
harus tersenyum nakal dan berdiri menggandeng tangan Lea untuk segera berangkat menuju ruang praktikum, lima belas menit lagi praktikum akan segera dimulai
sejak kejadian di atap kemarin, hubungan antara Dewa dengan Lea menjadi semakin baik. bahkan hari ini, keduanya menyelesaikan urusan di kampus selalu bersama-sama. hanya di ruang praktikum saja mereka tidak melakukannya bersama, karena kelompok Dewa dan kelompok Lea tidak sama. di sela-sela waktu menunggu mata kuliah dan praktek di rumah sakit, Lea dan Dewa menghabiskan nya di kantin untuk makan siang dan di atap untuk tidur siang sambil mengerjakan tugas dan mengobrol.
"Nyonya muda Alea!" siapa seseorang yang sudah berdiri di depan ruang kelas saat Lea keluar setelah kelas bubar
"Apa kau suruh Tuan Richard?" tanya Lea to the poin setelah melihat orang yang datang adalah orang yang biasa ditemui nya ketika berkunjung ke rumah besar
pria itu mengangguk
"Saya di tugaskan untuk menjemput Nyonya muda hari ini." jawab pria tadi dengan sangat sopan
__ADS_1
"Dewa.." Lea menatap Dewa yang sampai saat ini masih menggenggam tangannya
"Ayo aku antar sampai kau naik mobil!" Dewa tersenyum sambil tangannya merapikan anak rambut Lea
Dengan berat hati Lea dan Dewa mengikuti pria tadi berjalan menuju ke arah mobil yang telah di siapkan nya untuk menjemput Lea sesuai dengan perintah dari Richard. sepanjang jalan melewati koridor kampus, Dewa berusaha untuk menjaga mood Lea dengan memberikan cerita-cerita lucu kejadian hari ini atau sekedar mengomentari sesuatu yang terlihat lucu di sekitar mereka seperti yang biasa mereka lakukan berdua
"Aku tahu kau merasa tertekan, maafkan aku Lea, saat ini.. Aku hanya bisa menghibur mu dengan menjaga mood mu saja. Semoga masalah ini cepat selesai dan aku bisa membawa mu pergi sejauh-jauh nya dari semua kepelikan ini dan juga dari keluarga ku yang semakin mengganggu!" gumam Dewa setelah mereka sampai di parkiran, di depan mobil yang telah di siapkan
"Dewa, maafkan aku ya, aku sudah banyak menyusahkan mu dari kemarin." Lea tertunduk dan menunjukkan raut wajah yang sangat sedih karena telah membuat Dewa susah
"Aku cinta sama kamu Lea! "Dewa mengecup dahi Lea
__ADS_1
"Aku juga cinta sama kamu Dewa, terima kasih sudah mau menerima ku dengan kondisi ku saat ini setitik bening, keluar dari sisi Mata Lea yang jatuh membasahi pipi Lea
"Sudah, sana naik mobil nya! Dewa menunjuk ke arah mobil Dengan dagunya
"Aku masuk nanti saja.. kau pergi lah dulu, Aku tidak ingin kau melihatku naik kedalam mobil itu Dewa! biar aku melihat punggung mu pergi kearah motor mu!" Lea tersenyum lalu membalikkan badan Dewa untuk menuju ke parkiran motor di sisi parkiran mobil
"Baiklah aku pergi, Sampai jumpa besok tuan putri!" Dewa berjalan memunggungi Lea sambil Melambaikan tangannya yang membuat Lea tergelak tawa menutupi kesedihan nya, dengan melihat tingkah Dewa yang sok cuek tanpa menengok ke belakang
"Aku akan merindukanmu Dewa ku!" Lea berteriak kemudian membalikan badan menuju ke arah mobil, lalu Lea masuk ke dalam mobil, masih sambil melihat ke arah Dewa seakan tak mau berpisah dengannya untuk hari ini, tanpa memperhatikan di dalam mobil.
Klek
__ADS_1
Pintu mobil di tutup
"Cukup romantis salam perpisahan nya!"