapi kenapa aku ingin melakukan dengannya lebih dari seperti itu? Richard, apa yang ada di otakmu sekarang ini? apa kau terlalu stress Bekerja hingga menggila seperti ini? Di saat istri mau pergi menenangkan diri, justru kau sudah melirik wanita lain? kau kejam Richard" Richard yang tersadar dari kegilaan pikirannya karena, akhirnya tersadar karena kata kata Lea yang mencoba untuk menyadarkan Richard kembali Tetapi, keinginannya masih lebih besar daripada kesadarannya membuat Richard agak susah mengendalikan diri
"Buka saja dulu! Aku hanya akan memasukkan benihku!" Kata Richard lagi kali ini agak sedikit gugup namun tak terlihat oleh Lea yang sedang menunduk
__ADS_1
"Baik Tuan!" Jawab Lea yang akhirnya melucuti pakaiannya satu persatu
"Dia hanya akan memasukkan benihnya, kan? Dia enggak akan ingkar janji kan? Lea mencoba meyakinkan hatinya sendiri sambil menahan malu harus membuka pakaiannya satu persatu di depan Richard