
tangannya menghapus air mata di pipi Lea dan kemudian merangkul Lea ke dalam pelukannya, menyandarkan Lea di tubuhnya bagian atas, dekat dengan jantungnya. Richard lalu membiarkan Lea menangis di sana untuk beberapa saat.
"Ada apa ini? Kenapa dia melakukan ini kepadaku? dia bahkan berbicara sangat lembut dan mendekapku erat seperti ini dengan posisi tanpa sehelai pun benang diantara kami, dia memang suamiku sih, dia berhak atas tubuhku, tapi kan hubungan kami cuman sampai aku melahirkan anaknya saja. Lalu bagaimana kalau dia sebaik ini kepadaku? Bagaimana bila tumbuh perasaan di hatiku? Bukankah itu menyakitkanku? tapi bersandar di tubuhnya seperti, memang sangat nyaman, jauh lebih nyaman dari dekapan Dewa. Lea tak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa hati. Lea menyukai berada di dalam dekapan Richard.
TOK TOK TOK
Seseorang menggedor pintu kamar mandi di kamar Lea dengan sangat kencang.
"Richard! Buka pintunya! Aku tahu kau di dalam! Buka pintunya, Richard!"
__ADS_1
Richard mengangguk dan mendekat kearah Viona mencoba untuk menenangkan Viona dalam dekapannya
"Maafkan aku Viona, aku awal hanya ingin menakut-nakutinya dan hanya ingin menghukumnya. tapi, kenapa tadi aku justru terbawa suasana dan keinginanku. aku seperti tidak sadar dan buta. Aku minta Maaf, Viona!" jauh dalam lubuk hati terdalam Richard, ucapan Maaf terlontar untuk Viona. Richard sangat merasa bersalah pada Viona karena perbuatannya dengan Lea tadi. Richard merasa telah mengkhianati kepercayaan Viona
"hahaha! Bagus.. Jadi kau sudah berpikir aku memang sangat kesal, karena kau sangat lama di sana, kan.. Richard! Hmmm... mendengar yang kau katakan bahwa wanita itu memberitahu pacarnya tentang hubungan pernikahan kalian, membuatku tambah senang sekarang. Aku jadi penasaran siapa pacarnya! Aku ingin menyogoknya untuk membuka masalah ini di media massa! tentunya bukan sekarang, jadi kau bisa bernapas lega dulu, Richard! Aku akan melakukannya setelah aku berhasil nanti! Karena aku ingin melihat keluargamu jatuh! dan sejujurnya, kedatanganku tadi ke kamarnya, bukan karena aku jealous ya! Hah, aku tahu kau tak akan tertarik pada wanita selain aku. Sejujurnya, Aku hanya ingin menggunakan kejadian tadi untuk mendapatkan keuntungan darimu!" Viona tersenyum bahagia mengingat umpannya, yaitu Richard, kini sudah masuk perangkap dan sedang membujuknya untuk memaafkannya
"Richard, Maafkan Aku. saat ini aku ingin Menenangkan pikiranku dulu." Viona mulai membuat sandiwaranya terlihat bagus
"Aku mohon Richard,Biarkan aku menenangkan diriku dulu!" Viona menunduk dan menunjukkan raut wajah sedihnya saat melepaskan pelukan Richard dari tubuhnya. Viona juga berusaha untuk menolak pelukan Richard
__ADS_1
"Hahaha kena kau Richard!" hati Viona berloncat loncat kegirangan karena Richard sudah hampir memenuhi keinginannya
"Katakanlah padaku apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku?". Tanya Richard akhirnya
"Richard,Izinkan aku pergi ke Milan sore ini!"
"Apa? Viona, Apa kau ingin meninggalkanku?" Richard terlihat gusar dan sangat gugup
Viona menggeleng. aku hanya ingin menenangkan pikiranku dulu Richard! Akan ada peragaan busana hari Sabtu ini di Milan. Aku ingin melupakan masalah dengan bekerja. Aku mohon Izinkan aku pergi sebentar untuk melupakan masalah ini, aku berjanji padamu akan kembali pada hari Senin depan, aku hanya butuh sedikit saja ketenangan Richard" pinta Viona kepada Richard dengan wajah sangat memelas seperti, sedikit depresi dan penuh harap.
__ADS_1
"Apa kau yakin, sepulang kau dari Milan kau dapat memaafkanku?" Richard mengernyitkan keningnya dengan kedua tangannya, memegang kedua tangan Viona
Viona mengangguk dan tersenyum penuh harap kepada Richard. Viona juga menunjukkan wajah sangat terluka akibat perbuatan Richard.