
"Kyaaaaak!" Lea memekik setelah melihat Richard ternyata ada di dalam mobil bersama nya saat ini. Kaca mobil yang berwarna hitam pekat memang tidak menampakan dari luar siapa yang ada di dalam mobil.
"Oh Tuhan.. Aku tidak tahu kalau dia ada di dalam mobil! Mati Aku! Jadi dia dari tadi melihat aku bersama Dewa ? Oh bagaimana ini, aku tidak mau kalau sampai mendapat hukuman seperti tadi malam!" Jauh di dalam lubuk hati Lea sangat ketakutan saat menatap wajah Richard yang saat ini sedang menatap juga ke arah Lea
"Apa kau terbiasa berteriak seperti itu ?" tanya Richard sambil mengernyitkan dahinya membuyarkan lamunan Lea
"Maafkan aku, tuan! Aku benar-benar tidak tahu kalau tuan ada di dalam mobil ini." Jawab Lea sambil menunduk kali ini tak berani lagi menatap ke wajah Richard
"Lalu kalau aku tak ada dalam mobil ini, kau mau melakukan apalagi dengan pacarmu itu?" tanya Richard lagi masih dengan suara yang sangat tenang. Mobil juga sudah melaju keluar dari parkiran menuju ke rumah Eyang Bagas
__ADS_1
"Maaf, Tuan!" jawab Lea sambil menunduk tak berani memberikan alasan apapun kepada Richard.
"Aku memang tidak mendengar semua apa yang di katakannya, kecuali kata-kata terakhirnya saat dia berteriak kepada pria tadi. Dewa ku! Hahaha, Kenapa itu terdengar menyebalkan di telingaku, ya?" Richard tergelak tawa yang menunjukkan kemarahannya di dalam hatinya tapi tidak menunjukkan reaksi apapun di wajahnya.
Dreeeeeet Dreeeeet Dreeeeet
Suara getaran di handphone Richard, sudah bergetar sebelum Richard melanjutkan beberapa kalimatnya kepada Lea
"Sayang, Aku mau boarding sekarang! Kamu jaga kesehatan ya selama aku pergi! Hari Senin aku akan kembali pulang. Terima kasih untuk semua bantuan mu yang mendukung karir ku! Aku sangat mencintai mu, Richard! Kau sungguh tak pernah mengecewakanku, Richard!" Kata-kata Viona terdengar manis di ujung sana di telinga Richard membuatnya tersenyum sangat manis setelah mendengar apa yang sudah di ucapkan oleh Viona.
__ADS_1
"Aku sangat mencintai mu, Viona! Jaga diri mu baik-baik ya, hubungi aku setelah kau sampai di Milan. Kalau ada yang kau butuhkan di sana dan membutuhkan bantuan ku, segera hubungi Aku!!Aku tak ingin kau mengalami kesulitan di sana!"
"Tentu saja sayang! Kau jangan khawatir! Aku tutup dulu teleponnya, ya! Sampai jumpa hari Senin!"
klik
Viona mematikan teleponnya dan Richard masih memandangi handphone yang sambungan teleponnya sudah di matikan oleh Viona. Untuk beberapa detik, Richard masih tersenyum memandangi handphonenya, barulah menaruh kembali handphonenya di kantong jasnya sebelah kiri.
"Cih! menjijikan sekali! lihat... lihat..... wajahnya sudah tersenyum-senyum seperti itu tak jelas seperti orang gila! Baru mendapat telepon dari istrinya saja dia sudah tersenyum-senyum seperti itu, apalagi mereka berdua di kamar? Menyebalkan Kau Richard! bisa-bisanya kau membuat ku merasa bersalah karena melambaikan tangan ku dan berbicara manis kepada pacar ku Sedangkan kau, apa yang kau lakukan? Kau bermanis-manis seperti itu dengan istri mu tapi aku, baru naik motor boncengan dan berjalan dengan pacarku, kau melarangnya? harusnya kau bersikap adil kepadaku! Arrgghhh... menyebalkaaan! Apa Aku membuat perjanjian saja dengannya, ya? Hufffhh.. dia memang tidak punya hak, kan untuk
__ADS_1
melarang ku memiliki kekasih? Hubungan kami bukan hubungan suami istri betulan!" Lea sangat kesal dengan apa yang baru saja dilihatnya. Richard bermesraan dengan Viona begitu panas di telepon di hadapannya membuat Lea terbakar api emosi.