
walaupun rasa mengigil sudah muncul dalam tubuhnya. Tangannya juga sudah keriput kedinginan, dan bibirnya sudah berubah warna. Richard masih mengguyur tubuhnya dengan air dingin dan enggan menggantinya dengan air hangat.
"Aku harus mengantisipasi diriku! Aku harus bisa melindungi diriku! Ayo Lea.. kau pasti bisa!" Lea yang ketakutan akan serangan lanjutan dari Richard, segera berlari ke arah tas berisi Pakaiannya yang tadi telah di bawakan oleh Bi Siti. Lea tak peduli harus berlarian di kamar Richard tanpa sehelai benangpun. Lalu Lea memakai pakaiannya secepat mungkin sambil matanya tetap mengawasi kamar mandi berjaga jika Richard keluar dari dalam kamar mandi saat dirinya sedang mengganti pakaian. Lea memakai pakaian lengkap sebelum Kembali ke tempat tidur, dengan matanya yang masih selalu siaga menatap pintu kamar mandi. Selimut juga kembali di tarik oleh Lea sampai ke lehernya
"Huuffhhh.. aku tidak mungkin bisa tidur satu tempat tidur dengannya, apalagi tempat tidur itu adalah tempat tidur yang biasa di tiduri oleh Viona! Ibu.. kau gila.. kenapa kau menyuruhnya tidur di kamar ini, hingga membuatku seperti ini? Apa sebegitu kebencianmu dengan Viona hingga menyiksa anakmu sendiri, bu? karena rasa bersalah, jantung Richard berdetak semakin cepat setelah memikirkan tempat tidurnya malam ini. Richard juga memaki Riyanti yang menurutnya bertanggung jawab dengan kejadian malam ini
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan dia melakukan apa yang tadi dia lakukan di kamar mandi! Kali ini aku harus berani mengingatkannya... Dia kan sudah berjanji tidak akan menyentuh ku! jadi kalau dia mau macam-macam, aku akan menyuarakan semuanya! Atau baiknya kami membuat perjanjian tertulis sehingga aku aman di mata hukum? Lea mencoba menguatkan dirinya untuk melawan Richard
"Ayolah Richard kembalilah waras! kau tidak bisa seperti ini terus! wanita itu... Bukan Viona! kau jangan sampai terjebak pada permainan sesaat yang akan menghancurkan rumah tanggamu nanti! Apa kau bisa ikhlas kehilangan Viona?" Richard mulai mencoba
menyadarkan dirinya sendiri untuk tidak terjebak ke dalam cinta segitiga ataupun perselingkuhan. Richard merasa hatinya selalu untuk Viona. yang terjadi tadi, bukanlah apa-apa untuknya.
__ADS_1
"Viona Maafkanlah Aku.. Entah kenapa aku juga tak tahu, tapi tadi aku benar-benar kelepasan!" Richard sangat menyesal dan berkali-kali menyebut nama Viona di dalam kamar mandi di bawah Pancuran shower untuk meminta maaf kepada Viona. air matanya juga mengalir, menunjukkan rasa bersalah teramat dalam kepada Viona.
Dan mereka terus seperti itu bergumam di dalam hati mereka sendiri. baik Richard maupun Lea memiliki pemikiran masing-masing terhadap satu sama lain. Richard cukup lama di dalam kamar mandi hingga tak terasa dua jam telah berlalu. Sedangkan Lea, yang sudah sangat kelelahan akibat Serangan Richard akhirnya jatuh tertidur di tempat tidur besar yang biasa di tiduri oleh Richard dan Viona.
Klek
__ADS_1
"Haaah, Untunglah dia sudah tidur di sana! setidaknya aku bisa bernafas lega sekarang, untuk tidak menatap matanya :. Lalu aku harus bagaimana sekarang? Di mana aku harus tidur?"