Cinta Untuk Lea

Cinta Untuk Lea
Barang Second Berkualitas


__ADS_3

"Jadi dia berbohong kepada ibunya dengan mengatakan bahwa aku pergi membawanya ke terapis kemudian aku sakit kaki karena memapahnya dan dia juga mengatakan bahwa aku merawatnya dengan baik? Hahaha! Kau pintar bersandiwara Richard! Tapi apa tujuanmu melakukan itu? Apa kau ingin menyelamatkanku dari kemarahan ibumu?" ada rasa senang di dalam hati Lea mendengar apa yang tadi dikatakan oleh Riyanti Lea tidak menjawab apapun yang dikatakan oleh Riyanti hanya tersenyum dan kemudian Richard berpamitan untuk pergi hingga Lea bisa melewati Riyanti tanpa berkata apapun


"Terima kasih tapi kenapa kau melakukan itu?"


Tanya Lea akhirnya kepada Richard. Lea mencoba memberanikan dirinya bertanya kepada Richard, setelah mobil melaju kurang lebih lima belas menit


"Apa kau masih mau mendiamkanku, Tuan? Apa sekarang Aku tidak Boleh berbicara padamu?" tanya Lea ketika tak ada jawaban dari Richard setelah dia menunggu jawaban cukup lama hingga mereka sudah masuk dalam parkiran kampus Lea.


Richard masih enggan untuk menjawab Lea dan justru malah semakin fokus pada laptopnya.


"Ah, Baiklah kamu tidak menjawabnya, Tuan.. sebaiknya tidak perlu menjawab! Terima kasih sudah mengantarku ke kampus." jawab Lea Ketus sambil kemudian membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobil Richard.


Lea turun dari mobil meninggalkan Richard setelah menyelesaikan kalimatnya tadi.


"Fuuuh." Richard menghela napas setelah Lea menutup pintu dan matanya terus melihat ke arah Lea yang masuk ke dalam gedung kampusnya hingga Lea tak terlihat lagi dari pandangan matanya.


"Iya aku memang sengaja tak bicara padamu! Aku tak ingin bicara padamu! Aku tak akan menganggapmu ada! Mulai saat ini aku memang harus terbiasa menganggapmu tak ada !!Karena rasanya sangat tak nyaman di hatiku kalau bersama denganmu! Bahkan keberadaanmu membuat ku merasa tak nyaman saat menghubungi seseorang yang sangat aku cintai, yaitu istriku sendiri !Aku hanya perlu melakukan seperti dulu. Memasukkan benihku cepat Dan menjaga diriku untuk tetap sadar saat bersamamu." Richard menjawab pertanyaan Lea akhirnya walaupun Lea tak mendengar lagi apa yang dikatakan oleh Richard


Mobil Richard pergi melaju meninggalkan parkiran kampus Lea dan Richard pun melakukan aktivitasnya seperti biasa, yaitu ke kantor. Hanya saja, kali ini semua yang dilakukannya hambar. Hati Richard tidak tenang rasanya, sesuatu yang mengganjal di dalam dadanya membuat sesak yang teramat sangat.


"Fuuuuh... Ada apa sebenarnya denganku? Kenapa rasanya nyeri sekali di dadaku ya? Sejak beberapa hari ini berdekatan dengan wanita itu, membuat hatiku semakin sakit seperti ini. Huffffh! Dia berhasil meracuni diriku! Lama-lama aku bisa sakit jantung kalau seperti ini terus! Lalu apa yang harus aku lakukan untuk menyembuhkan sakitku ini?" hati Richard memang sangat merasa tidak nyaman dan seakan teriris iris setiap kali mengingat Lea. Richard sudah mencoba untuk melupakannya tapi lagi lagi, wajahnya kembali masuk ke dalam pikiran Richard. Beberapa perlakuan Lea juga kadang muncul sepintas lalu di pikiran Richard. Bahkan Richard juga membayangkan tubuh Lea. Sayangnya Richard masih tidak mengerti apa rasa yang dimilikinya saat ini. Jatuh cinta menurutnya bukanlah sesuatu yanng mungkin terjadi dengan waktu sesinngkat ini.


Klek

__ADS_1


"Kita harus bicara!" Dimas masih duduk di kursinya setelah semua anggota rapat keluar dari ruangan. Hari ini memang perusahaan Richard mengadakan rapat dengan perusahaan Dimas, untuk sebuah kerjasama di bidang telekomunikasi. Dan hari ini, presentasi kerjasama dilakukan dari perusahaan Dimas dan perusahaan Richard akan menjadi investor dari produk telekomunikasi terbaru di perusahaan Dimas.


"Apa yang mau kau bicarakan?" tanya Richard sambil melirik ke arah Sandi yang sudah mengerti maksud dari Richard, yaitu membiarkan dirinya bicara dengan Dimas secara empat mata. Sandi pun keluar meninggalkan ruang rapat.


Keduanya diam untuk beberapa saat.Dan kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya selama pertemanan mereka Dari SMP sampai dengan sekarang, Dimas adalah orang yang sangat supel dan selalu bisa membuka pembicaraan diantara kedua sahabatnya Ando dan Richard. Tapi tidak hari ini. Keduanya hanya berdiam diri tanpa berkata apa-apa


"Apa dia sudah mengandung?" akhirnya Dimas memberikan pertanyaan kepada Richard


Richard menggeleng


"Kami menikah baru 5 hari." jawab Richard akhirnya


"Hahaha! lima hari.. tapi bisa membuatmu semarah itu saat aku membawanya!" Dimas menatap tidak suka kearah Richard


"Saat ini dia istriku kau tidak boleh mengganggunya!"


Richard mengangguk


"Apa kau mengenalnya sebelum kalian menikah?


Richard menggeleng


"Apa kau sudah melakukan dengannya??

__ADS_1


Richard mengangguk lagi dan Dimas merubah posisinya dari duduk menghadap ke meja hingga menatap ke Richard, dengan sangat serius


"Apa kau menyukai tubuhnya?"


Richard tak menjawab. Untuk beberapa saat pertanyaan ini sangat mengganggu ketentraman hatinya yang memang saat ini tak terlalu baik.


"Berapa kau memberi imbalan?" tanya Dimas kembali sebelum Richard menjawab pertanyaan terakhirnya.


"Aku tidak mengurus itu." jawab Richard sambil memalingkan wajahnya ke kanan tidak ingin menatap ke arah Dimas


"Ah, jadi keluargamu yang memperkenalkan dia padamu!" Dimas mengangguk-angguk seakan-akan paham apa yang sedang terjadi


"Jadi kau akan melepaskannya setelah kalian punya anak, kan?" pertanyaan terpenting yang sebenarnya ingin dipertanyakan oleh Dimas kepada Richard


"Kau mau wanita bekas aku?" Richard melirik ke arah sahabatnya dengan tatapan hina, perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Richard selama ini


Dimas mengangguk


"Tidak selamanya barang seken itu jelek, Richard!" Dimas tersenyum penuh dengan kemenangan lalu kemudian berdiri meninggalkan ruang rapat dan meninggalkan Richard sendiri duduk di dalamnya


BRAAAAAK


Richard langsung memukul meja rapat sangat kencang setelah Dimas pergi menjauh dari ruang rapat. Richard berdiri dan menatap kearah meja yang baru saja di pukulnya.

__ADS_1


"Jadi kau tidak akan menyerah dan akan tetap menunggunya hingga dia melahirkan anakku? Kau akan mengambilnya menjadi istrimu? Kau pikir aku akan melepaskan ya seperti itu kan? alih-alih menangis karena rasa sesak di dalam dadanya, Richard memilih untuk tertawa dan menghilangkan semua rasa sesak di dalam hatinya sambil mengucapkan kalimat-kalimat pembangkit semangatnya


"Kau mau mengambil barang seken bekas aku? Ambillah aku tidak peduli! Lagi pula aku sudah punya Viona! Kau tahu, tubuh Viona dibandingkan dengan tubuhnya, dia tidak ada apa-apanya! Kau tahu betapa menariknya Viona di tempat tidur? Bahkan wanita itu tidak bisa melayani di tempat tidur! Kau pikir aku akan menyesal saat Aku melepaskannya? Hah, jangankan melihat dia jalan, denganmu melihat dia jalan dengan pangeran sekalipun, aku tidak akan pernah peduli, asalkan setelah anakku lahir!sekarang peduli padanya hanya karena menunggu anakku lahir!" Richard mulai menstimulus pikirannya bahwa dirinya tidaklah membutuhkan Lea dan tidak ada hubungan apa apa dengan Lea. Richard hanya mencintai Viona dan selamanya akan seperti itu. Sedangkan Lea tidak lebih dari seorang wanita yang hanya akan melahirkan anaknya dan kemudian akan dilepaskannya dengan imbalan materi yang setimpal sesuai dengan perjanjian mereka sebelumnya.


__ADS_2