Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
Rumah besar keluarga Alexander


__ADS_3

"Tunangan tiga bulan yang lalu? bahkan kau menyembunyikan itu dariku ? Tiga bulan yang lalu hubungan kita tidak pernah ada masalah... Tiga bulan yang lalu semuanya baik-baik saja... Apa maksudnya ini, Dewa? Apa kau berusaha untuk mempermainkanku? Apa kau ingin mencampakkan aku kau membalas dendam Karena aku telah meninggalkanmu dan menikah dengan Richard? tapi aku baru menikah dengan Richard... Bukan sebelum kau bertunangan! Kau juga tahu alasan aku menikah, kan?" rasa emosi, kesal, marah sedih dan kecewa semua bercampur menjadi satu di hati Lea, air matanya pun tumpah sepanjang jalan Lea berlari tanpa tujuan yang ada di pikirannya adalah berlari sejauh jauhnya meninggalkan Dewa untuk menenangkan pikirannya.


"Nyonya muda Lea suara pria yang sudah tidak asing lagi memanggil Lea dari sebelah kanan membuat Lea terpaksa berhenti dan menatap ke arahnya sambil menghapus air mata yang masih mengalir dari matanya membasahi pipi Lea


"Apa maunya orang ini? Kenapa dia harus kemari di saat aku sedang ingin sendiri dan sedang ingin menangis? Apa Richard menyuruhnya untuk datang lagi? Apa yang diinginkannya sekarang dariku ? Apa tidak cukup tadi malam dia mempermainkanku? Haisssshhh... Kau menyebalkan Richard!" Lea merasa sangat kesal didalam hatinya melihat orang suruhan Richard datang mendekat ke arahnya.


"Nyonya muda, Anda harus ikut dengan saya sekarang juga!'


"Aku tidak bisa... apa kau tak lihat.. aku kan aku sedang kuliah!" jawab Lea sambil menahan air matanya yang sudah tumpah, supaya tak tumpah semakin banyak

__ADS_1


"Tapi Nyonya muda, anda tidak punya pilihan lain selain ikut dengan saya sekarang!"


"Apa maksudmu? Apa kau ingin aku meninggalkan kuliahku? apa sekarang aku dilarang untuk kuliah juga?" Lea semakin geram.


"Tidak ada yang melarang Nyonya muda untuk kuliah sama sekali.. tapi Nyonya Riyanti sudah memesankan kepada saya apabila Nyonya muda tidak datang bersama saya sekarang, keluarga Alexander akan segera memutus semua biaya pengobatan ibu anda hari ini juga. itu berarti Ibu anda akan segera di keluarkan dari ICU walaupun kondisinya sekarang masih tak sadar."


"Huuuffh.." menghela napas panjang "Baiklah, aku ikut denganmu sekarang!" Lea lalu berjalan agak cepat mengikuti langkah Sandi di depannya.


klek

__ADS_1


"Aku tak peduli apa yang terjadi di sana... kalaupun mereka semua mau membunuhku sekarang, aku akan menerimanya! Asalkan mereka tetap membiayai pengobatan ibuku! Apalah gunanya hidupku ini! Ambyaaa.... Huuufh Lea keluar dari mobil sambil menguatkan dirinya, dan berjalan menuju ke dalam rumah besar keluarga Alexander. hati Lea yang sudah carut-marut tak tentu, membuat Lea pasrah dengan apa yang akan terjadi di dalam.


"Terima kasih sudah membukakan pintu untukku, Bi!" Lea masih memberikan Senyum manisnya kepada Bi Siti, walaupun terlihat jelas di wajahnya bahwa Lea baru saja menangis


PLAK! PLAK!


********************


Ikutin terus kelanjutannnya yaa gengs,,,

__ADS_1


Dukung karya mimin terus ya, berikan masukan yang membangun agar lebih baik lagi, maaf kalau ceritanya bertele-tele, karena memang ini alurnya santai, dan untuk pembaca, mohon bersabar dan tetap ikuti terus ceritanya yaa,,,


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,


__ADS_2