
"Ibu kan bilang sesuai kenyataan, Ric! Lea ini memang istrimu yang sah, kok! Sudah seharusnya dia merawat mu kalau tak ada yang merawatmu seperti sekarang! itu, kan. gunanya seorang istri? suruh istrimu Viona datang ke sini malam ini juga kalau dia tidak mau kau tidur bersama Lea! Kalau dia tak datang, kau harus menuruti perintah ibu!" Riyanti tetap bersikeras dengan pendiriannya. Kalau sudah seperti ini, bahkan Eyang Bagas pun tak sanggup melawan Riyanti. Ibu Richard jarang marah Tapi sekali marah, akan membuat semua laki-laki di rumah itu diam. Sikapnya mirip seperti almarhumah nenekhya Richard.
"Kalau memang Viona tidak mau lagi mempertahankan mu, Aku akan lebih senang kalau kau mempertahankan Lea dan bersanding dengannya selamanya sampai maut memisahkan kalian!" gumam Riyanti yang akhirnya merasa cukup senang di dalam hatinya dengan ketidak hadiran Viona, sehingga dia bisa membuat skenario seperti sekarang
"Aduh, gimana ini nasib aku? Apa susahnya sih, buat Richard nelepon istrinya? aku nggak mau lagi tidur sama dia... semalaman lagi.. Gimana kalau dia ngapa-ngapain aku kayak tadi malam?" Lea sudah bergidik ngeri memikirkan isi kepalanya, hingga nafsu makannya pun menjadi hilang. padahal, makan malam baru saja disajikan di meja makan.
"Terpaksa aku harus tidur bersamanya! Aku tidak mungkin bisa membawa Viona pulang sekarang. Jam segini pesawatnya pasti sudah sampai di Singapura atau Malaysia entah dia pakai pesawat yang transit ke mana". gumam Richard dalam hati, yang akhirnya pasrah dengan keputusan dari Riyanti.
Tak ada lagi yang di katakan oleh Richard untuk menentang Riyanti. Richard lebih memilih diam dan menikmati makan malamnya. Lea tak mau lagi ambil pusing, memilih untuk menyuapi eyang Bagas terlebih dahulu sebelum memakan makan malamnya. Lea juga banyak bercerita sambil menyuapi Eyang.
__ADS_1
"Eyang sudah kenyang, habiskan makananmu, nak! Kalau eyang makan lebih banyak lagi, nanti malam eyang nggak akan bisa tidur. jawab eyang Bagas menolak suapan nada padanya
"Eyang bukan enggak bisa tidur karena makanan.. tapi karena rasa gelisah. Memang apa yang eyang pikirkan sampai eyang merasa gelisah sih?" tanya Lea yang tak bisa di bohongi dengan alasan dari Eyang Bagas dan tetap menyuapi Eyang.
"Namanya udah tua, yang di pikirin ya cuman anak, cucu, nggak ada yang lainnya".eyang tersenyum kepada Lea penuh arti
"Betul Pak, aku sama Mas Bambang kan enggak kekurangan apa-apa juga dan kami enggak punya masalah apa-apa enggak perlu di pikirkan. cucu Bapak juga sudah besar, usianya sudah tiga puluh empat tahun, bulan depan juga sudah tiga puluh lima tahun. Hidupnya sudah mapan apalagi yang dipikirkan sih Pak?" tanya Riyanti gemas setelah Bambang menyelesaikan kalimatnya
"Hahaha... Jadi Menurut kalian, sekarang ini kalian tak punya masalah toh?" Eyang Bagas menatap Bambang dan Riyanti secara bergantian
__ADS_1
Bambang dan Riyanti otomatis mengangguk setelah Eyang Bagas menanyakan pertanyaan terakhirnya
"Bambang, gimana masalahmu dengan hukum untuk penambangan emas di ladang emas terbaru kita? Kau mengalami kesulitan di sana ? Kau pikir, siapa yang bisa melobi itu sampai tadi akhirnya semua masalah bisa di bereskan? dan kau terbebas dari jebakan yang bisa membuatmu masuk penjara?" eyang Bagas tersenyum melihat Bambang lalu berganti menatap Riyanti "Kamu sudah sangat malu,dengan hinaan teman-temanmu karena istri Richard tak pernah mau pergi bersamamu seperti menantu-menantu teman mu? Lalu mereka menghina mu sebagai ibu mertua yang galak, menghina anakmu dan menantu mu yang sampai sekarang masih belum bisa punya cucu? itukan yang membuat mu uring-uringan dan kesal setiap hari,beberapa tahun belakangan ini? Bahkan sudah dua tahun, kau juga nggak mau lagi untuk ikut ikutan kumpul bareng dengan kawan-kawan mu. Apa kau pikir aku nggak memperhatikan perasaan mu?" tanya eyang Bagas sambil tersenyum kepada Riyanti
"jadi selama ini ibu memendam sendiri rasa sedih dan kesalnya itu? Kenapa Viona tak menceritakan padaku kalau ibu mengajaknya pergi?" hati Richard seketika merasa bersalah pada Riyanti
"sudah tua, janganlah banyak pikiran. biarkan orang mau bilang apa juga, aku nggak akan peduli. Aku sengaja keluar dari acara acara kumpul-kumpul arisan itu untuk menghemat pengeluaran ku. ayahkan tahu sendiri setiap kumpul itu, pasti aja habis minimal dua ratus juta sampai kadang satu miliar untuk beli barang-barang branded sama berlian." jawab Riyanti mencoba berkilah.
"Sudahlah, intinya.. sepeninggal ku nanti.. aku tak ingin ada omongan mengenai kita kehilangan garis keturunan!" lalu eyang Bagas menetapkan Lea "Aku sangat mengharapkan cicitku lahir sebelum aku meninggalkan dunia ini!" dan menatap Lea dan Richard bergantian. "Apa kalian berdua mau mewujudkan keinginan terakhirku itu?"
__ADS_1