Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
Berbagi Kamar Tidur


__ADS_3

"Jangan khawatir, eyang itu akan terwujud secepatnya. aku usahakan memberi informasi itu dalam satu bulan Richard menatap eyang dan berusaha meyakinkan eyang.


"Fuuuh..kalau bisa kurang dari sebulan, karena aku tak ingin terus-terusan berhubungan dengan wanita ini. Aku tak ingin menyakiti Viona setiap hari. Richard menguatkan hatinya.


"Kamu siap, Nak.. untuk menjadi ibu?


tanya Eyang Bagas kemudian pada Lea


Lea mengangguk


"iya eyang, asalkan eyang mau menghabiskan makanan ini aku berjanji akan secepatnya memberikan eyang cucu.. " Lea mencoba mengalihkan pertanyaan yang tadi dengan menyuapi kembali eyang hingga akhinya piring eyang kosong

__ADS_1


"Hahaha jadi ibu? mungkin maksudnya jadi ibu selama bayi itu dalam rahimku Sudah jelas, aku akan meninggalkan cucumu setelah bayi ini lahir Siapa juga yang terus-teusan mau menjadi obat nyamuk diantara hubungan cucumu dan istrinya huaaaa......kumenangis gumam Lea dalam hatinya, sambil mengumandangkan lagu yang biasa di dengarnya sebagai backsound video tik tok


"Sekarang, kau habiskan makananmu, Nak"eyang Bagas menunjuk ke piring Lea setelah makanannya sudah habis.


Lea mengangguk patuh dan langsung memakan makanannya. Lea adalah orang terakhir yang menghabiskan makanannya di meja makan itu. Meskipun demikian, Bambang, Riyanti, Eyang Bagas dan Richard masih duduk di meja makan sambil mengobrol ringan. Peraturan di meja makan Bagas, tidak ada seorangpun yang boleh meninggalkan meja makan, sebelum semuanya selesai makan. Sehingga membuat Lea merasa tak nyaman, dan makan agak terburu-buru, tak lama menunggunya. Lima menit kurang yang di butuhkan oleh Lea untuk menghabiskan semua isi piringnya, hingga setiap orang bisa kembali ke kamar masing-masing termasuk Eyang Bagas.


"Richard, kau jangan coba-coba mengelak! ingat kata ibu tadi, Lea harus tidur di kamarmu!" Riyanti adalah orang terakhir yang berdiri, setelah Bambang dan eyang Bagas pergi meninggalkan meja makan


"Aduh.. apa ya yang bisa aku lakukan untuk menghindar?" Lea mencoba memutar otaknya yang buntu.


"Tadi kamu dengarkan, apa yang di katakan sama ibuku?" Tanya Richard tanpa menengok ke arah Lea

__ADS_1


"Dengar, tuan. tapi apa enggak bisa Nyonya Viona di suruh datang aja ke sini ?" Lea mencoba untuk memberikan saran kepada Richard


"Duh istri kamu tuh ya, otaknya ada dimana sih.. sampai ngebiarin suaminya sendirian di sini dan sekarang di paksa untuk tidur sama wanita lain! Kalau aku jadi kamu, Aku bakalan jagain Richard dua puluh empat jam! Susah loh, dapat cowok yang mau setia kayak dia! huuuuffh... kalau nggak punya istri udah jatuh cinta kali aku ke dia! Duuuuh.... Lea... makin gila kamu! Otakmu mikir apa sih, Lea? kamu juga kan udah punya Dewa! Harusnya kamu nggak boleh mikirin cowok lain!" Lea menggigit bibir dalamnya dan mencoba untuk menghilangkan pikiran-pikiran aneh yang ada di kepalanya, dengan mengisi Kenangan bersama Dewa.


"Viona nggak mungkin ke sini sekarang!" Richard lalu berdiri dari kursinya dan menengok ke arah Lea. "Ayo bangun, kita ke kamarku sekarang!" Perintah Richard yang sudah melangkah dan meja makan dan Lea harus terpaksa mengikuti langkahnya yang panjang sambil berjalan agak cepat


"Ga berperasaan.. huhu.. Dia cuma bisa manis ke istrinya.. ke wanita lain, bahkan pelanin langkanya aja ga bisa!" Lea ngedumel sambil mengejar Richard


Klek


Richard menutup pintu kamar setelah Lea masuk ke dalam kamarnya

__ADS_1


"Woaaaah.. Kamarnya gede banget! ukurannya kayaknya lebih gede daripada ukuran kamar yang aku tempatin di rumah Richard. Tempat tidurnya juga.. besar dan kayanya nyaman banget tidur di sana.. costum made kayanya?" Lea bergumam saat melihat ruang privasi Richard di dalam rumah besar.


__ADS_2