Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
Tidak Peduli


__ADS_3

"Gadis bodoh! Bahkan dia berlari hingga membuat kakinya lebam seperti itu! Besok pagi kau kakimu pasti sakit setelah berjalan dan berlari sejauh itu!" Richard tadi melihat ada lebam di kaki Lea berwarna biru, yang membuat hatinya terasa tak nyaman dan bersalah


"Kau gadis bodoh! Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau ingin berangkat bekerja? Apa karena kau tak berani masuk di saat aku sedang video call tadi? kau menyusahkanku! Bahkan untuk mencarimu, aku terpaksa bangun meninggalkan tempat tidurku melepas infusku, keluar Dan membohongi keluargaku Hingga sekarang, akhirnya membuat tubuhku masih kurang enak badan! Kau berani sekali mengganggu istirahatku!"


Ada kegelisahan di dalam hati Richard tapi entah kenapa rasa gelisah itu sangat aneh baginya rasa itu sangat menyakitkan, sehingga ingin membuatnya menangis tapi tidak ada air mata yang keluar, hanya rasa sesak di dadanya yang tak tahu bagaimana cara menyembuhkannya. Richard tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Richard tidak pernah punya pengalaman menyukai seseorang hingga merasa sakit hati. Wanita pertama yang disukai oleh Richard adalah Viona dan selama berhubungan dengan Viona, Richard tidak pernah mengalami sakit hati apapun sehingga untuk perasaan yang sekarang, Richard memang belum berpengalaman dan paham bahwa yang dirasakannya kepada Lea adalah lebih dari perasaan biasa. Richard mencoba memikirkan ini tapi tak ada jawaban yang didapatnya sehingga membuat Richard berpikir keras dan terjaga sepanjang malam hingga akhirnya baru tertidur sekitar jam empat pagi.


"Selamat pagi, Lea!" Lea tersenyum untuk dirinya sendiri menyambut pagi seperti yang biasa dilakukannya


"Teruslah melanjutkan kuliahmu. Kalau kau memang merasa tidak nyaman karena keberadaanku, maka aku yang akan mengalah untuk keluar dari kampus Menjadi dokter adalah impian terbesarmu. Aku ingin suatu saat nanti melihatmu sukses dan Aku tidak ingin menjadi penghalang kesuksesanmu


Pesan singkat dari dewa yang pertama kali dibaca oleh Lea Saat bangun dari tidurnya jam lima pagi


"Jangan berhenti kuliah! Maafkan Aku. kemarin aku terbawa emosi. Aku percaya padamu Dewa. Untuk sekarang, mari kita berteman... kita sama-sama menggapai impian terbesar kita untuk menjadi seorang dokter tanpa saling menyakiti. Aku juga tidak akan pergi ke kampus kalau kau berhenti kuliah",


Send


Detik itu juga Lea membalas pesan untuk Dewa yang tentunya masih ceklis satu dan belum dibaca oleh Lea Pesan dari Dewa dikirim tadi malam dan Lea baru membuka handphone-nya pagi hari sehingga pesan Lea belumlah dibaca oleh Dewa.


"Apa kau masih tidur sampai belum membaca pesanku? Lea bergumam dalam hatinya lalu kembali meletakkan handphone-nya lalu masuk ke dalam kamar mandi dengan kaki pincang tertatih-tatih.


"Huuufh kakiku! Lea berjalan sambil meringis menahan rasa sakit dan pegal pada kedua kakinya


"Dikompres air hangat sepertinya bisa mengurangi rasa sakit kakiku!" gumam Lea sambil mengisi air Bathtub untuknya berendam yang menghilangkan rasa sakit di kakinya, lalu kembali ke pintu kamar mandi.

__ADS_1


Klek


Lea mengunci pintu kamar mandinya dari dalam sebelum bersiap untuk mandi seperti tadi malam.


"Huuuh Untung saja! Aku hampir lupa!"Lea tadi memang lupa kalau belum mengunci pintu kamar mandi, sehingga kembali lagi ke pintu dan mengunci kamar mandi sebelum membuka semua pakaiannya dan berendam di dalam Bathtub. Ada senyum di bibir Lea setelah merasakan otot-otot kakinya lebih rileks, setelah berendam kurang lebih 10 menit Hari ini tidak ada kuliah pagi.


Klek


"Haaah? Bagaimana kau bisa masuk? Aku sudah kunci pintunya dari dalam?" Lea sangat kaget ketika Richard membuka pintunya dan masuk ke dalam kamar mandi tanpa memperdulikan Lea yang sudah ada di dalam kamar mandi.


Richard tak berbicara apapun. Hanya melirik Lea kemudian menggosok giginya di wastafel dan menganggap seakan-akan Lea tidak ada di dalam Bathtub


Lea tidak tahu sama sekali, bahwa Richard bisa membuka pintu kamar mandinya dari luar secara otomatis Pintu kamar mandinya memang didesain seperti itu untuk menghindari apabila seseorang tidak bisa keluar dari kamar mandi maka seseorang diluar bisa menyelamatkannya tanpa mendobrak pintu dan merusaknya.


"Isssh. Ada apa dengan orang ini? Sepertinya dia tidak peduli denganku? Apa aku harus santai aja? Atau jangan-jangan Dia hanya berpura-pura tidak peduli tapi tiba-tiba menggila seperti kemarin? Haaah sungguh memalukan! Apa dia menganggapku rendah sekali? Lea menekuk kakinya menempel pada tubuhnya untuk menutupi bagian penting tubuhnya lalu memalingkan wajahnya ke tembok menghindari menatap Richard yang sangat cuek membuka pakaiannya lalu mengguyur tubuhnya di bawah shower tanpa mempedulikan Lea yang sedang berada di Bathtub.


Richard tidak berbicara apapun. Sikapnya masih seperti kemarin malam kepada Lea. Setelah sekitar lima menit mengguyur tubuhnya di bawah shower, Richard pergi mengambil jubah mandinya dan keluar dari kamar mandi tanpa menghiraukan Lea


"Hahaha! Jadi sekarang seperti itu maunya. Dia bahkan tak menganggapku ada, dan memilih untuk bersikap tak acuh padaku? Apa dia sengaja menunjukkan bahwa aku benar-benar tidak ada harganya?" rasa kesal muncul di dalam diri Lea


Hati Lea terasa sangat kesal dan panas memilih untuk cepat-cepat keluar dan membersihkan tubuhnya di bawah shower kemudian memakai pakaiannya.


"Baiklah kalau itu maumu, Tuan Muda Richard! Aku akan ikuti permainanmu! Lebih baik seperti ini kita sama-sama tidak berbicara, dan anggap saja kita tidak saling mengenal! Bukan begitu lebih baik? Haishhhh. Apa sih yang otakku pikirkan? Kenapa terus-terusan aku memikirkannya? Apa Aku ingin dia memperhatikanku? Huuufhh Noooo! Ini tidak boleh terjadi! Ubah fokusmu, Lea Berpikirlah hal yang lebih positif dan jangan lagi memikirkan masalah Richard! Lea akhirnya keluar dari kamar mandi setelah mencoba merubah fokus pikirannya.

__ADS_1


klek


Tanpa memperdulikan Richard yang masih menggunakan dasi di walk in closet, Lea berjalan mengambil buku-bukunya yang ada di meja dan juga laptopnya memasukkan kembali ke dalam tas dan bersiap untuk berangkat ke kampus. Tidak ada kuliah pagi hari ini ,tapi lagi-lagi Richard alasan yang sama, yaitu untuk menghindari Richard, Lea memilih untuk berangkat lebih awal.


"Didi kau sudah di mana?" tanya Lea di sambungan teleponnya kepada Didi


"antar Ayah, masih di rumah besar apa kau masih di rumah itu? tanya Didi di ujung telepon


"Masih! Tunggu aku! Aku segera keluar! "


Klik


Lea mematikan teleponnya lalu bersiap keluar dari kamar Richard dengan kaki yang masih tertatih-tatih walaupun tidak separah tadi saat bangun tidur.


Klek


"Selangkah kamu keluar dari kamar ini,aku gak akan segan untuk menghentikan perjanjian pernikahan kita Aku akan membebaskanmu hari ini juga dan ibumu juga sudah bukan tanggung jawab keluargaku lagi." Ancam Richard kepada Lea dari dalam kamar. Richard duduk di sofa sambil membuka laptopnya dan melihat pekerjaannya setelah berbicara seperti tadi kepada Lea


"Akhirnya anda bicara juga, Tuan! Apa maumu? Aku mau ke tempat kuliahku Apa kau akan melarang kuliahku sekarang?" tanya Lea masih berdiri di pintu kamar Richard


"Masuk!"


Hanya itu kata yang keluar dari bibir Richard. Dan Richard tetap tidak memperhatikan Lea sama sekali.

__ADS_1


"Didi kamu langsung berangkat aja! Aku gak jadi ikut".


Klik


__ADS_2