
"Haishhhh.... kau ini memanggilku seperti itu lagi! aku sedang terburu-buru mau ke kampus sampai ketemu lagi!" jawab Lea tanpa menghentikan langkahnya dan segera keluar dari pintu utama rumah besar, berlari langsung ke motor Didi dan
wUuuuuuusshhh
Motor melaju secepat angin meninggalkan rumah besar milik Keluarga Alexander
"Kak, Kenapa kau menginap di sana? Apa kau diusir oleh suamimu?" celetuk Didi di atas motor
"Tuan besar mau bertemu denganku. Sudahlah jangan banyak tanya! Kendarai motormu dengan benar, jangan sampai terjadi kecelakaan karena kau teledor! Ingat, kita ga punya asuransi!" Lea sudah memarahi Didi karena terlalu banyak ingin tahu urusan pribadinya
"Maafkan aku Didi, Bukannya aku tidak mau memberitahumu semua kejadian yang aku alami, tapi aku hanya tidak mau kalau kau sampai menyimpan dendam pada Keluarga Aleksander. Bagaimanapun mereka telah banyak membantu keluarga kita, jadi anggap saja semua yang aku dapatkan adalah kompensasi dari setiap bantuan yang telah mereka berikan" Lea mencoba untuk bersabar dan menerima apa yang dialaminya. Lea tidak ingin ada dendam diantara keluarganya dengan keluarga besar Alexander suatu saat nanti
Didi tak lagi bertanya macam-macam kepada Lea. Didi bagaikan tukang ojek yang hanya diam mengantarkan penumpangnya sampai dengan tujuan
"Jangan berikan aku uang! uang terakhir darimu kemarin masih cukup!" Didi menolak dan langsung ngacir meninggalkan Lea
__ADS_1
"Huh, jadi kau takut dengan uang, sekarang ya! Hahaha.. dulu saja setiap aku pulang pasti kau menadah uang untuk modal pacaran, tapi baguslah! kau semakin dewasa didi!" Lea tertawa kecil kemudian masuk ke dalam kampusnya. Hari ini Lea sampai lebih cepat dari kemarin. bahkan sebelum kantin kampus buka. Jam enam pagi Lea sudah berada di kantin.
"Fuuuuuh... mana aku belum mandi lagi!" Gerutu Lea sambil duduk di kursi kantin dan mengeluarkan handphonenya untuk memberitahu Dewa bawa Lea menunggunya di kantin.
Lea menggunakan waktu kosongnya untuk mengerjakan tugas kuliahnya termasuk belajar untuk kuis hari ini. Tak ada kuliah pagi sebenarnya untuk hari ini. Kuliah jam sebelas siang. Lea hanya berusaha untuk pergi lebih cepat dari rumah keluarga besar Alexander agar tidak harus bertemu dengan Richard
"Sekarang kau semakin rajin datang ke kampus pagi-pagi" suara Dewa . mengagetkan Lea dari belakang
Cup
Sebuah kecupan mendarat di dahi Lea saat Lea menengok ke belakang ke arah suara Dewa
"Itu hadiah untukku karena menggantikan mu part time, kemarin!" bisik Dewa di telinga Lea sangat lembut.
"Ishhhh.. kalau tahu bayarannya seperti itu, aku tak akan mau di gantikan olehmu kemarin!" Lea mencibir Dewa sambil beralih menatap bukunya
__ADS_1
"Ambil ini!" Dewa menyerahkan dua lembar uang seratus ribuan di tengah buku yang sedang dibaca oleh Lea.
"Uang apa ini? Kenapa banyak sekali?" ada rasa enggan menerimanya dan Lea segera mengembalikannya kepada dewa tapi, dewa menolaknya
"Itu uangmu! kemarin kan aku menggantikan mu part time dan aku mendapat bayaran segitu!" jawab Dewa sambil mengambil makanan yang ada di piring Lea seperti biasanya
"Kenapa banyak sekali? bayaran ku kan cuma lima puluh ribu rupiah sehari, Dewa kau menipuku ya?" Lea menjitak kepala Dewa
"Awwwww.... Sakit sayang!" Dewa mencubit hidung Lea sebelum akhirnya melanjutkan kalimatnya. "Aku dapat beberapa tips kemarin dan segitu jadinya! Dewa tersenyum dan tertawa kecil kepada Lea menunjukkan deretan giginya yang putih rapi dan juga Lesung pipinya juga ikut muncul, membuatnya terlihat sangat tampan
"Itu hakmu dewa! kan tips itu untukmu, bukan untukku! Lea mengembalikan selembar uang seratus ribuan kepada Dewa, mencoba bernegosiasi. "Kita bagi dua ya!"
"Simpan semuanya untukmu! Anggap saja itu nafkah dariku!" Dewa kemudian terkikik geli mendengar kalimatnya sendiri dan melihat wajah Lea yang memerah karena kalimat yang diucapkannya
"Kau nih.. kalau bercanda jangan kelewatan, ambil ini!" Lea memaksa
__ADS_1
"Simpan kataku!" jawab Dewa tak mau kalah. "Kalau kau tak mau, gunakan saja untuk membayar makanan yang selalu aku habiskan dari piring mu ini!"
"Dewa, Siapa dia?"