
"Oh Tuhan.. lindungi aku... aku mohon padamu... jangan biarkan dia menghinakan aku lagi seperti ini.. kalau memang nasibku seperti ini, baiklah aku terima, aku tak akan memakimu lagi karena membuat suratan hidupku seperti ini. tapi untuk sekarang, tolonglah aku.. lindungi aku darinya! Lakukanlah apapun dengan kekuatanmu yang Maha Dasyat untuk mengusirnya pergi sekarang! Please..." Lea sudah berdoa, memaki, dan berharap sambil menutup matanya. Lea sangat ketakutan ketika Richard merebahkan tubuh Lea di ranjang besar di kamarnya. Pikiran Lea sudah kemana-mana. tak ada satu hal positif pun dalam pikiran Lea untuk Richard. Lea membenci dan mengutuknya, hingga akhirnya terasa oleh Lea, Richard menyelimuti seluruh tubuh Lea dan hanya menyisakan leher Lea ke atas yang terlihat.
"Apa yang dilakukannya? dia hanya mau melakukan ini? Apa dia hanya mau menyelimuti ku?" Lea masih memejamkan mata berusaha untuk tak bertatap mata dengan Richard. Lea akhirnya mulai merasa tenang saat kain tebal dan hangat menutup tubuh dinginnya. Lalu Richard melangkah menjauh meninggalkan Lea kembali lagi ke kamar mandi, tanpa berkata apa-apa dan tanpa melakukan apa-apa lagi kepada Lea..
__ADS_1
Klek
Pintu kamar mandi tertutup, barulah Lea membuka matanya perlahan, masih waspada, kalau-kalau Richard ada di hadapannya.
__ADS_1
"Kenapa aku menjadi tak waras seperti ini? Huuuufh.. aku tak pernah seperti ini sebelumnya.. Kenapa denganku?" Gumam Richard di bawah Pancuran shower yang dinyalakannya di kamar mandi. Richard bicara dengan air yang terus membasahi tubuhnya. Bukan air hangat.. malam ini, Richard menggunakan air dingin yang menurutnya, rasa dingin yang menusuk ke seluruh tubuhnya, bisa mewaraskan kembali otaknya.
"Apa maunya sekarang? Sedang apa di kamar mandi itu? Apa dia akan kembali dan menjamah tubuhku lagi? Hoaaaah... bagaimana ini? Aku tak sudi dia melakukan seperti yang tadi lagi" Lea memegang ujung selimut sangat kencang wajah Lea menegang karena pikirannya sudah mulai menerka-nerka apa yang sedang Richard lakukan di kamar mandi, yang membuat sekujur tubuh Lea bergidik ngeri. Rasa takut dan cemas sudah menguasainya lagi, hingga hatinya terasa sesak.
__ADS_1
"Bagaimana malam ini harus aku lewati? Apa aku harus tidur di ranjang besar itu dengannya? Huuuufhh.. aku tak mungkin kan mandi sampai pagi? Tapi apa yang harus aku katakan di kamar nanti padanya? Haruskah aku meminta maaf? Lalu tidur di sampingnya dengan berjanji padanya tak akan menyentuhnya lagi? atau aku harus berpura-pura tak ada masalah dan langsung tidur saja tanpa bicara dengannya?" Richard semakin gusar memikirkan apa yang harus diperbuatnya malam ini. entah sudah berapa banyak sabun dan shampo di gunakan Richard untuk mandi, rasanya belum cukup bagi Richard memberhentikan aktivitas mandinya