
PLAK PLAK
apa begitu perlakuanmu Sebagai seorang istri?" Rianti yang sudah berada di ruang tamu menunggu Lea dengan gelisah dari tadi. Riyanti sudah sangat geram dan sangat marah kepada Lea. Rianti menghampiri Lea dan langsung memberikan sentuhan telapak
tangannya di wajah Lea. meninggalkan bekas di wajah Lea yang putih
"Huuuffhh.. Apalagi Salahku sekarang hingga Nyonya memukulku seperti ini? "gumam Lea sambil menahan rasa panas di wajahnya
"Kenapa diam dan tak menjawab ku? aku pikir kau bisa cukup baik untuk Richard tapi ternyata kau sama saja dengan Viona! kau tidak memperdulikan anakku! Istri macam apa kau?"
"jaga sikapmu pada Alea!" Eyang Alexander berjalan dengan bantuan tongkatnya menghampiri Lea dan Riyanti
"Aku sudah coba bersabar lho Dad, tapi aku enggak bisa ngelihat anakku sakit seperti itu dan di tinggalkan oleh istrinya pagi-pagi buta Tak dipedulikan! Panas badan Richard itu udah empat puluh satu derajat lebih, lho Pak! bahkan wanita ini menyuruh Richard untuk tidur di sofa! walaupun tahu Richard sedang demam seperti itu! Daddy tadi liat sendiri Bagaimana kondisi Richard saat dokter datang!"
"Apa? Tuan Richard sakit?" jawab Lea spontan dan wajahnya langsung pucat pasi Mendengar pembicaraan antara Riyanti dengan Eyang Alexander
__ADS_1
"Apa kamu nggak tahu suamimu sakit Nduk? Eyang bertanya masih dengan suara lemah lembut kepada Lea
Lea menggeleng. "Tadi malam Tuan Richard memang mandi lama sekali sampai saya ketiduran.. Saya enggak tahu sama sekali Kalau Tuan Richard sakit karena pagi-pagi saya sudah keluar dan saya gak pegang badannya panas atau enggak." jawab Lea panik sambil meremas kedua tangannya
"Bagaimana bisa kamu nggak tahu kalau suamimu itu sakit? dan kenapa kamu menyebut Richard dengan sebutan tuan?" Riyanti menatap tidak suka kepada Lea setelah mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Lea
"Ssshhh.. Aku lupa. Bodoh, kenapa keceplosan!" Lea bergumam lirih di dalam hatinya
"Maaf nyonya.."
"Eh, mmm.. maksud saya, ibu.. mm... masih agak sulit buat saya merubah panggilan dari tuan ke suami... Maaf! Saya juga masih sulit merubah panggilan Nyonya ke ibu.." Lea menunduk sambil menggigit bibir dalamnya lalu melanjutkan kalimatnya lagi setelah melihat situasi, Riyanti dan Eyang Alexander yang menunggunya bicara "Boleh saya permisi? Saya ingin menemui ehm... Suami saya sekarang!" Jawab Lea sambil menunduk
"Hueeeeek... apa yang tadi aku katakan! hufffh.. Mulutku... aku benci sekali padamu! Kenapa aku sial sekali, sih! Kenapa suratan hidup harus seperti ini! menjijikan sekali memanggil seseorang yang tidak aku cintai bahkan tidak aku kenal sebelumnya dengan sebutan suamiku! issshhh.. Bahkan dia tidak ada baik-baiknya padaku!" Lea protes dan merenggut kesal kepada dirinya sendiri mengingat apa yang baru saja diucapkan oleh bibirnya
"Baiklah, kali ini aku memberimu satu kali kesempatan lagi! rawat Richard dengan benar! pastikan dia segera sembuh! Atau kau tahu Apa hukuman yang akan aku berikan kepada orang tuamu nanti!" Riyanti mulai mengancam Lea dan kemudian memberikan Lea jalan untuk pergi menemui Richard di kamar Richard
__ADS_1
"Terima kasih ibu. Eyang... saya pamit dulu untuk menemui suami saya."
"Eh, tunggu dulu! Ada yang kelupaan! Kamu bawa sekalian bubur Richard dan suapin dia! Karena pagi ini, Richard sama sekali nggak mau makan!" Riyanti menatap Bi Siti dan kemudian dengan sigap Bi siti segera berlari ke dapur mengambil nampan makan untuk Richard dan menyerahkannya kepada Lea
"Terima kasih, bi" Lea membungkuk kepada Eyang Alexander dan Ibu Riyanti lalu bergegas ke atas.
"Huuuffhh.. akhirnya mereka mengizinkanku untuk pergi! Richard Kenapa kau pakai sakit segala, sih.. menyusahkanku saja!" Lea menggerutu kesal sambil melangkah pergi menuju ke lantai atas ke kamar Richard. Ungkapan kekesalan dan sumpah serapah juga sudah keluar dari bibir Lea yang ditunjukkan kepada Richard. Untungnya Kejadian ini membuat Lea bisa melupakan sejenak kejadian di kampusnya tadi.
Klek
"Huuuuffhh.. Kau pucat sekali, Richard!"
Ikutin terus kelanjutannnya yaa gengs,,,
Dukung karya mimin terus ya, berikan masukan yang membangun agar lebih baik lagi, maaf kalau ceritanya bertele-tele, karena memang ini alurnya santai, dan untuk pembaca, mohon bersabar dan tetap ikuti terus ceritanya yaa,,,
__ADS_1
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,