
Richard senang, tapi juga kebingungan sendiri ketika keluar dari kamar mandi melihat Lea yang sudah tertidur di atas ranjang besar miliknya,
Tidurnya lucu juga.. hahaha.. dia seperti anak kucing yang kecapean. terlihat sangat manis dan penurut saat tidur! Richard tersenyum melihat Lea yang sedang tertidur pulas dari jarak sekitar satu meter dari tempat tidurnya. "Haiissshh... apa yang baru saja aku pikirkan? Kenapa otakku menjadi kacau begini? Huuffh.. kejadian seperti tadi tak boleh terjadi lagi!" Richard sangat ketakutan dan segera menjauhi Lea.
Richard buru-buru masuk ke dalam Walk-in closet miliknya untuk mengambil piyama tidur, dan kemudian merebahkan tubuhnya di sofa di depan televisi di kamarnya
"Aku rasa lebih baik kalau aku tidur di sini saja malam ini Viona, aku sangat mencintaimu... aku mohon Jangan ragukan cintaku padamu.. aku minta maaf untuk hari ini padamu... Aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk tidak mengulangi hal seperti tadi lagi.. semoga saja anak itu cepat positif, supaya aku tak harus terus terusan menyakitimu seperti ini, Viona gumam Richard jauh di dalam lubuk sanubarinya sangat tulus meminta maaf kepada Viona atas apa yang telah diperbuatnya. Tak ada keinginan dalam diri Richard untuk menduakan Viona atau menyakiti hati Viona. Richard adalah tipe setia yang selalu menjaga hatinya untuk Viona, selama lebih dari sepuluh tahun kebersamaan mereka.
Akhirnya, setelah hampir lima belas menit, Richard berusaha untuk menyamankan diri tidur di sofa, matanya mulai mengantuk dan dapat masuk ke alam mimpi. malam ini, apa yang di takutkan oleh Lea tidak lagi terjadi. baik Richard maupun Lea dua-duanya sangat kelelahan apa lagi, selama dua jam Richard mengguyur tubuhnya di bawah shower, membuat Richard merasa sedikit demam. AC kamar yang biasanya tidak terlalu dingin baginya, ini membuatnya sedikit menggigil walaupun tak membuat Richard bangun dari tidurnya, rasa tidak nyaman membuatnya tidak dapat tidur pulas.
__ADS_1
"Enak sepertinya tidur di bawah selimut itu!" Richard terbangun dan menatap ranjang besarnya. tapi niatnya diurungkan dan tidur lagi di sofa tanpa selimut. Berkali-kali Richard mencari posisi yang nyaman, hingga barulah saat menjelang fajar jam tiga subuh, Richard bisa betul-betul terlelap dengan kondisi badannya yang agak sedikit panas.
"Oh Tuhan, aku ketiduran!" Lea terperanjat kaget dan bangun dari tidurnya menatap langsung ke sisi tempat tidur di sebelahnya yang kosong. masih rapih tak ada bekas di tiduri.
"Di mana dia?" Lea mencari sosok Richard hingga akhirnya menemukan seseorang yang tidur di sofa di depan TV
"Dia cukup baik untuk tidak tidur bersama Aku disini... apa aku terlalu berpikir berlebihan ya tentangnya? Ah, sudahlah tak perlu dipikiran lagi! Dia mengerikan! Lea kemudian mengendap-endap mengambil tasnya dan buku-buku miliknya lalu membuka pintu kamar dan keluar perlahan dari kamar Richard.
"Akhirnya aku bebas juga! matahari pagi aku sangat mencintaimu!" Lea bergumam bahagia di dalam hatinya lalu segera menuruni tangga sambil tangannya mengambil handphone untuk menghubungi seseorang
__ADS_1
"Didi kau di mana?" tanya Lea seketika ketika suara Didi terdengar dari ujung telepon
"Baru sampai depan rumah besar. Anter Ayah kerja. Kenapa? Mau di jemput sekarang?" tanya Didi langsung ke inti
"Ah, kebeneran... aku menginap di rumah besar. Tunggu aku keluar, antar aku ke kampus sekarang! Lea segera berlari ke arah pintu keluar dengan sangat kencang.
"Nyonya muda.. kau mau ke mana pagi-pagi sekali? Ratih memanggil Lea sambil cekikikan. Ratih yang sedang menyapu, sengaja mengagetkan Lea dari belakang
"Haishhhh.... kau ini memanggilku seperti itu lagi! aku sedang terburu-buru mau ke kampus sampai ketemu lagi!" jawab Lea tanpa menghentikan langkahnya dan segera keluar dari pintu utama rumah besar, berlari langsung ke motor Didi dan
__ADS_1
wUuuuuuusshhha