Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
Riyanti Marah


__ADS_3

"Siapkan sekarang!" Richard menjawab Pak Warsono lalu kemudian berdiri dan mendekati eyang dan Lea yang masih berjalan mengelilingi taman bersama


"Eyang, ayah dan ibu sudah datang, apa kita mau makan sekarang?" tanya Richard dengan sangat sopan kepada Eyang Bagas


"Tunggu istrimu dulu! Dia kan belum datang dari butiknya! Nanti kasihan kalau dia makan sendirian." Eyang tersenyum kepada Richard


"Oh Tuhan, dugaanku selama ini salah ternyata... Eyang masih sangat memperhatikanmu Viona! Picik akal pikiranku selama ini..." hati Richard merasa malu pada eyang dan terasa sangat bahagia mendengar apa yang baru saja di dengar dari bibir laki-laki yang sangat di sayanginya


"Eyang, Viona enggak akan datang sore ini karena masih ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Viona sudah minta izin padaku juga. Jadi, kita bisa mulai makan malam sekarang kan? Supaya enggak kemalaman dan eyang bisa cepat beristirahat nanti malam."

__ADS_1


"Apa pekerjaannya begitu penting? sampai untuk makan malam keluarga pun istrimu enggak sempat?" terlihat raut wajah kecewa muncul di wajah Eyang


"Maaf eyang, Aku kan sudah cerita dua hari lalu pada eyang.. hari setelah ijab kabul itu. Viona butuh pengalihan dari semua masalah ini. Aku mohon, biarkanlah seperti ini dulu supaya hatinya bisa tenang." pintar Richard sedikit memelas kepada Eyang Bagas.


"Haaaaah!" eyang menghela napas sebelum melanjutkan kalimatnya. "Ya sudah, kalau itu sudah keputusan kalian dan menurutmu baik nak, kita mulai makannya sekarang saja!" jawab eyang


"sudahlah,.. anakmu kan sudah bilang berkali-kali kalau istrinya mau ketenangan, Biarkan saja dulu seperti ini sampai Kondisinya sudah lebih stabil dan dia sudah bisa tenang lagi. Kasihan anakmu kalau kau marah seperti itu. Lagipula, aku juga sudah cukup senang kok! Istri Richard dari tadi menemaniku olahraga sore keliling-keliling taman dan menghiburku dengan cerita lucu.Eyang mencoba memperbaiki kondisi di meja makan supaya Riyanti tak lagi memarahi Richard dengan ketidakhadiran Viona.


"Baiklah kalau memang Viona gak bisa datang," Riyanti lalu menatap Lea. "Lea, nanti malam kamu tidur bersama Richard di kamarnya Richard, ya. Jangan tidur di kamar tamu! Kamukan istrinya Richard! Kamu harus bisa mengurus Richard, kamu mengerti kan, Lea?"

__ADS_1


Lea tak menjawab hanya bengong


"Waduh, aku jadi ketiban sial!" gumam Lea panik


"Uhuuuk.. Uhuuuuk.. "Richard seketika tersedak saat meminum airnya dan mendengar ibunya, Riyanti menyuruh Lea untuk tidur satu kamar dengannya


"Ibu nih bilang apa sih?" protes Richard setelah batuk mereda


"Ibu kan bilang sesuai kenyataan, Ric! Lea ini memang istrimu yang sah, kok! Sudah seharusnya dia merawat mu kalau tak ada yang merawatmu seperti sekarang! itu, kan. gunanya seorang istri? suruh istrimu Viona datang ke sini malam ini juga kalau dia tidak mau kau tidur bersama Lea! Kalau dia tak datang, kau harus menuruti perintah ibu!" Riyanti tetap bersikeras dengan pendiriannya. Kalau sudah seperti ini, bahkan Eyang Bagas pun tak sanggup melawan Riyanti. Ibu Richard jarang marah

__ADS_1


__ADS_2