
"Yang ditunggu-tunggu sudah datang toh!" eyang tersenyum saat melihat Richard sudah duduk di sampingnya dan menatap ke belakang mencari seseorang yang yang memang juga di tunggu oleh dirinya. "Kenapa cuma berdiri di situ? sini nak, duduk sini di samping eyang Bagas menyapa Lea dan menyuruhnya duduk di samping Eyang
"Eyang apa kabarnya?" Tanya Lea sambil tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya untuk salim kepada eyang, kemudian duduk di samping eyang seperti yang tadi telah di perintahkan kepada-nya
"Eyang sehat, kamu bagaimana? Kuliahmu lancar?"Lea mengangguk dan tersenyum
"Eyang lagi apa di sini?" tanya Lea sedikit Penasaran melihat kebiasaan Eyang Bagas dari dulu setiap sore memang selalu duduk di sana sendirian. Di taman inilah kurang dari satu bulan lalu Lea bertemu pertama kali dengan eyang
__ADS_1
"Dulu waktu neneknya Richard masih hidup, kami biasa ngeteh sore di sini.sambil menikmati kebun bunga yang di rawat oleh ayahmu itu. Tapi sekarang. neneknya Richard kan sudah meninggal.... jadi eyang ya... duduk di sini sendirian, paling di temenin sama Pak Warsono nih di belakang mu! Cuma dia enggak suka ngobrol, hobinya main catur! Ya sudah, eyang menikmati kebun bunganya sendiri saja sambil diam begini. Hahaha" Jawab Eyang Bagas yang memang di usianya sekarang ini, lebih kekanak-kanakan dan ingin di perhatikan
"Hmmm... kalau Eyang ingin di temani ngeteh sore sambil lihat bunga, suruh Pak Warsono telepon aku aja, Eyang.. Aku pasti datang temenin Eyang buat ngeteh sore di sini." jawab Lea sambil tersenyum ramah kepada Eyang Bagas
"Kamu nggak keberatan nemenin yang disini?"
"Ayo yang kita putar-putar taman ini, supaya kaki eyang juga ga kaku.. Dan tubuh eyang bisa keluar keringat, kan sehat.. detox alami!" Lea sudah berdiri dan mengulurkan tangannya menggandeng tangan kanan yang Bagas untuk membantu yang berjalan mengelilingi taman, dengan tangan kiri eyang bertumpu pada tongkatnya
__ADS_1
"Baiklah nak, Ayo kita putar-putar!"
Lea pun dengan bersemangat menemani Eyang Bagas berjalan-jalan di taman sambil mereka berdua berbicara banyak hal. Lea lebih mendominasi dengan menceritakan hal-hal lucu yang sering di ceritakan oleh Dewa untuk menghiburnya selalu ada senyum di wajah eyang Bagas mendengar cerita-cerita lucu Lea. terkadang. eyang juga bercerita mengenai neneknya Richard, yaitu istri yang sangat di sayanginya. Eyang juga banyak bercerita tentang masa kecil Richard yang diasuh olehnya dan neneknya.
"Kamu sangat perhatian sama eyang dan kamu terlihat sangat tulus memberikan perhatian hingga eyang terlihat sangat bahagia denganmu. Andaikan Viona bisa melakukan apa yang kau lakukan, aku yakin eyang juga pasti akan menyayanginya seperti dia menyayangimu. Tapi, Viona tidak bisa melakukan itu bukan karena dia tidak mau, ini semua terjadi karena rasa sedih yang dialami Viona karena eyang selalu saja menginginkan aku memiliki anak dari benihku sendiri. Ini menyakitkan untuk Viona. aku yakin, itu yang membuat Viona merasa sakit dan kurang memperhatikan Eyang. Aku tidak akan menyalahkan mu, Viona sayang... aku tahu bukan karena kau tidak mau memperhatikan keluargaku, tapi keadaan yang membuat semuanya menjadi sulit bagimu ada rasa senang dalam hati Richard melihat Lea Akhirnya bisa melindungi Viona dengan memberikan senyuman di bibir eyang dan menemani eyang di sore ini. bahkan Eyang sendiri tak sadar bahwa Viona tak ada di samping Richard. tapi di sisi lain, Richard juga merasa sedih karena menurutnya keterbatasan Viona yang tak lagi bisa memberikannya anak menjadi kendala kedekatan Viona dengan anggota keluarga besarnya
"Tuan muda, Tuan Bambang dan Nyonya Riyanti sudah tiba. Apa Makan malam mau disiapkan sekarang?" Tanya Pak Warsono kepada Richard, setelah mendapatkan pesan singkat dari Bi Siti
__ADS_1
Salam sayang 🥰 dari author Maaf ya bund untuk 1 minggu ke depan tidak uploaded soalnya author akan ujian doakan ya bund semoga ujiannya berjalan lancar Terimakasih,🤗